Oleh : Maulli Azzura
Aynal Muslimun !! Begitulah yang tengah kita gencarkan dalam jejaring sosial media menandakan bahwa saudara kita masih tengah berjuang.
Dilansir AFP, Senin (9/12/2024), dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa dua pria berusia 26 dan 32 tahun tewas oleh penembakan Israel di Tubas, Tepi Barat bagian utara.
Sementara militer Israel mengatakan salah satu pesawatnya menyerang dan membunuh beberapa orang bersenjata selama operasi di kota tersebut. Israel mengaku bahwa operasi tersebut bertujuan "untuk menangkap tersangka yang dicari dan untuk menggagalkan situs infrastruktur teroris," kata militer Israel. (Detiknews.com 10/12/24)
Sejak daulah khilafah Turki Utsmani mulai melemah dan klimaksnya tepat 3 maret 1924 M, sistem pemerintahan yang menerapkan syariat Islam secara kaffah itu runtuh, dunia barat euforia atas keberhasilan Mustafa Kemal Attaturk laknatullah alaih. Menandakan kedigdayaan Khilafah yang selama ini sebagai perisai umat Islam telah musnah. Itu artinya akan ada pergantian sistem secara besar-besaran di bumi Turki kala itu. Yakni diganti dengan sistem kapitalis. Yang notabene telah lama direncanakan barat lewat orang-orang munafik yang menggerogoti dari dalam sistem.
Setelah runtuhnya perisai umat Islam, dunia menjadi gelap gulita. Tindakan brutal orang kafir barat semakin menjadi dan mulai menancapkan ideologi mereka di negri-negri Islam lainnya. Hingga mereka berani membuat negara yahudi di negri Anbiya tepatnya di Yerusalem Palestina. Sejak itu pula kebrutalan serta dendam yang telah lama terpendam dihati orang-orang Yahudi, diluapkan dengan tindakan keji terhadap rakyat Palestina.
Sejak berdirinya Israel laknatullah 14 Mei 1948 , rakyat Palestina bukan hanya dijarah hartanya saja. Namun lebih dari itu ,Yahudi laknatullah telah melakukan Genosida secara terus menerus. Sejak Deklarasi Balfour tahun 1917 nestapa rakyat Palestina semakin memprihatinkan. Lembaga PBB yang menaungi perdamaian dunia-pun tak sanggup meredam konflik ditanah Palestina. Ini bukti otentik bahwa baik Israel atau negara barat terutama AS-PBB adalah sebuah konspirasi jahat yang memang meneruskan misi mereka di perjanjian lama.
Perang sebagai salah satu penyelesaian sengketa secara paksa seharusnya dihindari
oleh negara-negara yang ber-sengketa untuk
menyelesaikan konflik. Hal ini tercantum dalam Pasal 2 ayat 4 Prinsip PBB yang menentukan: (all member shall refrain in their international relations from the trest or use of force against the territorial integrity or political independence of any state ao any other manner inconsistence with the purpose of the United Nations). Seandainya perang harus ditempuh maka para pihak harus melaksanakan sesuai dengan hukum humaniter. Istilah hukum humaniter berawal dari istilah hukum perang (law of war), yang kemudian menjadi hukum sengketa bersenjata (law of armed conflict) dan sekarang dikenal sebagai hukum humaniter internasional (international humanitarian law).
Sekilas begitulah gagasan dunia barat dalam menyelesaikan sebuah konflik. Dan perlu kita sadari juga, jalan peperangan sangatlah wajib bagi negara imperialis. Oleh karenanya cara ( uslub) untuk memperluas daerah jajahannya dengan jalan peperangan. Lantas bagaimana untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan tersebut?
Perhatikan firman Allah SWT dibawah ini :
الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا (4) فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا (5) ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا (6) إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا (7) عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا (8)
“Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS al-Israa’ : 4-8)
Ayat ini salah satu dari sekian bisyarah yang wajib kita sambut dan kita jemput secara gembira. Ada notifikasi penting yang segera kita ambil dari ayat tersebut. Kehancuran Israel yang telah dijanjikan Allah SWT adalah pemicu semangat dakwah kita, untuk kemudian kita mencari jalan bagaimana mewujudkannya. Maka jawaban yang benar atas pertanyaan tersebut adalah hanya mengembalikan perisai umat ( Khilafah). Menyatukan kembali negri-negri Islam dan mengambil secara paksa apa yang telah dirampas oleh orang-orang kafir.
Dengan begitu bukan hanya nestapa yang diderita oleh umat Islam di bumi Palestina, namun umat Islam di seluruh belahan dunia. Yang rindu dengan kedamaian, kesejahteraan dan ketentraman dibawah naungan Daulah Khilafah Rasyidah. Sehingga tidak akan ada lagi bentuk penindasan-penindasan yang dilakukan oleh negara-negara imperialis barat. InsyaAllah.
Wallahu A'lam Bishowab
