Perbaikan Jalan Menunggu Viral



Oleh : Kartika Septiani



Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Provinsi Lampung pada Jumat (5/5) untuk mengecek jalanan rusak yang belakang viral di media sosial. Kunjungan kali ini turut menyedot perhatian publik. Terlebih, kala mobil Jokowi yang berpelat RI 1 itu menerjang jalanan rusak. Padahal Jokowi saat ini naik mobil jenis sedan.
Presiden Joko Widodo meninjau Jalan Terusan Ryacudu di Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (5/5).

Jokowi yang semula naik Mobil Mercedes-Benz S 600 Guard kemudian berganti kendaraan dengan sejenis jip. Menurut Jokowi, infrastruktur, terutama jalan, menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Sebab, jalan akan berdampak pada distribusi logistik, termasuk bahan makanan.

"Biaya logistik itu sangat bergantung baik tidaknya infrastruktur yang kita miliki ya," ujar Jokowi di Pasar Natar, Lampung Selatan, Jumat (5/5).

Jokowi berniat meninjau sejumlah jalan rusak di Provinsi Lampung. Ia ingin mengingatkan pemerintah daerah untuk mengedepankan pembangunan infrastruktur. Perintahkan Kementerian PUPR bantu
Jokowi memahami pemerintah daerah punya keterbatasan anggaran untuk membangun jalan.

Oleh karena itu, Jokowi akan memerintahkan Kementerian PUPR membantu daerah tersebut untuk memperbaiki jalan rusak.
"Provinsi tidak memiliki kemampuan, kemudian kabupaten tidak memiliki kemampuan, ya akan diambil alih oleh kementerian PU, utamanya yang jalannya rusak parah," kata Jokowi. Dikutip dari cnn.indonesia (06/05/2023) 

Kendaraan yang ditumpangi Presiden Jokowi tersebut melintasi jalan yang rusak, penuh kerikil dan bebatuan, juga berlubang dan terdapat beberapa genangan. Jalanan seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, yang tentu saja bisa berakibat pada jatuhnya korban jiwa. 

Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah masih abai terhadap pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh rakyat, dan lengahnya pengawasan dari pemerintah pusat terhadap kinerja pemerintah daerah. Menggambarkan betapa lemahnya kepengurusan terhadap rakyat dibawah sistem kufur, yang tidak menjadikan meriayah umat adalah sebuah tanggungjawab besar dan amanah yang berat. Permasalahan haruslah diviralkan terlebih dulu agar mendapatkan penanganan dan solusi dari pemerintah. 

Berbeda dengan bagaimana sistem islam menjadi aturan dalam bernegara. Infrastruktur sangat penting untuk kehidupan umat. Salah satunya seperti pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab R.A, beliau pernah bertutur :

 “Seandainya seekor keledai terperosok ke sungai di Baghdad, niscaya Umar akan dimintai pertanggungjawaban (oleh Allah) dan ditanya, mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya.”
 
Beban kepemimpinan dalam islam sangat berat, karena pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah kelak tentang rakyatnya. Menjaga kesejahteraan dan keamanan jiwa raga rakyat. Jadi, setiap ada permasalahan akan diselesaikan dengan sigap dan tuntas. Tidak perlu menunggu viral, atau bahkan permasalahan nya semakin besar. Hanya dengan Islam umat dapat teriayah dengan baik, bukan yang lain. Wallahualam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak