Tradisi Kenaikan Harga Barang jelang Ramadan; Bagaimana Cara Islam Memandang



Oleh : Aksara Adhikari (Pelajar Kota Bogor)




Seperti sebuah tradisi, harga-harga selalu naik jelang Ramadan. Meningkatnya jumlah permintaan selalu menjadi alasan klise dari naiknya harga bahan makanan pokok jelang Ramadan. Padahal mau diakui ataupun tidak, ada problem lain yang memengaruhi naiknya harga di tengah daya beli masyarakat yang makin menurun. Yakni masalah distribusi, yang tidak tersebar merata di kalangan masyarakat.

Masalah inilah yang ditangkap oleh Islam. Kenaikan harga terkadang tidak terjadi secara alami, melainkan akibat permainan yang dilakukan oleh para korporat. Mereka menimbun barang-barang yang sangat dibutuhkan rakyat dalam waktu tertentu. Alhasil, barang menjadi langka di pasaran dan harganya pun melonjak tajam.

Atas dasar inilah kemudian Islam menganggap jika masalah utama perekonomian bukanlah kelangkaan. Melainkan tidak lancarnya distribusi barang-barang kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Dan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, maka perlu peran negara di dalamnya.

Islam memiliki aturan menyeluruh tentang kehidupan, termasuk urusan kenegaraan. Di dalam Islam, ketersediaan pangan dan jaminan distribusi yang merata adalah tanggungjawab negara. Selain itu, negara dalam Islam pun akan memastikan tidak adanya penimbunan, kecurangan, ataupun permainan harga di tengah masyarakat. Hingga masyarakat pun bisa mengakses segala kebutuhan pokoknya dengan mudah dan murah, bahkan bisa jadi gratis dalam beberapa kondisi. 

Wallahu a'lam bishShawwab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak