Oleh : Heni Lestari
(Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam)
Coldplay merupakan band asal Inggris yang memiliki personil Chris Martin sebagai vokalis, Johnny Buckland sebagai gitaris, Guy Berryman sebagai bassist, dan Will Champion sebagai drummer. Berdiri atau terbentuk pada tahun 1996 dengan nama pertamanya yaitu Pectoralz bergenre rock. Awalnya band rock Inggris ini dirintis oleh Cris Martin dan Jonny Buckland yang berasal dari kampus yang sama yakni di University College London. Kemudian nama band tersebut sempat berubah menjadi Startfish saat Guy Berryman bergabung tepatnya pada tahun 1997. Pada tahun 1998, band mereka pun kembali mengubah nama menjadi Coldplay sampai sekarang. (sumber : www.kompasiana.com, 20Mei2023).
Boy band yang di punggawai oleh Cris Martin ini rencananya di bulan November tahun 2023 akan tampil di Indonesia. Banyak kalangan yang pro dan kontra mensikapi hal ini . Masyarakat yang menolak di sinyalir memahami bahwa grup band ini menganut paham atheis dan mendukung kelompok eljibitiqi. Bahkan di salah satu konsernya band ini tampil dengan membawa bendera pelangi yg menjadi simbol kelompok eljibitiqi.
Musik melalui sebuah lirik, instrumen dan gaya bernyanyi sering kali menjadi media yang paling mudah untuk terjadinya transfer budaya, transfer pengetahuan bahkan tidak menutup kemungkinan juga terjadi yang namanya transfer ideologi.
Ideologi yang di bawa atau di emban sebuah kelompok band disinyalir bisa menjadi ajang untuk mempromosikannya.
Apalagi Indonesia adalah negara berkembang. Sebagian masyarakatnya ketika mendengar lagu hanya akan sekedar ikut-ikutan bernyanyi. Tanpa melihat ada selipan apa dalam makna lirik lagu yang dibawa oleh sang penyanyi. Hal tersebut di karenakan rata-rata masyarakat Indonesia hanya mendengar musiknya.
Beberapa masyarakat menilai bahwa harga tiket konser sangat fantastis dengan harga termurah tiket Rp 800.000 dan yang VVIP mencapai Rp 11 juta. Beberapa artis Indonesia bahkan ada yang menonton konser ini tidak di Indonesia tapi di luar negeri. Beberapa puluh juta kocek rela dikeluarkan. Sungguh kondisi yang sangat miris.Dan tiket ini bahkan laris manis untuk diperebutkan. Sangat ironi sekali. Sementara di satu sisi banyak sekali masyarakat kita yang berada di garis kemiskinan. Jangankan untuk membeli tiket konser. Untuk makan dan keperluan sehari hari saja tidak mencukupi. Masyarakat yang miskin hampir tidak mengenal yang namanya hiburan musik, healing atau apapun itu. Yg mereka butuhkan hanya bisa makan dan hidup dengan layak.
Hal ini menunjukkan negara tidak dapat menjamin kehidupan yang layak untuk rakyatnya. Konser-konser yang hanya mendatangkan mudharat untuk masyarakat lebih diperhatikan dengan alasan kebebasan ber ekspresi dan toleransi. Konser artis luar negeri di datangkan berulang kali di Indonesia. Yang paling penting buat mereka adalah mendatangkan dan meraup keuntungan pundi pundi rupiah sebanyak banyaknya.
Tidak mempedulikan halal atau haram. Bermanfaat ataupun tidak bermanfaat. Tidak ada nilai empati yang dimunculkan oleh negara mensikapi hal tersebut diatas.
Empati adalah upaya untuk mengerti orang secara mendalam, baik dari segi emosional maupun intelektual. Seseorang akan menggunakan hati, mata, dan pikirannya untuk mendengar secara objektif. Sifat empati merupakan kemampuan seseorang untuk menyadari perasaan, kepentingan, kehendak, masalah, atau kesusahan yang dirasakan orang lain. Singkatnya, empati adalah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.(Dikutip dari buku Kepemimpinan Empati Menurut Al Quran oleh Asep Dika Hanggara).
Islam sangat menganjurkan sikap empati ini. Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 2 sebagai berikut,
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ...
Artinya: "...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. Al Maidah: 2).
Semoga kita menjadi kaum muslim yang mempunyai sifat empati, bersikap kritis dan memahami apa yang terjadi dengan umat sekarang ini
Wallahu A'lam Bisowab.
Tags
Opini
