Bencana Alam di Mana-Mana, akibat Kapitalisme




Oleh. Ummu Rofi' (Aktivis Dakwah)



Allah Swt. telah memberikan peringatan yang tertuang dalam Al-Qur'an (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 49), Allah Swt. berfirman: "Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik."

Dilansir dari laman Detik.com, Minggu (08-12-2024), diinformasikan bahwa telah terjadi banjir di daerah Kabupaten Sukabumi akibat hujan deras selama 2 hari berturut-turut. Banjir yang telah memakan korban 10 jiwa dan 2 orang yang hilang. Seluruh rumah tenggelam karena banjir meluapnya air sungai di Kabupaten Sukabumi.

Di laman lain diberitakan, bahwa di daerah Kabupaten Pandeglang telah terjadi banjir setinggi 2 meter mengakibatkan jalan putus, akses jalan warga jadi terbatas dan sekisar 202 warga diungsikan ke posko darurat. Anak-anak pelajar pun menggunakan perahu untuk melewati jalan. (Kumparan.com, Kamis, 05-12-2024)

Jelas, bahwa musibah terjadi karena tangan manusia. Akhirnya Allah Swt. menurunkan musibah kepada manusia. Jadi bukan sekedar faktor alam semata.

Karena ulah tangan manusia yang sewenang-wenang tersebut, melakukan kebijakan yang akhirnya merusak tatanan lingkungan. Seperti melakukan pembangunan yang tidak melihat sebab akibat atas pembangunan tersebut, apakah akan terjadi banjir atau merusak lingkungan sekitar?

Mereka siapa? Yakni penguasa dan pengusaha elit, dan swasta yang ingin mengekploitasi alam negeri ini. Sungguh miris, akibat kebijakan yang bebas menjadikan rakyat susah dalam menjalani kehidupannya. Dan berdampak didatangkannya musibah di mana-mana, seperti banjir, longsor, jalanan retak, jalan putus, gempa, dan lain-lain.

Penguasa melakukannya karena saat ini diterapkannya sistem kapitalisme. Mencari modal sebanyak-banyaknya tanpa mengindahkan akibat yang telah dibuat. Rakyatlah korbannya. Miris! Begitupun para konglomerat, pengusaha elit dan swasta akan terus mencari cara agar meraih untung sebanyak-banyaknya. Kapitalisme standarnya manfaat dan sekularisme memisahkan agama dari kehidupan dan negara.

Jelas, sistem kapitalisme yang menjadikan alam ini rusak, musibah di mana-mana atas kerakusan mereka akan mencari materi sebanyak-banyaknya. Aturan yang adapun melanggengkan cengkraman mereka untuk mengekploitasi alam ini. Tidak kepada aturan yang shohih dan mengurusi urusan rakyatnya, malah menjauhkan kehidupan masyarakat dari aturan Islam dan politik Islam.

Oleh karena itu, musibah yang terjadi saat ini dikarenakan manusia dan sistem yang diterapkan. Maka harus segera diselesaikan secara sistemis bukan hanya sekedar perbaikan individu, akhlak semata dan sabar dengan musibah yang menimpa negeri ini.

Harus ada sistem yang bertanggung jawab penuh dalam mengurusi rakyat, tidak hanya untuk sgelintir orang saja, tapi menyeluruh untuk seluruh rakyat. Yakni itulah sistem Islam yang sudah terbukti pernah berjaya selama kurang lebih 13 abad lamanya. Dan aturan yang diterapkan sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, seorang Khalifah yang bertanggung jawab dan amanah dalam jabatannya.

Aturan yang diterapkan sesuai dengan aturan Islam, asasnya akidah Islam, yang di mana Allah sudah menerangkan (baca: QS. Al-Maidah: Ayat 50). Ayat tersebut jelas bahwa hukum yang lebih baik adalah hukum Allah Swt, bukan hukum selain Islam atau hukum jahiliyah. Dan Allah Swt. pun menerangkan dalam (baca: QS. Al-A'raf: Ayat 96), bahwa keberkahan dari langit dan bumi akan Allah Swt. turunkan, jika penduduk negeri beriman dan bertakwa. Dan dalam (baca di atas: QS. Al-Maidah: Ayat 49)

Masyarakat beriman dan bertakwa ketika sistemnya menjadikan ia bertakwa dan beriman. Namun jika sebaliknya apa yang dirasakan masyarakat saat ini, musibah di mana-mana, bukan azab, namun karena sistem kapitalisme. Maka Allah menurunkan musibah kepada makhluk yang membangkang dan tidak taat kepada aturan Allah Swt. Na'zhubillah

Kepemimpinan saat ini harus sadar, bahwa pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak dengan apa yang dipimpinnya. Karena Khalifah adalah junnah/raa'in (pelindung/pengurus) bagi seluruh manusia. Dengan demikian, keberkahan dari langit dan bumi pasti Allah Swt. akan berikan kepada seluruh penduduk negeri.

Pemimpin dalam Islam tidak akan menzalimi rakyatnya hanya demi kepentingan pribadi semata, karena Ia sadar akan amanah yang dipikulnya sangat berat. Khalifah akan menjadikan tata ruang itu sesuai dengan kegunanaan dan fungsinya. Misal, tanah pengairan, contohnya sungai, danau, dan waduk. Aktivitasnya untuk pertanian, perikanan. Tanah pengairan tidak bisa dialih fungsikan untuk pembangunan gedung tinggi hanya demi kepentingan. Khalifah pun tidak akan memberikan izin. Karena itu akan berakibat fatal bagi kehidupan masyarakat seluruhnya.

Maka untuk saat ini kaum muslimin harus kembali kepada aturan Allah Swt. yakni sistem Islam, musibah bisa juga ujian, namun saat ini musibah yang terjadi secara terus- menerus bukan hanya sekedar ujian atau azab, namun karena sistem yang diterapkan. Harus beralih kepada sistem yang shohih dan memberikan keberkahan untuk seluruh umat manusia di muka bumi Allah Swt., pemimpin yang bertanggung jawab dan amanah. Wallahu 'alam bish showwab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak