Oleh : Ummu Ahnaf
Bank dunia merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia supaya mengubah acuan tingkat garis kemiskinan yang diukur melalui paritas daya beli atau purchasing power parity.
Menurut mereka, seharusnya garis kemiskinan di Indonesia diukur dengan paritas daya beli melalui besaran pendapatan sebesar US$ 3,20 per hari, bukan dengan ukuran yang pemerintah gunakan sejak 2011 sebesar US$ 1,9 per hari.
NEWS.id.Com.(0905/2023)
Garis kemiskinan terus bertambah. Padahal Indonesia adalah negri yang kaya akan sumber daya alamnya, Indonesia juga punya SDA meliputi gas, batu bara,minyak bumi, dalam bidang perikanan dan lainnya. Namun faktor apakah yang menyebabkan kemiskinan masih lestari, di negri yang kaya akan sumber daya alamnya? Ya Indonesia adalah salah satu negara yang mengekor pada mabda kapitalisme - sekuler. Faktor yang mendominasi angka kemiskinan adalah ketidak merataan atau ketimpangan pendapatan. Adanya ketimpangan keadaan ekonomi antara wilayah, kota dan desa. Dalam sistem kapitalisme orang kaya dan orang miskin, sangat berbeda di posisi. Mabda kapitalisme yang berasaskan manfaat juga keuntungan menjadikan orang-orang yang ada di bawah semakin tertindas. Kekayaan negri hanya di nikmati bagi para konglomerat_Investor. sedangkan masyarakat bawah hanya bisa mencicipi sisa tetesannya. Tahun Ketahun pergantian pemimpin tidak lantas menyelesaikan masalah kemiskinan di negeri yang kaya raya akan sumber daya alam nya. Dari sini seharusnya masyarakat menyadari bahwa kepemimpinan dan sistem yang di emban suatu negri akan memiliki pengaruh besar bagi roda perekonomian. Selama di suatu negara menganut faham kapitalisme maka yang terjadi. Negara bangkrut dan kemiskinan terus meningkat.
Gambaran di atas adalah sisi gelap demokrasi-kapitalisme yang patut kita ekspos ke hadapan ummat, sistem ekonomi Islam mendorong peredaran harta ditengah masyarakat dan mencegah agar harta tak terakumulasi dan terisolasi peredarannya di sekitar kalangan atas saja. Jika kapitalisme mengajarkan para penganutnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi setinggi tingginya, maka Islam jauh mengungguli man-made ideology tersebut. Dalam Islam produksi tidak hanya tumbuh, tapi dia harus terdistribusi ke seluruh masyarakat dan berkelanjutan.
Tumbuh dalam artian volum produksi harus mengimbangi pertambahan jumlah penduduk negara dan mengimbangi kewajiban belanja negara dalam melaksanakan kebijakan politik dalam dan luar negerinya, utamanya dakwah dan jihad. Hal ini terkait pula dengan pemerataan, sebab suatu hal yang wajib bagi negara untuk mendistribusikan kebutuhan primer secara merata ke setiap warga negara. Kewajiban ini akan senantiasa terbebankan kepada negara sehingga negara harus mengusahakan kemakmuran ekonomi berjalan secara terus menerus tanpa mentolerir krisis periodik. Karena jika tidak tertunaikan barang sebentar saja, khalifah dan segenap perangkatnya dianggap lalai dan berdosa.
Adapun langkah langkah Khilafah dalam menjalankan hal tersebut adalah sebagai berikut:
Subsidi Kepada Rakyat Tidak Mampu
Dalam Al Quran disebutkan:
…Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian (QS al-Hasyr [59]: 7).
Khalifah melalui struktur administratif Mashlahah/Departemen Sosial akan mendata orang per orang secara detail, sehingga jelas siapa saja yang memiliki penghasilan berapa. Siapa saja yang terkategori miskin dan tidak miskin.
Dinas sosial juga akan mendata skill apa saja yang dimiliki oleh tiap-tiap warga. Sehingga dari data sosial ini akan dikeluarkan sejumlah dana untuk memenuhi kebutuhan tiap individu miskin. Sebagai gambaran, jika seseorang teridentifikasi miskin tapi memiliki skill bertani, maka khalifah akan memerintahkan dinas sosial untuk memberikan modal sebidang tanah, traktor, bibit, pupuk. Ditindaklanjuti oleh dinas perindustrian dengan memberikan training dengan teknologi pertanian state of the art yang dihasilkan oleh lembaga riset yang berada di bawah dinas tersebut. Saatnya ummat menyadari sistem terbaik adalah sistem yang datang dari sang pencipta Alloh S.WT. sistem yang akan memberikan kemaslahatan untuk seluruh makhluk di muka bumi. Sistem Khilafah Islamiyyah.
Wallahu a'lam bishowwab
Tags
Opini
