Sekularisme Lahirkan Generasi Sadis



Ditulis oleh: Sri Wahyu Anggraini, S.Pd.
(Aktivis Muslimah Lubuklinggau)



Sudah seharusnya Negara berperan dan bertanggung jawab dalam penjagaan terhadap pembentukan karakter generasi. Melihat kondisi saat ini bahwa generasi sekarang justru mengalami dekandensi  moral  yang seharusnya diharapkan menjadi generasi emas tapi malah sebaliknya, pasalnya saat ini anak-anak usia belia sudah berani melakukan berbagai bentuk kriminalitas. Kriminalitas dan tindak kejahatan lainnya pun dilakukan anak bukan satu atau dua kejadian tetapi  ini sudah menjadi kebiasaan, bagaikan fenomena gunung es. Hal ini menjadikan anak terbiasa berhadapan dengan hukum, sungguh kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan.

Kasus terbaru terjadi di Lebak bulus baru-baru ini seorang remaja maf berusia 14 tahun membunuh ayah dan nenek serta menikam ibunya dengan senjata tajam di rumah mereka di jalan Lebak bulus 1 Cilandak Jakarta Selatan. Aparat kepolisian dari polres metro Jakarta Selatan terus meneliti motif pembunuhan yang dilakukan oleh anak ini. Meski sempat mengaku sulit tidur dan mendengar bisikan-bisikan yang mengganggunya. (Cnnindonesia.com, 10/12/24).

Banyaknya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak, semakin menunjukkan bahwa telah terjadi problem sistemis. Problem ini tentu saja tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki kepribadian individu anak semata, pasalnya ada banyak faktor yang menjadi penyebab anak berkonflik dengan hukum yang semua saling berkaitan. Seluruh tindak kriminalitas dan kejahatan anak yang terjadi hari ini disebabkan oleh fakto faktor sangat erat kaitannya dengan sistem kapitalisme sekularisme yang diterapkan dalam sistem negara hari ini, dijadikan asas dalam mengatur negeri ini. Adanya  kepemimpinan yang  sekuler dengan memisahkan agama dari kehidupan, dijauhkan dari aturan islam sejatinya telah merusak fitrah manusia termasuk mengubah karakter masyarakat menjadi masyarakat yang terbiasa dengan kekerasan atau kriminalitas, bahkan anak-anak pun mampu melakukan tindak kriminal. Karakter generasi yang kita saksikan hari ini adalah hasil didikan dari seluruh kebijakan dan hukum yang lahir dari sistem kapitalisme demokrasi. Belum lagi sistem pendidikan sekuler yang diterapkan pada rana pendidikan yang  akan melahirkan Generasi yang jauh dari pola pikir dan pola sikap islam. Karena bagaimana mungkin kurikulum pendidikan sekuler yang mengabaikan peran agama dalam kehidupan mampu mencetak generasi beriman dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Meskipun setiap orang tua yang menyekolahkan anaknya sangat menginginkan dan mengharapkan terbentuknya kepribadian mulia pada anak mereka tapi mustahil terjadi jika sistem pendidikan masih di bawah kendali sistem kapitalisme yang bervisi materi.

Negara dalam sistem ini tidak menjalankan fungsinya, abai pada tanggungjawabnya sebagai pengurus rakyat termasuk dalam menyelenggarakan sistem pendidikan, alhasil pendidikan tidak diposisikan sebagai layanan yang harus disediakan negara dengan tujuan mulia yakni membina kepribadian dan menjaga kesehatan mental generasi. Tetapi pendidikan diposisikan sebagai objek komersial yang membutuhkan biaya mahal untuk mengaksesnya, kalaupun ada sebagian rakyat yang mampu mengaksesnya mereka hanya disiapkan untuk menjadi budak korporat. Inilah gambaran pelayanan pendidikan dalam sistem kapitalisme yang jauh dari terwujudnya kemaslahatan bagi rakyat dan generasi pun menjadi korban. Kelalaian negara yang seharusnya berperan sebagai pelayan rakyat adalah sebuah kemustahilan munculnya pemimpin bertakwa, sedangkan kepemimpinan yang dijalankan atas umat adalah kepemimpinan sekuler. 

Sesungguhnya problem generasi akan tuntas di bawah kepemimpinan islam yang menjadikan pemimpin atau khalifah sebagai yang bertanggung jawab atas rakyatnya termasuk membangun generasi para pemimpin. Dalam Islam memahami bahwa tanggung jawab mengurus urusan rakyat ini  dimintai pertanggungjawaban hingga ke akhirat, Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam menegaskan dalam sebuah riwayat Hadits:
 "Tidaklah seorang manusia diamanahi Allah subhanahu wa ta'ala untuk mengurus urusan rakyat lalu mati dalam keadaan ia menipu rakyatnya melainkan Allah mengharamkan surga baginya" (H.R Bukhari).

 Kepemimpinan islam memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga setiap generasinya. Pengusa dalam islam tentu akan memberi perhatian khusus, dalam islam melahirkan generasi cemerlang dn berkualitas adalah suatu keharusan, hal tentunya hal ini akan terbentuk melalui penerapan dalam kehidupan sesuai dengan syariat Islam. Karena Allah telah membatasi hukum-hukum yang harus dijalankan dan diterapkan pemimpin yaitu hukum-hukum Islam saja bukan yang lainnya. Namun Allah memberikan hak kepada penguasa untuk berijtihad meski kemungkinan salah tetapi Allah sangat menekankan pembatasan hukum tersebut dengan Islam.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَأَنِ ٱحۡكُم بَيۡنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَهُمۡ وَٱحۡذَرۡهُمۡ أَن يَفۡتِنُوكَ عَنۢ بَعۡضِ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَ ۖ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعۡضِ ذُنُوبِهِمۡ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ لَفَٰسِقُونَ

"Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 49).

Oleh karena itu kepemimpinan islam mengharuskan bahwa negara harusnya membangun sistem pendidikan yang berasas akidah Islam. Adanya Kepemimpinan seperti ini akan menjauhkan dari penguasa yang zalim yang abai terhadap kemaslahatan rakyatnya termasuk jauh dari penguasa populis otoritarian yang mengklaim didukung rakyat namun nyatanya bersikap sekehendaknya atau otoriter dengan mengutamakan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Sistem pendidikan Islam yang diterapkan khalifah di bawah sistem politik dan ekonomi Islam akan menghadirkan dan memberikan pelayanan terbaik bagi umat mulai dari pendidikan gratis hingga kurikulum pendidikan yang pastinya menghasilkan generasi beriman dan bertakwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berjiwa pemimpin.

Sepanjang sejarah mencari bahwa dalam  penerapan aturan Islam telah banya  membuktikan dan menghasilkan lahirnya sosok keilmuan yang juga mereka menguasai ilmu agama dan optimal yang  berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Sungguh ini semua tidak lepas dari hadirnya penguasa yang  memberikan perhatian yang besar dalam kemajuan ilmu dan peradaban Islam serta penerapan aturan kehidupan yang hanya bersumber dari Islam saja.

Wallahu a'lam Bishshawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak