Oleh : Ade Irma
Kriminalitas semakin hari semakin mengerikan. Di segala kini kehidupan masyarakat dihantui dengan banyaknya kriminalitas, terlebih dikalangan pemuda. Satu kasus dari banyaknya kasus seperti seorang pemuda di Musi Rawas, membanting dan mencekik ibunya setelah kalah judi.
Itu sebagian kecil, belum lagi pemuda marak ikut tawuran, gengster pembuangan bayi tak berdosa, perampokan, pemerkosaan bahkan pembunuhan marak terjadi yang pelakunya anak dibawah umur.
Maraknya kasus kriminalitas sampai ke tahap pembunuhan sadis yang terjadi saat ini memang bisa disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari kemerosotan moral, himpitan ekonomi, ketidaksabaran, kebencian, bahkan tidak jarang karena emosi yang tidak terkendali menjadikan seseorang tega melakukan pembunuhan dan sampai memutilasi korban tanpa perduli apakah itu orang lain ataupun keluarga sendiri.
Bahkan tidak jarang demi tercapainya kepuasan jasmani dan demi mendapatkan keuntungan materi seseorang rela melakukan segala cara walaupun sampai menghilangkan nyawa demi mendapatkan apa yang diinginkannya.
Fakta ini menunjukkan bahwa saat ini rasa aman mulai hilang dan dari maraknya kasus pembunuhan seolah menjadikan harga nyawa terkesan begitu murah. Sungguh sangat miris.
Dalam sistem sekularisme kapitalisme saat ini sistem pendidikan hanya berorientasi pada materi belaka. Maka tidak heran akan lahirlah manusia-manusia yang tamak dan serakah yang menganggap kebahagiaan itu ketika terpenuhinya seluruh kebutuhan jasadiyah.
Sehingga manusia akan berusaha untuk meraihnya tanpa peduli lagi halal dan haramnya. Hal ini jugalah yang menjadi faktor seseorang mudah melakukan tindak kriminal atau kejahatan.
Sistem sanksi dalam sistem kapitalisme juga jauh dari efek jera sehingga kejahatan semakin merajalela bahkan kriminalitas saat ini semakin kronis. Ditambah lagi media selalu memberi ruang dalam memberikan contoh kepada orang lain dalam melakukan tindak kejahatan dengan cara menayangkan kembali reka ulang ketika melakukan pembunuhan bahkan saat melakukan mutilasi. Sungguh sangat memperhatikan.
Sistem sekuler kapitalisme juga telah menjadikan negara abai terhadap tugas membentuk generasi berakhlak mulia. Negara telah menyia-nyiakan potensi besar pemuda sehingga yang muncul dari mereka bukan sumbangsih, tetapi masalah. Mereka tidak menjadi generasi problem solver, tetapi malah trouble maker.
Sistem sekuler kapitalisme merupakan sistem rusak yang merusak para pemuda. Mereka seharusnya menjadi pemimpin peradaban masa depan, tetapi justru menjadi beban peradaban. Ini berbeda 180° dengan sistem Islam.
Islam akan mampu menyolusi tawuran pemuda ini karena memiliki sistem pendidikan yang akan menghasilkan generasi berkepribadian mulia. Akidah Islam menjadi fondasi sistem pendidikan sehingga semua pelajaran selalu berasas Islam. Hal ini mewujudkan sosok pemuda yang beriman dan bertakwa. Mereka paham tujuan hidupnya adalah meraih rida Allah Swt. sehingga perilakunya tidak bebas, melainkan harus selalu terikat dengan syariat.
Selain itu, sistem Islam juga memberikan lingkungan yang kondusif, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun kebijakan negara. Sistem Islam akan merevitalisasi peran keluarga dengan memastikan para orang tua menjalankan fungsinya sebagai pendidik anak-anaknya.
Untuk mengembalikan fungsi keluarga, negara akan menyiapkan kurikulum pendidikan dalam keluarga sehingga terwujud keluarga harmonis yang senantiasa memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitarnya.
Sistem Islam juga menyuburkan aktivitas amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat sehingga kemaksiatan dan kriminalitas akan tercegah dan minim terjadi. Negara juga berperan optimal dalam sistem Islam. Penguasa memahami posisinya sebagai ra’in (pengurus) rakyat sehingga memberikan perhatian penuh pada tumbuh kembang generasi muda agar optimal dan mengarah pada kebaikan. Optimalnya peran keluarga, masyarakat, dan negara ini akan menumbuhsuburkan ketakwaan dan mendorong produktivitas pemuda. Dengan begitu, terwujudlah sosok-sosok pemuda yang saleh sekaligus produktif dan memudahkan sistem ekonomi yang struktural.
Ini akan terjadi jika negara ikut ambil alih dalam penerapan sistem Islam secara kaffah. Maka kriteria pemuda beriman bertaqwa serta rahmat bagi seluruh alam akan terjadi dimuka bumi.
Wallahu 'alam.
Tags
Opini
