Oleh: Fadla Aulia
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan renovasi dan rehabilitasi sekolah yang akan dimulai pada tahun depan bertujuan agar anak-anak Indonesia bisa bersekolah dengan lebih layak.
"Mulai tahun depan, itu sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan kita renovasi dan rehabilitasi sehingga anak-anak kita bisa bersekolah dengan lebih layak," ujar Staf Ahli Menteri (SAM V) Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja dalam Forum Tematik Bakohumas di Jakarta, Selasa. (Antaranews.com 26/11/24)
Banyaknya sekolah yang rusak dan minimnya fasilitas, merupakan bukti kurang nya perhatian negara terhadap pendidikan dan pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Cacatnya Infrastruktur Negara
Persoalan pendidikan memang rumit, salah satunya adalah masalah sarana dan prasarana. Tentu saja tiap tahun alokasi dana pendidikan makin meningkat, namun hal ini belum mampu untuk menjawab problem pendidikan dari sisi sarana dan prasarana. Belum lagi ketika membicarakan tentang korupsi terkait penggelapan dana sekolah.
Selain itu tujuan mereka hanyalah sekadar untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga tujuan para pelajar bersekolah hanya untuk mendapatkan ijazah yang kemudian digunakan untuk bisa mendapatkan pekerjaan, bukan malah mendidik para pelajar menjadi manusia yang unggul dan beradab.
Sistem Pendidikan Islam
Di dalam sejarah islam, pendidikan merupakan peran penting dalam melahirkan generasi yang gemilang. Untuk mendukung lahirnya generasi gemilang, negara islam akan menyiapkan sarana dan prasara yang dibutuhkan untuk menyokong kegiatan belajar guru dan siswa.
Sebagai contoh, pada abad ke-9 negara islam membuka baitul 'ilm (rumah ilmu) sebagai nama perpustakaan umum pada banyak kota di afrika Utara dan timur Tengah yang di buka untuk siapa saja. Tentu saja hal ini tidak akan terjadi jika satu negara memiliki penguasa yang abai terhadap rakyat nya sendiri disebabkan mereka tidak memiliki mafhum ra'awiyah (mengurus rakyat).
Rasulullah ﷺ bersabda, “Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Wallahu A'lam.
Tags
Opini
