Oleh : Elis Irma Ratnasari
Kasus korupsi seolah tak pernah absen dari berita negeri ini. Dari mulai tingkat daerah hingga tingkat negara. Bahkan tak jauh di lingkungan tempat kita tinggal Kabupaten Majalengka.
Baru saja terungkap, seorang teller Bank telah merugikan negara senilai 1,4 miliar karena aksinya dalam merekayasa pencatatan keuangan.
Harian detik jabar menuliskan, aksi tersebut dilakukan dari tahun 2020 hingga 2024 ini.
Sejauh ini motif kasus masih didalami oleh pihak yang berwajib. Namun, pola korupsi dari kelas teri hingga kelas kakap selalu memiliki pola tujuan yang sama, yaitu ingin meraih kekayaan dengan jalan singkat.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi. Pertama lemahnya ketakwaan individu akibat hidup dalam sistem sekuler (pemisahan agama dari kehidupan). Dalam sistem sekuler, kebahagiaan tertinggi seseorang adalah dengan memiliki harta sebanyak banyaknya. Sehingga tak aneh, seseorang akan silau harta tanpa peduli lagi rambu rambu halal haram.
Kedua, praktik politik demokrasi yang mahal. Biasanya kasus korupsi ini terjadi pada pejabat negara. Sebelum menjabat, butuh modal besar untuk biaya kampanye dan lainnya. Sehingga ketika terpilih, korupsi adalah jalan singkat untuk balik modal. Melalui proyek proyek negara dengan nilai yang menggiurkan, terbuka celah untuk mengambil keuntungan.
Ketiga, sanksi yang tidak membuat jera. Para pelaku korupsi, tidak mendapatkan hukuman yang membuat mereka jera. Bahkan dalam peristiwa tertentu, masa tahanan mereka dikurangi remisi. Mengherankan lagi, dalam masa tahanan masih ada tersangka yang berkeliaran atau pun ditahan dengan fasilitas bak hotel bintang lima.
Kasus korupsi yang tak pernah usia ini seharusnya menjadi perhatian kita semua, terutama negara sebagai penegak hukum. Mari kita tinggalkan sistem kehidupan demokrasi sekuler yang telah melahirkan kerusakan. Perkuat ketakwaan individu dan masyarakat, serta tegakkan hukum yang menjerakan. Akan sempurna ketika kita perjuangkan dan terapkan sistem dari Sang Pencipta kita, semoga dengannya kita terhindar dari semua kerusakan dan akhirnya keberkahan hidup bernegara akan kita rasakan.
Tags
Opini
