Ketika Pendidikan jadi Bisnis, Masa Depan Generasi jadi Krisis



Oleh : Larik Aksara



Di era persaingan global yang semakin ketat, pendidikan menjadi salah satu tolak ukur utama
dalam membangun peradaban yang maju. Melalui sistem pendidikan yang berkualitas, lahirlah
generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

Namun, realitas yang terjadi justru
menunjukkan ketimpangan. Salah satu contohnya adalah kebijakan pemangkasan tunjangan
dosen yang berpotensi merugikan dunia pendidikan.
Pemangkasan tunjangan bagi tenaga pendidik, khususnya dosen, bukan sekadar pengurangan
pendapatan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Bagaimana mungkin
seorang dosen dapat fokus mendidik dan mengembangkan ilmu pengetahuan jika mereka
masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup? Tekanan finansial ini bisa mendorong
praktik-praktik yang tidak etis, seperti gratifikasi dalam pendidikan, yang akhirnya mengubah
institusi akademik menjadi ajang bisnis.
Lebih buruk lagi, muncul kabar bahwa pemerintah juga berencana mengurangi alokasi dana
pendidikan. Jika hal ini benar terjadi, dampaknya akan semakin memperburuk kondisi
pendidikan di Indonesia. Kurangnya anggaran bisa berimbas pada fasilitas yang tidak memadai,
kualitas pengajaran yang menurun, hingga akses pendidikan yang semakin terbatas bagi
kalangan kurang mampu.
Tak hanya soal anggaran, sistem pendidikan kita pun semakin menyimpang dari esensinya.
Alih-alih mencetak generasi unggul, banyak anak sekolah justru mengalami penurunan kualitas
dalam aspek akademik maupun karakter. Mirisnya, masih ada siswa SMP yang belum bisa
membaca dengan lancar.

Pendidikan formal seolah hanya menjadi formalitas, sekadar
memenuhi syarat untuk mencari pekerjaan, tanpa benar-benar membekali individu dengan
keterampilan dan kecerdasan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Tanpa kompetensi dan kecerdasan yang mumpuni, ijazah saja tidak cukup untuk bersaing di
dunia profesional. Inilah salah satu alasan mengapa tingkat pengangguran terus meningkat di
negeri ini.

Dalam Islam, pendidikan memiliki tempat yang sangat tinggi. Sejarah mencatat bahwa sistem
pendidikan Islam telah melahirkan banyak ilmuwan hebat di berbagai bidang, terutama pada
masa kejayaan Islam di era kekhalifahan. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, dan para guru
mendapatkan penghargaan serta kehidupan yang layak agar mereka dapat sepenuhnya fokus
dalam mendidik generasi penerus.
Pada masa Rasulullah, profesi guru adalah profesi yang sangat dihormati dan bahkan
mendapatkan gaji besar. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dikelola dengan baik,
didukung oleh kesejahteraan tenaga pendidiknya, mampu menciptakan generasi yang unggul
secara intelektual dan spiritual.
Jika kita ingin membangun bangsa yang kuat, maka pendidikan harus kembali dijadikan
prioritas utama. Tenaga pendidik harus dihargai, sistem pendidikan harus diperbaiki, dan
nilai-nilai luhur harus kembali ditanamkan. Dengan mengambil inspirasi dari sistem pendidikan. Islam yang telah terbukti sukses di masa lalu, kita bisa menciptakan generasi yang tidak hanya
cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan karakter yang kuat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak