Kecelakaan Lalu Lintas, Refleksi Tata Kelola yang Rapuh



oleh: Nayla Adzkiya Amin



Tirto.id, "Data di kita ada 152.000 lebih kejadian kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia ada 27.000 lebih. Artinya, tadi setiap 1 jam ada korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia di jalan raya," kata Kakorlantas Polri, Irjen Aan Suhanan kepada wartawan, Minggu (15/12/2024).

        Menelaah pemberitaan di atas, kecelakaan lalu lintas masih menjadi konsentrasi keras bagi keamanan berkendara di Indonesia, pasalnya setiap satu jam ada satu korban jiwa yang dihasilkan dari kecelakaan lalu lintas. Melihat angka ini, tentu saja hal ini tidak dapat diabaikan keberadaannya. Kecelakaan lalu lintas telah begitu banyak merenggut nyawa masyarakat. Bahkan, kecelakaan lalu lintas ini menjadi penyebab kematian nomor tiga terbesar setelah TBC-AIDS dan HIV-AIDS.

        Banyak yang menjadi faktor dari kejadian ini, di antaranya adalah kurangnya kewaspadaan di setiap pengemudi, rusaknya infrastruktur, adanya kesalahan saat mendapatkan izin mengemudi, dan banyak hal lainnya. Untuk mendapatkan izin mengemudi masih banyak pungli untuk mendapatkannya, banyak sekali orang yang mendapatkan surat izin mengemudi dengan membayar bahkan tanpa adanya tes. Mengerikannya hal ini sangat banyak terjadi dan sudah pasti memberikan dampak besar pada kualitas kemampuan pengendara. Wajar jika kecelakan terus menerus terjadi. 

        Tak hanya soal surat mengemudi, rusaknya infrastruktur juga dapat menjadi konsentrasi kita semua. Banyak sekali jalan yang rusak di sekitar kita. Bahkan terkadang kerusakan yang kita temukan bukanlah kerusakan yang dapat ditoleransi, sebagai contoh adalah adanya lubang cacat di jalan yang sudah pasti dapat memicu kecelakaan tunggal, belum lagi errornya lampu lalu lintas yang dapat menyebabkan tabrakan antar kendaraan, an lain sebagainya.

        Kendaraan yang tidak mumpuni juga dapat menjadi alasan kecelakaan terjadi, bukan hanya kerusakan saat sudah digunakan, tetapi juga kerusakan yang terjadi dalam pabrik dan adanya perizinan untuk kendaraan dapat digunakan. Sebenarnya, kerusakan ini bukanlah kerusakan illegal, melainkan  pemerintah yang mengizinkan kendaraan itu tetap beredar, padahal kualifikasi kendaraan dibawah standar. Sungguh permasalahan kecelakaan lalu lintas ini berasal dari berbagai faktor yang terus tumbuh subur dalam naungan sistem kapitalisme.

        Berbeda halnya di dalam negara berlandaskan Islam, hal-hal seperti ini tidak akan terjadi dan sudah pasti menjadi fokus pemerintah dalam penegakannya. Sebab, menyangkut kecelakaan berarti juga menyangkut tentang keselamatan jiwa warga negara. Dalam islam, menjaga jiwa dan martabat warga negaranya menjadi pekerjaan utama, sehingga tidak akan lagi ada kesalahan sistem dalam menjaga. Perihal dana, tentu saja ekonomi berlandaskan Islam dapat mengatur segalanya, dengan segala sumber dan pengelolaan yang baik, sehingga tidak ditemukan adanya kekurangan dana dan menimbulkan bahaya besar bagi masyarakat.

Dengan demikian, hanya Islam yang memang menjadikan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama. Ini pun menunjukkan betapa urgennya untuk mempunyai kepemimpinan yang menjamin keamanan setiap rakyatnya. Dengan aturan berlandaskan Islamlah dapat dipastikan berbagai sarana untuk menunjang keselamatan, mulai dari infrastruktur jalan, kelayakan kendaraan, hingga kualifikasi pengemudi yang terkontrol dengan ketat.

Dalam Islam pula tidak akan terjadi pungli dan korupsi dana sebagaimana yang hari ini tumbuh subur di era kapitalisme. Sebab, di era kapitalisme pemegang tanggung jawab teralihkan dengan kekuasaan dan materi sehingga bantuan dan kepengurusan sering kali tidak sampai kepada masyarakat. Para pemimpin pun tidak memiliki kesadaran akan hubungan dengan Sang Pencipta sehingga merasa baik-baik saja ketika berlaku zalim dan tidak adil termasuk dalam urusan infrastruktur jalan ini.

Hanya Islam sebagai solusi menyeluruh yang mampu menciptakan kedamaian dengan cara yang tegas dan adil. Siapa saja yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai hukum syara tanpa tebang pilih. Maka, penerapan Islam secara menyeluruh inilah yang mampu menyelesaikan masalah kecelakaan lalu lintas dari berbagai faktor. Hanya dengan Islam, kehidupan dapat dijalani dengan penuh rasa aman, sejahtera, dan terjaganya nyawa individu bukan sebatas mimpi. Semua akan benar-benar terwujud.

Wallahu a’lam bishawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak