Oleh: Faiza Islam Rafaki Ahd Ruhiyat
(Santriwati Mahad Madrasah Ummat)
Apa itu merdeka? Kata merdeka diambil dari bahasa Sansekerta, Maharddhika yang berarti kaya, sejahtera dan kuat. Juga bebas dari segala belenggu (kekangan), aturan, dan kekuasaan dari pihak tertentu. 17 Agustus 1945, hari diperingatinya kemerdekaan Indonesia. Pada hari itu Indonesia bebas dan merdeka dari penjajahan Belanda.
Namun ternyata merdeka cuma sekedar kata. Karena fakta hari ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia masih terjajah pikirannya oleh virus-virus dan serangan halus para penjajah Barat. Khususnya para pemuda yang telah banyak positif virus ini. Akibat sekularisme, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, menjadikan para pemuda tak berpola pikir dan berpola sikap layaknya pemuda muslim. Kenakalan pemuda semakin meningkat kasusnya.
Baru-baru ini, tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur meringkus belasan pelaku tawuran di Cipayung, Jakarta Timur yang membawa senjata senapan angin dan senjata tajam. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan, para pelaku tawuran yang berhasil diamankan tersebut yakni AF (19), MZA (17), RP (23), MR (15), HS (17), MS (17), WS (21), AA (20), A (18), RS (17), dan AS (21). "Dari tangan para pelaku tawuran diamankan sejumlah barang bukti," kata Nicolas. Sindonews.com (14/7/2/2024).
Bukan hanya para pemuda. Bila kita melihat langsung warga Indonesia tak sedikit dari mereka yang miskin, terjerat hutang, ditambah lagi biaya pajak yang tak kalah besarnya. Kezaliman dan kecurangan politik, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan terjadi dimana-mana. Masyarakat semakin terbelenggu dengan diadopsinya sistem ini. Inikah yang dinamakan merdeka?
Penjajahan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, seluruh dunia pun merasakannya. Bahkan yang lebih parah, penjajahan pada kaum muslimin di Uighur, Khasmir India, Bosnia, Bangladesh, Uzbekistan, Rohingya dan beberapa negara di Eropa.
Pelecehan agama, penghinaan dan penindasan tanpa ampun terjadi pada kaum muslimin. Tragedi yang tak akan pernah dilupakan umat Islam dan seluruh umat manusia yang terjadi pada Palestina. Bukan lagi disebut konflik tapi lebih pantas disebut pembantaian rakyat Palestina oleh Zionis laknatullah ‘alaihim.
Merdeka adalah bebas dari penjajahan fisik juga bebas dari penjajahan pikiran. Selama lebih dari seratus tahun sejak keruntuhan khilafah pada 3 Maret 1924. Sejak saat itu, kaum Muslimin merasakan penderitaan, perpecahan dan kerusakan. Semakin jelas bahwa merdeka, cuman katanya. Penderitaan ini akan terus berlangsung sampai kaum muslimin sadar untuk bangkit dari keterpurukan tanpa daulah Islam.
Satu-satunya yang bisa melindungi dan bisa menjadi perisai kaum muslimin hanyalah daulah Islam. Yang mengatur segala aspek kehidupan berasaskan Al-Quran dan as-sunah. Bersumber langsung dari Sang Khaliq.
Islam adalah ideologi yang jelas kebenarannya dan ideologi selain Islam adalah bathil karena tak ada yang tahu apa yang terjadi di dunia ini sebelum dan sesudahnya.
Allah telah berjanji bahwa Islam akan menang dan khilafah ‘ala minhaj nubuwah akan kembali tegak. Dalam hadist riwayat Abu Dawud, Rasulullah saw. bersabda:
“Periode kenabian akan berlangsung kepada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu muncul periode khilafah ala minhaj nubuwwah selama beberapa masa hingga Allah mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabariyyan (penguasa-penguasa yang totaliter) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ala minhaj nubuwwah.” (Hr. Abu Dawud).
Yah... kebangkitan khilafah merupakan janji Allah. Pasti akan terwujud. Namun, akankah kita diam membisu ketika telah tahu bahwa kemenangan itu pasti?. Tentu tidak kawan!. Kita harus lebih gembira dan semangat, karna sekecil apapun usaha yang kita lakukan demi Islam, pasti akan membuahkan kemenangan.
Satu-satunya selain doa yang bisa kita lakukan adalah dakwah. Dakwah menyeru kepada kebenaran, mengajak untuk melaksanakan syariat Islam secara kaffah. Mengajak kaum muslimin bersatu.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.” QS. Ali Imran: 4.
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” QS. Ali Imran: 110.
Sebagaimana telah Allah Swt. jelaskan melalui ayat diatas, bila syariat Islam terlaksana sepenuhnya, terbukti kehancuran dan kezaliman pada akan sirna. Sejatinya, tak akan merdeka tanpa ditegakkannya syariat Islam.
Tags
Opini
