Oleh: Sartika Dewi
Drone Emprit mengungkap, garuda hitam ini mulanya dicuitkan oleh akun X pada Senin dan diunggah sebagai jawaban atas pertanyaan @out_of_thecourt tentang Peringatan Darurat.
Aksi rakyat ini tentu bukan hanya bergema di media sosial, tapi juga berwujud demo yang serentak dan dilakukan lebih dari 10 wilayah Indonesia. Mahasiswa dari mulai Universitas Indonesia (UI), Universitas Tulang Buwang (UTB) Lampung, hingga Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (UNISKA), dilaporkan turut menggelar aksi massa bertajuk Indonesia Gelap.(www.tirto.id, 18/2/2025)
Kembali terulang, sistem demokrasi di negeri ini menampakkan wajah aslinya setelah logo garuda latar biru dengan tagar "Peringatan Darurat" yang menjadi tranding topik beberapa pekan lalu. Kini kembali mencuat dengan logo garuda latar belakang warna hitam suram di ikuti tagar "Indonesia Gelap", yang menandakan bahwa negeri ini sedang tidak baik-baik saja.
Kapitalisme Menyengsarakan
Sejatinya rakyat sudah jengah, atas sistem demokrasi kapitalisme, yang telat membuat banyak luka akibat aturan yang justru menyengsarakan rakyat. Contohnya program MBG yang dibuat, ternyata berdampak pada dipangkasnya dana pendidikan dan kesehatan. Selain itu, tatkala pemerintah akan menghemat anggaran, tapi malah menghambur-hamburkan uang rakyat dengan cara melantik stafsus baru.
Sistem demokrasi kapitalisme, adalah sistem yang hanya berasaskan kepentingan semata. Sehingga, setiap kebijakan yang dibuat bukan atas kepentingan rakyat tapi untuk menjalin simbiosis mutualisme dengan para elite politik dan oligarki.
Lantas, akankah indonesia emas dapat terwujud di dalam sistem demokrasi saat ini? Sedangkan, penerapan sistem demokrasi lah yang menjadi akar permasalahan kecemasan yang dialami oleh rakyat.
Indonesia Terang dengan Islam
Miris memang, negara yang seharusnya mampu memberikan jaminan kebutuhan primer rakyat tercukupi, tetapi justru malah memberlakukan aturan-aturan yang kerap kali menimbulkan kesulitan dan kegelapan dalam kehidupan masyarakat.
Padahal, ada sebuah aturan yang dapat menjadi lentera kehidupan dalam kegelapan. Aturan tersebut adalah Islam. Islam adalah agama yang tidak hanya mengatur ibadah ritual semata. Dulu ketika Rasulullah Saw mendirikan negara Islam di Madinah, beliau Saw menggunakan aqidah Islam dalam mengatur seluruh aspek kehidupan yang mencakup sosial, budaya, hukum, ekonomi, pendidikan, dll.
Sumber aturan dalam Islam berasal dari Al-Qur'an dan as-sunnah. Terbukti ketika Islam diterapkan di zaman Rasulullah Saw hingga masa kekhilafahan Islam, Islam mampu membentuk manusia yang memiliki syaksiyah islam. Bukan hanya itu, Islam juga mampu mencetak ilmuan dan ulama kelas dunia, seperti imam Syafi'i, ibnu Sina, dll.
Dalam Islam, mereka para kaum intelektual seperti Mahasiswa, bukan hanya sekadar asal kuliah lulus dapat kerja. Tapi mahasiswa yang memiliki syaksiyah Islam akan menjadi agen perubahan di garda terdepan untuk mengemban risalah Islam dengan mengoreksi penguasa atas spirit amar makruf nahi mungkar dan menyuarakan solusi Islam agar Islam kembali dapat kembali diterapkan secara kaffah dalam kehidupan.
Sudah saatnya, umat melek politik Islam dan kritis akan kondisi sekitarnya, bahwa semua kerusakan dan kedzaliman yang terjadi saat ini dikarenakan umat jauh dari Islam dan Islam tidak dipakai untuk mengatur manusia.
Selain itu, harus ada sekelompok umat yang mampu mendakwahkan Islam dan memberikan solusi atas problematika umat sesuai Al-Qur'an dan As-sunnah. maka darinya, bangkitlah seluruh umat Islam di dunia dan bergabunglah bersama kelompok dakwah Islam ideologis agar dapat mengawal perubahan sesuai contoh Rasulullah Saw. Wallahu'alam bishowab
Tags
Opini
