Gen Z dan Perubahan



Oleh. L.Sholihah



Peran pemuda sangat sering dikaitkan dengan kemajuan dan pembangunan suatu bangsa, bahkan pemuda disebut sebagai agen perubahan. Namun baru-baru ini ada fakta mengejutkan bahwa Gen Z atau Generasi Z (mereka adalah pemuda masa kini) tengah menghadapi krisis paruh baya (midlife crisis) lebih awal dari seharusnya. Mereka yang digadang-gadang bisa mewujudkan indonesia emas 2045 dan menjadi generasi emas 2045 harus berhadapan dengan realita yang tidak sejalan. 

Studi mengungkapkan bahwa sebanyak 38% dari mereka mengalami krisis paruh baya akibat tekanan finansial yang luar biasa. “Generasi Z tidak benar-benar dalam kondisi baik, studi kami menunjukkan bahwa kesehatan holistik di semua kelompok usia karyawan mengalami penurunan, tetapi penurunan terbesar terjadi pada Generasi Z,” ujar Vice President MetLife, Todd Katz, dikutip dari Newyork Post, Sabtu (18/1/2025). Menurutnya generasi ini merasa terjebak dalam kecemasan, kelelahan, dan ketidakpuasan hidup, mereka mengaitkan banyak hal ini dengan beban finansial mereka. (Lifestyle.okezone.com 18/01/2024)

Survei tahun 2022 oleh Harmony Healthcare IT menunjukkan bahwa 42% dari generasi Z telah didiagnosa mengalami masalah kesehatan mental. American Psychological Association (APA), mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitiannya ada sekitar 90% Gen Z mengaku pernah mengalami setidaknya satu gejala fisik atau emosional akibat stres. Contohnya seperti merasa depresi atau sedih, kehilangan minat, motivasi, atau energi. (mediaindonesia.com 10/10/2024)

Beban permasalahan hidup saat ini disinyalir sebagai pemicu masalah kesehatan mental, misal permasalahan keluarga seperti pola asuh yang salah, kesulitan ekonomi, lingkungan sosial yang tidak ideal, diperparah dengan dampak media sosial yang merusak, karena semua informasi,gaya hidup,budaya bisa diakses dengan bebas tanpa saringan.  Semua permasalahan itu buah dari diterapkannya sistem sekuler-kapitalis, dimana aturan kehidupannya dijauhkan dari agama, kebijakan-kebijakan yang dihasilkan pun tidak memberi kemaslahatan bagi rakyatnya. Negara telah gagal mengurusi hajat hidup rakyatnya.

Disisi lain dampak pendidikan yang berbasis pendidikan sekuler menjadikan generasi muda tidak memiliki visi hidup yang jelas. Mereka cenderung berperilaku mengikuti hawa nafsunya, ingin bebas bersikap tanpa aturan. Akibat sistem rusak inilah, tidak heran jika produk yang dihasilkan pun rusak, salah satunya hadirnya generasi terganggu kesehatan mentalnya, berpenyakit mental. 
Masyarakat sekuler-kapitalistik memandang tujuan hidup mereka hanyalah untuk mencari kesenangan dunia yang berstandar pada materi. Oleh karenanya, ketika materi yang berupa harta, jabatan, dan prestise tidak mampu mereka gapai, mereka akan merasa gagal dan akan disingkirkan dari hiruk pikuk kehidupan. Oleh sebab itu, cepat atau lambat, banyak orang yang akan mengalami depresi dan putus asa. Begitu pula ketika mereka ditimpa ujian atau kesulitan hidup, mereka tidak mampu menanganinya dengan cara yang benar. Justru memilih jalan pintas seperti dengan bunuh diri.

Maka untuk menyelesaikan problematika ini, generasi muda terutama gen z haruslah dibangun kesadaran akan hakikat kehidupan. Bahwasanya Allah SWT adalah Pencipta dan Pengatur manusia. Sebagai hamba yang lemah manusia dituntut untuk menjalankan apa yang telah Allah tetapkan baik berupa perintah maupun larangan, dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Merekapun harus menyadari potensi besar yang ada pada generasi muda yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110).

Dengan kesadaran bahwa mereka harus terikat dengan aturan Allah SWT dan menyadari kewajiban untuk amar makruf nahi munkar. Maka Gen Z akan menjadi generasi yang bermental kuat dan unggul, sehingga mampu mencampakan sistem kehidupan sekuler-kapitalis dan mengubah kondisi yang rusak saat ini dengan berjuang mengembalikan kemuliaan umat islam sebagai khoiru ummah, semua itu hanya bisa terwujud jika gen Z bergabung kedalam barisan pejuang islam kaffah, untuk menegakkan Kembali khilafah islamiyah ditengah tengah kaum muslimin. Wallahu'alam bishshawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak