Oleh : Amy Musa
Tingkat pengangguran di negeri negeri yang mayoritas berpenduduk muslim relatif tinggi, salah satunya Indonesia. Jumlah pencari kerja jauh diatas lowongan kerja. Masalah pengangguran merupakan salah satu isu ekonomi yang dibahas oleh para pakar untuk dicari solusi penyelesaian nya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data Februari 2023 masih ada 7,99 jt pengangguran di Indonesia. Secara rinci, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia sebanyak 211,59 jt orang. Dari jumlah tersebut 146,62 jt orang masuk dalam angkatan kerja dan 64,97 jt orang bukan angkatan kerja.
Pemerintah mengklaim terjadinya pengangguran akibat terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia, sementara jumlah angkatan kerja meningkat, minimnya keterampilan sehingga kalah saing dengan pekerja dari luar, serta sulitnya menciptakan wirausaha.
Adapun solusi dari pemerintah adalah dengan terus mengadakan pelatihan pelatihan vokasi. Namun faktanya hal tersebut hanya di anggap klise yang tidak akan mampu menyelesaikan masalah pengangguran. Selain karena pemborosan dana, pendidikan dan pelatihan vokasi juga nyata tidak menuai hasil.
Sistem ekonomi kapitalisme menjadikan upah sebagai biaya produksi sehingga saat ada kenaikan biaya produksi rentan dengan adanya PHK yang tentu saja berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran.
Masalah pengangguran bukan hanya dialami oleh negara negara berkembang saja, akan tetapi juga dialami oleh negara negara maju dan memang sistem ekonomi kapitalisme tidak akan mampu menjawab masalah pengangguran karena didalam sistem ini tidak menjadikan negara sebagai pihak sentral dalam terpenuhinya kebutuhan rakyatnya.
Sistem ekonomi kapitalisme hanya fokus pada keuntungan individu pemilik perusahaan, dimana negara akan lebih banyak menggelontorkan dana kepada perusahaan perusahaan besar dengan alasan agar perusahaan tersebut mampu bertahan dan tidak mem-PHK karyawan nya daripada menggelontorkan kepada rakyat yang butuh suntikan dana untuk modal usaha. Dari sini jelaslah bahwa yang menyebabkan kesenjangan antara lapangan pekerjaan dengan para pencari kerja adalah penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Sistem ini membuat kerusakan lingkungan karena kerakusan pemilik modal, terciptanya kemiskinan akibat pengangguran yang akan melahirkan problem baru seperti kelaparan, kebodohan dan berbagai kriminalitas.
Dalam islam, pemimpin adalah penanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.
" Imam (Khalifah) adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggungjawab atas pengurusan rakyatnya. (HR Al Bukhari).
Langkah langkah yang dilakukan negara Islam dalam mengatasi masalah pengangguran bisa di awali dalam hal pendidikan. Pendidikan dalam Islam akan sangat mudah didapatkan, bahkan gratis. Rakyat akan dibebaskan untuk memilih sesuai dengan potensinya termasuk memberikan keahlian dan keterampilan kepada rakyat. Negara juga akan menyiapkan sarana dan prasarana seperti memberikan modal dengan cuma cuma untuk mereka yang membutuhkan modal usaha.
Islam yang memiliki regulasi kepemilikan, yaitu kepemilikan individu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara. SDA yang melimpah maka pengelolaan nya adalah oleh negara, hal ini akan mampu menyerap lapangan pekerjaan. Negara akan memastikan para laki laki bekerja dan mampu memenuhi tanggungan nya.
Rasulullah bersabda :
" Mencari Rizki yang halal itu wajib sesudah menunaikan yang fardhu "
( HR At Thabrani , Al Baihaqi ).
Kewajiban bekerja hanya untuk laki laki saja, ini akan menghilangkan persaingan antara tenaga kerja perempuan dan laki laki, kecuali pekerjaan yang memang mengharuskan dilakukan oleh perempuan.
Jika kita mau mengembalikan aturan hidup dengan Islam, maka Islam akan memberikan solusi yang lahir dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Karena Islam merupakan agama yang tidak hanya mengatur perkara ibadah saja melainkan Islam mengatur seluruh perkara kehidupan seperti mengatur tentang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lainya termasuk masalah pengangguran.
Wallahu'alam bissowab..
Tags
Opini
