Kebangkitan Islam Ada di Tangan Pemuda




Oleh : Nabila Sinatrya

Survei yang digelar pada 29 Mei hingga 9 Juli 2023 oleh IDN Research Institute, bekerja sama dengan Advisia sebagai Research Partner di lakukan di 10 kota di Indonesia bahwa kepercayaan terhadap demokrasi sudah menurun. Hasil survei diketahui 83,3% Gen Z tidak puas dengan demokrasi, rinciannya 59% itu sangat tidak puas kemudian 24,3% menyatakan kurang puas.

Data dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebanyak 1,2 miliar pemuda 15-24 tahun mengambil porsi 60-70% total penduduk dunia. Bahkan PBB mengatakan kalau tidak melibatkan mereka, maka taruhannya adalah demokrasi. Sehingga mereka berusaha menggait pemuda sebanyak mungkin agar demokrasi itu tetap eksis.

Sebagaimana dilakukan KPU Jawa Timur yang melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi di Jatim, untuk turut mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, dengan melibatkan seribu mahasiswa bagian dari Satgas Demokrasi. Kekhawatiran para kapital semakin terlihat, jika kepercayaan kalangan muda terhadap demokrasi mengalami penurunan, (kominfo.jatimprov.go.id).

Kesadaran politik berasas kemaslahatan tidak akan bertahan lama untuk mewujudkan perubahan sistemik yang revolusioner. Jika persoalan hari ini sistemik harusnya kesadaran politiknya bisa mewujudkan perubahan sistemik, yang hanya bisa didasarkan pada ideologis.

Jika menelaah perjalanan dakwah Rasulullah saw dan sahabatnya, menunjukkan pergerakan partai politik Islam secara masif dengan aktivitas bersifat pemikiran, politis, dan tanpa kekerasan. Memahamkan bobroknya sistem kufur jahiliyah dan mengganti dengan pemahaman hakikat kebenaran Islam.

Pemuda cerdas meleburkan diri dalam perjuangan bersama Hizb Rasul, menampilkan identitas politik Islam tanpa keraguan sedikitpun. Jejaring politiknya pun menerobos sampai Yastrib, tanpa teknologi dan digitalisasi mereka menyanggupi.

Energi besar para pemuda, utamanya Gen Z, semestinya dipakai untuk memperjuangkan tegaknya Khilafah, bukan malah terjebak dalam arus demokrasi yang hanya menghargai mereka menurut jumlah suaranya di TPS saja. Gen Z yang terkenal kreatif sesungguhnya akan mampu membuat berbagai terobosan baru agar pemahaman Islam kaffah bisa diakses dan dipahami oleh masyarakat luas.

Gen Z yang disebut juga digital native akan mampu mewujudkan dunia maya sebagai wasilah dakwah untuk mengubah dunia. Ia tidak akan terbawa arus sesat media sosial yang saat ini disetir oleh Barat. Bahkan, ia bisa menjadi trendsetter bagi kalangannya untuk hijrah secara total bersama-sama.

Demikianlah kekuatan ideologi dalam jiwa pemuda mukmin. Meski belum diterapkan oleh negara, baru diemban hamba-hamba yang beriman dalam sebuah partai politik ideologis telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Setelah kekuatan itu tegak di Madinah, kemuliaan Islam terus membesar sampai ⅔ dunia.

Jadi strategi yang harus ditempuh pemuda muslim adalah bergabung dalam sebuah partai politik Islam internasional yang Ideologis, mengikuti pembinaan intensif dengan pemikiran yang khas yang berasal dari Islam, bergerak aktif melebur bersama partai politik ideologis dengan arahan spesifik dan bertarget, masif membangun jejaring politik dengan berbagai organisasi di mana tokoh-tokohnya telah memberikan loyalitas dan bersedia dipimpin oleh partai, mengadakan berbagai forum diskusi dan pertemuan dengan umat di mana saja dan kapan saja, serta memperluas dakwah menggunakan berbagai media pada kanal-kanal media online dan semua sarana yang terbuka untuk dakwah. Wallahu’Alam bishowab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak