Oleh Nia Yuniati
Kenaikan harga-harga menjelang Ramadan terus berulang. Hal ini menunjukkan adanya masalah pendistribusian barang sehingga berpotensi terjadi kelangkaan dan membuat kenaikkan harga barang.
Dikutip dari Rubicnews.com, Jum'at (7-2-2025) Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan peringatan dini terkait potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang bulan Ramadan 2025.
Adapun komoditas pangan yang menjadi perhatian utama adalah telur ayam ras, daging ayam ras, cabe merah, cabe rawit dan minyak goreng. Sejumlah pangan tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan selama bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Plt kepala BPS, Amalia Adininggar jugaengungkapkan kekhawatiran ini dalam rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Selasa (4-2-25). Ia menyoroti bahwa telur ayam ras dan daging ayam ras sering digunakan dalam pembuatan kue dan hidangan khas Ramadan, sehingga permintaan cenderung meningkat. Selain telur dan ayam, kenaikan signifikan juga terjadi pada harga cabe merah dan cabe rawit. Tidak hanya itu, tren kenaikan harga terpantau pada minyak goreng. Amalia menambahkan, pemerintah perlu mewaspadai harga beras, bawang merah dan bawang putih karena permintaan yang tinggi menjelang puasa dan lebaran berpotensi mendorong kenaikan harga.
Meningkatnya jumlah permintaan menjadi alasan klise meningkatnya harga bahan makanan pokok jelang Ramadan. Padahal diakui atau tidak, ada problem lain yang mempengaruhi naiknya harga di tengah daya beli masyarakat yang semakin menurun.
Di dalam Islam, ketersediaan pangan dan jaminan distribusi yang merata adalah tanggung jawab negara. Islam juga memastikan tidak ada penimbunan, tidak ada kecurangan, tidak ada permainan harga sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhannya dengan harga yang terjangkau.
Negara akan meningkatkan produksi untuk menyelesaikan problem kelangkaan, pemantauan dan pengendalian harga komoditas-komoditas ini beserta antisipasinya sesuai syara. Sistem ekonomi Islam meniscayakan adanya pengaturan yang dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan rakyat atas pangan dengan harga murah dan mudah di akses.
Untuk mewujudkan solusi ini dibutuhkan penerapan Islam secara kaffah di bawah naungan satu kepemimpinan yaitu Khilafah. Karena hanya dengan sistem pemerintahan Islam yang memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyatnya.
Wallahu a'lam bishshawab
Tags
Opini
