Muhammad Bukan Sembarang Nama !



Oleh : Raihana Radhwa 
(Ibu Rumah Tangga)

Umat beragama seminggu ini digegerkan dengan konten promosi bermuatan pelecehan terhadap nama-nama manusia yang dimuliakan. Hollywing sebuah club malam memberikan minuman beralkohol gratis kepada pemilik nama “Muhammad” dan “Maria”. Sontak saja elemen umat Islam dan Nasrani berang. Promosi tersebut secara tidak langsung menyiratkan bahwa orang-orang yang namanya agamis saja bersedia meminum minuman haram.

Menanggapi respon keberatan dan tuntutan dari umat beragama, manajemen Hollywings meminta doa dan dukungan menempuh jalur hokum yang harus dilalui. Mereka juga menyinggung banyaknya karyawan usaha food and beverage-nya yang mencapai 3000an orang beserta keluarga yang bergantung pada pekerjaan tersebut (detik.com, 26/06/22).

Selain menyinggung banyaknya karyawan yang dipekerjakan, banyak pembela pelaku promosi yang sudah ditahan berdalih bahwa konten itu hanya berniat untuk promosi dan merupakan hasil kreatifitas desainernya. Hal ini justru menunjukkan kreatifitas liberal yang mereka anut karena karya yang mereka buat tidak mengindahkan norma-norma yang seharusnya dijunjung dalam bermasyarakat salah satunya toleransi umat beragama.

Bagi umat Islam, nama Muhammad sangat istimewa. Muhammad adalah nama manusia yang paling mulia, kekasih Allah, penutup para nabi utusan Allah, pemberi syafaat pertolongan di hari kiamat nanti. Allah sendiri memilih nama Muhammad bagi manusia yang akan dipilihnya sebagai Rasul. Nama Muhammad bukanlah pemberian manusia, tapi nama yang diilhamkan Allah kepada kakek dan ibunya. 

Diriwayatkan dalam kitab Sirah Nabawiyah karangan Ibnu Hisyam, ibu Rasulullah yang bernama Sayyidah Aminah pernah didatangi malaikat saat mengandung Rasul. Malaikat itu berkata, “Sesungguhnya kau sedang mengandung pemimpin umat ini. Maka, ketika ia terlahir ke dunia, ucapkanlah: “aku memohon perlindungan untuknya kepada Tuhan yang Maha Esa, dari kejahatan setiap orang yang hasud, dan namai ia ‘Muhammad’.” 

Imam al-Muhaddits Abu al-Qasim al-Suhaili menjelaskan begitu istimewanya nama Muhammad ini hingga Allah mengkondisikan tidak ada nama yang menyamainya pada saat itu untuk menunjukkan kemuliaan pemilik nama tersebut sebagai nabi dan rasul di kemudian hari. Hal ini nampak saat Abdul Muttalib ditanya tentang nama cucunya, Ia menjawab, “Muhammad”. Si penanya heran, “ kenapa kau namai ia dengan nama yang tidak seorang pun dari nenek moyang dan kaummu menggunakannya?”. Abdul Muttalib kakek Rasulullah pun menjelaskan,’Sesungguhnya aku sangat ingin semua penduduk bumi memujinya.“

Muhammad bukanlah sekedar nama, tapi bagi muslim memberi nama Muhammad merupakan sunah yang berpahala juga sebagai doa aga pemilik nama tersebut memiliki sikap dan perilaku yang mencontoh Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berilah nama dengan namaku, akan tetapi jangan memanggil dengan panggilanku (yakni Abul Qasim) kerana sesungguhnya aku adalah Qasim (pembagi) yang membagi di antara kalian.” (HR. Imam Muslim).

Seperti itulah keistimewaan nama Muhammad bagi umat Islam. Hal ini tentu tidak dipahami oleh peradaban sekulerisme yang menempatkan nama sekedar penyebutan pembeda antar manusia maupun identitas keturunan. Bagi mereka, kata Muhammad itu sekedar nama. Tidak ada sisi ruhiyahnya.

Peristiwa gegernya promosi Holywings ini seharusnya menyadarkan umat Islam bahwa kecintaan sepenuhnya kepada Nabi Muhammad hanya dapat diwadahi oleh sistem Islam. Tentu saja bukan kecintaan setengah-setengah versi peradaban sekuler. Kecintaan pada Nabi ala sekuler hanya ditunjukkan pada saat momen keagamaan dan ibadah serta di tempat ibadah dan lingkungan privat saja. Sebaliknya, kecintaan pada Nabi yang diajarkan Islam dimuali dengan mengimaninya sebagai utusan Allah, memuliakannya, bersholawat padanya, hingga meneladani kehidupannya, menjalankan tuntunan syariatnya, dan memperjuangkan kemenangan Islam. Umat Islam hendaknya merindukan kehadiran sistem Islam sebagaimana mereka merindukan sesurga bersanding dengan Nabi.

Waalahu a'lam.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak