Hanya Syariat Islam yang Bisa Menerangi Kegelapan




Oleh Siti Aminah 



Sebanyak 1.623 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mengawal unjuk rasa yang digelar aliansi dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Unjuk rasa ini akan dilokalisir di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, sehingga tidak sampai depan Istana Negara.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol, Susatyo Purnomo Condro, menyebutkan bahwa personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta instansi terkait lainnya. Beritasatu (17/02/2025)

Aksi demo Indonesia Gelap yang dimotori oleh kalangan mahasiswa di berbagai daerah memberikan beberapa tuntutan kepada pemerintah. Aksi ini terjadi karena tidak ada kepuasan atas kebijakan pemerintah dalam menyelesaikan masalah sehingga Indonesia semakin terpuruk.

Sayangnya tuntutan yang ditawarkan sejatinya tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya bahkan ada yang menawarkan untuk kembali pada demokrasi kerakyatan. Padahal penerapan sistem demokrasilah yang menjadi akar permasalahannya, sehingga khawatir nasib rakyat Indonesia di masa mendatang (Indonesia Gelap).

Indonesia mempunyai warisan utang sebesar 8200 trilyunan, warisan utang ini tidak hanya pada masa sekarang tapi warisan utang ini sudah ada sejak Indonesia merdeka, Indonesia harus membayar utang Belanda agar bisa merdeka. Indonesia juga selalu mengalami defisit, defisit APBN tahun 2025 aja sebesar 600 triliun, bagaimana Indonesia bisa membayar utang sedangkan APBN selalu defisit, membayar bunganya saja tidak bisa. Apa Indonesia tidak semakin gelap.

Agar Indonesia bisa terang maka mahasiswa  seharusnya melek politik dan kritis namun juga harus bisa memberikan solusi yang benar. Dan solusi yang benar hanyalah solusi dari Islam.
Mahasiswa seharusnya menjadi agen perubahan untuk mengemban risalah Islam dengan mengoreksi penguasa atas spirit amar makruf nahi mungkar dan menyuarakan solusi Islam karena hanya dengan penerapan sistem Islam meniscayakan masa depan masyarakat gemilang bukan gelap atau suram.

Untuk itu, pemuda seharusnya bergabung bersama kelompok dakwah ideologis agar dapat mengawal perubahan sesuai contoh Rasulullah.

Rasulullah Saw mencontohkan membawa penduduk Mekah dan Madinah yang waktu itu dalam kegelapan pada cahaya yang terang benderang. Setelah Islam diterapkan, cahaya Islam tidak hanya menyinari Madinah. Tapi juga menyebar ke wilayah lain. Membebaskan manusia dari sistem kuffur jahiliyah yang diterapkan negeri tempat tinggalnya yang penuh kegelapan menuju cahaya dengan menerapkan Islam sebagai aturan di seluruh sendi kehidupan. Peradapan unik pun menjelma, menjadi negeri yang merdeka secara hakiki yang menghamba kepada Allah semata. 

Tapi negara Islam yang Nabi wariskan kepada kita, kini telah tiada. Dikerat-kerat oleh musuh Islam kurang lebih dari 50 negara sebagai negara jajahannya. Hingga Umat islam tak berdaya dan terhina. Menderita dimana-mana karena diterapkannya sistem jahiliyah buatan manusia. Sistem sekuler yang memisahkan aturan agama dalam kehidupan. Masa kegelapan pun menyapa, merusak tatanan yang ada. Anak tak lagi hormat kepada orang tuanya, pergaulan bebas merebak, kemaksiatan semakin banyak, korupsi menjadi hal biasa, sampai penguasa tak peduli kepada penderitaan rakyatnya.

Saat ini umat Islam keadaannya sama dengan masa Rasul sebelum beliau berhijrah. Umat terpuruk di segala bidang kehidupan. Maka umat harus bangkit memperbaiki keadaannya. Dengan berusaha mengembalikan kehidupan Islam. Berusaha mengembalikan agar sistem Islam diterapkan kembali.

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Mari kita jadikan gelapnya Indonesia sebagai spirit untuk kembali menuju Islam kaffah sebagaimana sang teladan kita (Rasulullah Saw) mencontohkannya. Spirit untuk mewujudkan negara Islam yang kedua. Yang dipimpin sang khalifah yang dicintai rakyatnya. Sehingga seluruh umat Islam bersatu kembali dalam naungannya, dan keberkahanpun datang dari langit dan bumi tercurah kembali. Cahaya pun menerangi seluruh dunia bukan hanya Indonesia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak