Ambisi Trump Menguasai Gaza dan Penghianatan Para Pemimpin Muslim




Oleh :*Ummu pijar



Setelah dibombardir Israel habis-habisa, warga Gaza kini hidup dalam penderitaan. Meski sudah hancur lebur, Israel kini melarang bantuan kemanusiaan masuk wilayah sana.

Warga hidup dalam derita. Mereka tak punya rumah permanen, hidup dinaungi atap sisa puing bangunan yang dibombardir zionis.

Dalam keadaan demikian, Presiden Amerika Donald Trump, pemimpin negara dengan militer terkuat di dunia, malah mengancam akan membumihanguskan Gaza jika pembebasan sandera Israel tidak dilakukan.

Bagi banyak orang di Gaza, ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terasa seperti tidak lebih dari sekadar pembenaran untuk melakukan kekerasan lebih lanjut dan hukuman kolektif terhadap mereka.

Pada Rabu malam, Trump mengancam warga Gaza dengan mengatakan mereka semua akan “mati” jika tawanan terus ditahan di sana.

Saat Gaza terus bergulat dengan dampak perang yang menghancurkan – pengungsian massal, kerusakan yang meluas, dan kondisi kemanusiaan yang mengerikan – masyarakat menjadi kelelahan dan skeptis terhadap upaya internasional untuk menyelesaikan perang.

Al Jazeera berbicara kepada warga Palestina di Gaza utara tentang ancaman Trump.

Yasser al-Sharafa, 59, mengatakan dia mengabaikan ancaman-ancaman ini karena, seperti banyak orang di Gaza, dia “tidak punya apa-apa lagi yang bisa hilang”.

Sekarang, ia mengelola sebuah kios darurat yang menjual permen dan makanan ringan untuk anak-anak.

Sebelumnya, ia berkata: “Saya dulunya adalah pedagang pakaian terkenal. Saya punya toko besar, gedung enam lantai, mobil, dan gudang stok di Tel al-Hawa di Kota Gaza. Semua kerja keras selama bertahun-tahun itu lenyap, hancur dalam perang.


Trump menipu Mesir dan Yordania dalam pidato atau pernyataan sebelum nya bahwa mereka akan kembali membangun Gaza. Mesir membuat proposal membangun kembali Gaza dan di tolak oleh trump.
Omongan Trump yang berubah-ubah sejak awal telah menunjukan bahwa dia konsisten pada satu hal yaitu mengambil alih Gaza dan memberikannya pada zionis yahudi.

Di sisi lain, penghianatan pemimpin negara-negara arab dan pemimpin negeri muslim terdekat seperti Mesir dan Yordania telah di buka dengan mata telanjang. Mereka telah berada di pihak trump, karena itu sangat percaya diri dengan tiap ucapanya. Bahwa dalam tuwiter nya, Trump mengancam Mujahiddin dengan kedudukannya sebagain presiden US.
Solusi tuntas atas persoalan palestina hanyalah jihad dan khilafah.
Untuk mewujudkan nya butuh adanya partai politik Islam idiologis yang akan mewujudkan solusi tuntas jihad dan khilafah bagi penyelesaian penjajahan atas palestina.
Partai ini akan mencerdaskan umat agar memiliki kacamata idiologis dalam melihat problem palestina dan tidak mudah menipu dengan narasi yang diciptakan barat dan anteknya. 

Wallahu'alam bishawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak