Jadilah Muslimah Pengukir Peradaban!

Oleh : Messy Ikhsan

Persepsi keliru yang kini tengah menjamur di kalangan masyarakat. Banyak yang menganggap perempuan muslimah hanya boleh bertugas seputar kasur, dapur, dan sumur. Dibatasi pergerakannya dan nggak boleh berkarya sama sekali. Seolah-olah perempuan muslimah menjadi manusia kelas dua, selalu dipingit dan hanya boleh berada di rumah saja. Benarkah demikian?

Ide feminisme yang lahir dari pemikiran barat kian menyerang generasi muda. Framing negatif tentang perempuan dalam persepsi Islam terus digencarkan ke benak kaum muslimah. Misi mereka satu, untuk menjauhkan kita dari pemahaman Islam yang benar. Membuat kita takut dan tak bangga dengan identitas keislaman yang ada.

Hal itu tiap hari senantiasa digencarkan dengan berbagai bentuk dan metode. Benar-benar terlihat sangat serius untuk menjatuhkan citra Islam di depan kaum muslim terutama generasi mudanya. Apalagi sistem liberalisme yang membuat kasus Islamophobia kian menjamur di tengah masyarakat.

Makanya, sangat penting generasi muda untuk belajar sejarah terutama sejarah kegemilangan Islam. Bagaimana peran Khilafah dalam membentuk muslimah yang taat, cerdas, berkarakter, berpikir cemerlang, dan bervisi akhirat. Sebut saja nama Fatimah al-Fihri, seorang muslimah pendiri universitas pertama di dunia. Dan ada banyak lagi contoh muslimah keren lainnya dalam bingkai peradaban Islam.

Sibuk tentang perkara agama, bukan alasan untuk mereka lalai dengan amanah dunia. Sebab, dunia adalah tempat mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Dunia adalah jembatan untuk menuju kehidupan yang hakiki. Sehingga potensi dunia dimanfaatkan sebaik mungkin untuk taat kepada Allah, bukan untuk hura-hura semata.

Pemikiran Islam tak sesempit dan sekulot itu. Memang benar, bagi perempuan betah di rumah adalah sunah dan baik. Namun, bukan berarti Islam mengekang perempuan untuk bekarya di luar rumah. Bekerja bagi perempuan itu boleh-boleh saja selama tidak melalaikan amanah utama sebagai pencetak generasi terbaik.

Selain itu, perempuan juga punya tugas lain seperti belajar Islam, dakwah, melek politik, dan lainnya. Ada beragam profesi yang hanya bisa dikerjakan oleh perempuan. Its okay, berkarir di dunia dan dipandang tinggi oleh banyak orang. Gunakan potensi itu untuk mensyiarkan kemuliaan Islam. Tapi, bukankah menjadi wanita berkarir surga adalah jauh lebih baik dan impian kita semuanya? So yuk semangat berjuang untuk mengembalikan peradaban gemilang Islam yang kedua.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak