Oleh : Nurfillah Rahayu
( Forum Literasi Muslimah Bogor )
Sudah lebih dari setahun Israel menggempur Jalur Gaza. Terhitung sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 45.200 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.(tirto.co.id/23 Desember 2024). Menurut Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Selasa (24/12/2024), setiap jam, satu anak tewas di Jalur Gaza akibat serangan brutal Israel. (beritasatu.com/ 25 Desember 2024)
Kondisi Gaza terutama anak-anak makin mengenaskan. Semakin hari penderitaan mereka tiada henti. Berbagai serangan terus dilakukan meski banyak negara yang mengecam tindakan tersebut. Namun itu tidak menjadikan Israel menghentikan segala bentuk serangannya.
Kaum muslim tidak bisa berharap pada dunia internasional, termasuk para pemimpin mereka yang kerap menjadikan isu Palestina hanya untuk pencitraan dan justru mengambil solusi 2 negara arahan Barat yang mengusung sistem kapitalisme yang jelas tidak bisa menyelesaikan perang ideologi ini. Karena tidak ada keadilan dalam sistem Kapitalisme, bahkan sistem inilah yang telah memberikan jalan pada penjajah Zionis untuk membantai anak-anak Gaza.
Kaum muslim harus punya agenda sendiri, harus menyatukan pemikiran dan perasaan kemudian menggerakkan para pemuda di timur Tengah untuk bangkit melawan rezim mereka dan bergerak ke Palestina untuk membebaskan Palestina.
Tentu saja aktivitas ini hanya bisa dilakukan oleh partai politik ideologis.
Butuh peran negara dan juga tentara untuk menyelesaikan penderitaan anak-anak di Gaza ini.
Para pemuda itu harus menuntut tegaknya Khilafah dan mengangkat seorang Khalifah untuk memimpin kaum muslimin setelah pembebasan Palestina.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 55 yang artinya :
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
Karena sistem Islam dengan khilafahnya telah merupakan satu-satunya sistem yang shalih warisan Rasulullah SAW yang dapat mengatasi berbagai problematika kehidupan termasuk menghentikan penderitaan anak-anak yang tak berdosa di Gaza.
Wallahua'lam Bishowab
Tags
Opini