Bangunan Sekolah Tak Layak, Bukti Kegagalan Sistem




Oleh : Iska, Pemerhati Sosial, Cinanggela Pacet Kab. Bandung.



Dalam peringatan Hari Guru Nasional 2024, Kamis (28/11/2024) Prabowo menegaskan kembali bahwa anggaran sebanyak Rp. 17,5 triliun akan dialokasikan untuk renovasi sekolah-sekolah di Indonesia. Anggaran pendididkan tersebut menjadi paling besar dalam sejarah.
Kementerian Pekerja Umum (PU) menyatakan renovasi dan rehabilitasi yang akan dimulai pada tahun depan bertujuan agar anak-anak indonesia bisa bersekolah dengan lebih layak.
Pembangunan prasarana sekolah dan madrasah beserta perabot dengan prinsip ketuntasan. Lalu pengadaan sarana pendidikan yakni peralatan teknologi informasi dan komunikasi TIK, peralatan laboratorium, pengadaan buku koleksi perpustakaan, peralatan praktik dan alat peraga edukasi (APE). Dan pembangunan prasarana yang diperlukan untuk pelayanan satu atap (SATAP) PAUD-SD.

Prabowo mengakui masih banyak sekolah yang perlu diperbaiki di luar 10.440 sekolah target tersebut.
“Saya yang paling sadar bahwa ini masih harus ditingkatkan. Bukan 10 ribu sekolah yang perlu diperbaiki, kita punya 330 ribu sekolah lebih. Jadi pekerjaan kita tidak ringan, tapi kita bertekad untuk bekerja keras,” tutur Prabowo.
Banyaknya bangunan sekolah tidak layak menjadi salah satu indikasi kurangnya kepedulian negara terhadap generasi, baik dalam hal keselamatan siswa, kenyamanan belajar, kegiatan belajar. Proses belajar mengajar adalah proses yang sangat penting dan membutuhkan kondisi yang aman dan nyaman serta keselamatan anak terjamin termasuk bangunan yang memadai.

Namun penguasa yang tidak peduli tidak akan memenuhi kebutuhan tersebut, bahkan abai karena penguasa jauh dari mafhum ra’awiyah (mengurus rakyat). Inilah watak negara dalam naungan kapitalisme. Tempat memang penting untuk keberlangsungan pendidikan. Namun untuk terwujudnya pendidikan kualitas, ada banyak faktor yang memengaruhi. Tujuan penambahan gedung sekolah dan sarana prasarana lain yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan daya saing, serta menumbuhkan semangat dan rasa nyaman dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Dalam Islam, pendidikan dan belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim (baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda dan dilakukan sepanjang masa). Setiap muslim wajib untuk mencari dan menimba ilmu. Untuk menggambarkan pentingnya ilmu, selain itu pula, Islam menjadikan pendidikan sebagai sesuatu yang penting yang menjadi tanggung jawab negara, untuk menyediakan sarana prasarana yang berkualitas yang aman untuk tercapainya tujuan pendidikan. Negara memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan bangunan sekolah yang kokoh serta mengupayakan untuk mewujudkannya. Disamping itu pula negara berkewajiban menyediakan tenaga pengajar yang ahli dibidangnya, sekaligus memberikan gaji yang cukup bagi mereka.

Dengan adanya Anggaran untuk pembangunan sekolah yang layak bagi siswa-siswi dan diperhatikan nya peralatan teknologi dan komunikasi , seharusnya perhatikan juga tentang pelajaran agama islam yang bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang berakhlak baik. Di bawah penerapan sistem politik Islam-lah negara mampu memenuhi kebutuhan anggaran pendidikan. Apalagi pembiayaan tersebut bersifat mutlak.

Inilah sistem pendidikan Islam yang mampu mewujudkan pendidikan berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh siapapun, kaya atau miskin, muslim maupun non muslim dengan sarana prasarana terbaik dan unggul.
Wallahu a'lam bish shawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak