TEGAKKAN ISLAM SECARA HAKIKI, BUKTI IMPLEMENTASI CINTA NABI



 
                  Oleh : Ummu Aqeela
 
Satu di antara bulan spesial dalam tahun hijriyah ialah Rabiul Awal. Bulan kelahiran manusia mulia, kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang namanya bersanding dengan Allah dalam lafazh syahadat. Diala Muhammad Sholallaahu ‘alaihi wasalam.
 
Gelora semangat memperingati maulid Nabi Muhammad Saw yang jatuh pada hari Senin , tanggal 16 Sebtember 2024 pun tampak di kalangan umat Islam. Berharap dengan demikian mampu mengingat kembali sosok Muhammad Saw sebagai suri teladan sejati. Memantik semangat juang di tubuh umat Islam sebagaimana yang pertama kali dilakukan di masa Salahudin Al-Ayubi.
 
Hadirnya Rasulullah SAW di tengah umat bagai oase di padang tandus. Beliau menuntun umat manusia dari keadaan jahiliah. Kala syahwat dunia merajalela mengalahkan akal sehatnya menuju kehidupan penuh berkah dengan ajaran Islam yang Kaffah.
 
Keteladanan Rasulullah SAW tercermin bukan pada aspek akidah semata, tapi juga pada syariah dan eksistensi daulah yang bernafaskan Al-Qur’an juga As-Sunah. Beliau adalah pemimpin di keluarga, di tengah umat dan di dalam institusi negara, yaitu Daulah Islamiyah yang pertama kali tegak di Madinah Al-Munawarah. Sehingga aspek politis kenegaraan tidak bisa dilepaskan dari sosoknya.
 
Kehadiran Rasulullah SAW dengan Islamnya di tengah-tengah umat manusia adalah untuk mengatur seluruh aspek kehidupan mereka. Baik dalam lingkup akidah, ibadah, muamalah hingga siyasah (politik). Jelas, Islam datang untuk mengatur kehidupan manusia, bukan untuk diatur oleh manusia sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang sekuler liberal saat ini berada.
 
Teladan Rasullulah SAW bukan hanya dalam aspek akidah, spiritual, moral dan sosial saja. Tidak boleh keteladanan beliau hanya dibatasi pada aspek-aspek itu saja. Sebab jika demikian, hal itu sama saja mengerdilkan sosok beliau. Beliau juga memberikan teladan kepemimpinan dalam bernegara, berpolitik dalam dan luar negeri, menjalankan pemerintahan, menerapkan hukum dan menyelesaikan persengketaan.
 
Bukan hanya dari kalangan kaum Muslim, kaum pemikir Barat pun mengakui ketangguhan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Di antara catatan positif sarjana Barat terhadap Rasulullah SAW tertuang dalam buku berjudul “Muhammad: A Biography of the Prophet” karya Karen Armstrong, yang terbit pertama kali pada 1991.
Selain itu, jauh-jauh hari sebelum Armstrong, Michael H Hart menempatkan Muhammad Saw pada peringkat pertama di antara 100 tokoh yang dianggap paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Masyaallah, sungguh menakjubkan.
 
Bercermin dari keteladanan Rasulullah SAW, maka menjadi sebuah keharusan untuk dapat kita amalkan secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam skala keluarga maupun negara.
 
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Qur’an surah Al-Hasyr ayat 7, 
“Apa yang Rasul bawa maka ambillah dan apa yang Rasul larang atas maka tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah keras azab-Nya.“
 
 
Sehingga momentum Maulid Rasulullah ialah waktu tepat untuk kian melesatkan mujahadah dalam berislam secara kaffah. Berislam untuk memantapkan keimanan dan ketakwaan individu, menguatkan kontrol masyarakat dengan aktivitas dakwah menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemunkaran, serta menegakkan kepemimpinan Islam yang menerapkan hukum Al-Qur’an dan As-Sunah.
 
Insyaallah, hidup dinaungi berkah, terlepas dari berbagai masalah yang menjauhkan dari Jannah Allah Subhanahu wa Ta’ala . Semoga dengan upaya tersebut kita dikumpulkan dengan Rasulullah SAW di tempat mulia dan dicahayai syafaatnya. Allahumma aamiin.
 
 Wallahu’alam bishowab.
 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak