Oleh Jihan Aulya Azzahra
(Aktivis Remaja)
Kasus bullying saat kini sudah tidak asing lagi. Banyak sekali remaja saat ini melakukan hal tersebut, tidak hanya dalam perkuliahan namun juga sampai lingkungan sekolah dan mirisnya bahkan anak SD pun sudah terpengaruh oleh perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai syariat Islam. Sslalah satunya perkara bullying ini.
Tentu ini merupakan tindakan yang tidak dapat di benarkan karena akan berdampak negatif bagi korban, entah itu secara fisik maupun psikis. Terlebih hal tersebut akan membekas dalam ingatan para generasi muda dalam jangka panjang, sehingga muncul dalam diri mereka ketakutan untuk berteman, tidak mau bergaul, depresi, bahkan yang lebih parahnya sampai memilih untuk mengakhiri hidupnya. Nauzubillah mindzalik..
Bullying sendiri dapat di lakukan dengan cara verbal, fisik, relasional (menyebarkan desas-desus yang tidak benar), dan cyber bullying. Ini biasanya dilakukan karena orang tersebut merasa memiliki power yang lebih dalam hal status sosial, fisik ataupun karena mereka merasa iri terhadap orang lain yang lebih hebat darinya.
Mirisnya, bullying ini sering terjadi di ruang lingkup sekolah, yang di mana seharusnya itu menjadi tempat kita dalam mendapatkan ilmu. Bukannya anak tersebut menjadi lebih baik dalam prestasi maupun akhlak, tapi malah sebaliknya. Bahkan dalam sekolah yang berbasis agama pun tidak lepas dari kasus tersebut.
Ini di sebabkan karena kurangnya pengarahan, pengawasan, dan pengetahuan agama dari sekolah tersebut, hingga menimbulkan kelalaian yang bisa menjadikan mereka korban tanpa di sadari. Namun kang paling penting, karena tidak adanya sanksi tegas dalam menanggulanginya, sehingga kasus tersebut terus menerus menyebar.
Adapun untuk menanggulanginya, harus ada pengarahan kepada Islam dalam kasus ini, agar mereka menyadari kesalahan nya, dan berusaha untuk memperbaiki diri sesuai dengan arahan Islam, tidak hanya cukup diberikan teguran saja, baik dari sekolah ataupun orang tua, tapi harus benar-benar menanamkan nilai-nilai Islam kepada para generasi muda dimulai sejak dini.
Karena dalam sistem kapitalis saat ini, kita tahu bahwasanya tidak akan ada jaminan untuk menyelesaikan semuanya secara tuntas. Akibat dari tsaqafah asing lang telah mempengaruhi pemikirannya yang tidak bisa para generasi muda . Karena saat ini banyak remaja yang hanya dibekali ilmu dunia saja tanpa diimbangi oleh pemahaman agama yang kuat maka akan menghasilkan generasi yang lemah dan dapat melakukan hal yang semena-mena, salah satunya bullying ini.
Maka dibutuhkan peran orang tua untuk menjadikan generasi muda mempunyai pemahaman Islam kaffah sebagai bekal mereka untuk hidup, karna orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam membentuk karakter anak, menanamkan adab yang baik terhadap sesama, diantaranya adalah bagaimana caranya kita harus saling menyayangi dan menghormati, menjadikan hukum syara sebagai panduan setiap aktivitas yang akan dilakukan, sehingga dapat menumbuhkan kepribadian yang islami dalam diri anak tersebut.
Begitupun peran-peran lainya yang satu sama lain saling menguatkan. Ketika orang tua sudah menjalankan perannya dengan baik maka lebih kuat lagi ketika didukung dengan keadaan lingkungan masyarakat yang saling menjaga saling beramar ma'ruf. Jaminan yang lebih tinggi lagi tentu jaminan dari peran negara tentunya yang memberikan perhatian khusus terhadap kasus bullying ini karena ini bukanlah perkara yang bisa di anggap sepele.
Maka dalam Islam, ketika kita melihat saudara kita melakukan sesuatu yang menyimpang dari Islam, salah satunya seperti melakukan bullying tersebut, maka kita dianjurkan untuk mengingatkan orang tersebut. Bahwa kita harus mengatakan yang baik-baik, sesuai sabda Nabi saw. yang artinya :
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam” (HR Muslim no 222).
Dalam hadis ini, Nabi saw. mengaitkan antara berkata baik dengan keimanan seseorang kepada Allah dan Hari Akhir. Hal ini disebabkan penjagaan terhadap lisan, mempergunakannya untuk ucapan-ucapan yang baik dan diam untuk ucapan yang buruk, adalah salah satu tanda dari keimanan.
Sesuatu yang paling berat bagi lisan adalah menjaganya, sebagaimana hadits terkenal yang datang dari Mu’az RA, ketika beliau bertanya kepada Nabi saw. “Ya Rasulullah apakah kami akan disiksa karena perkataan yang kami ucapkan?” Beliau saw. menjawab, “Celaka engkau wahai Mu’az, bukankah manusia telungkup di atas hidungnya atau di atas wajahnya di neraka disebabkan perbuatan lisannya?”
Hal ini menunjukkan bahaya lidah tak bertulang. Mudah mengucapkan kata, tapi jika tidak digunakan dalam kebaikan bisa menjadi senjata makan tuan.
Penjelasan diatas menyatakan bahwa seseorang yang ingin berbicara sesuatu hendaknya dia berpikir terlebih dahulu.
Terlepas dari mereka menerima ataupun menolak nasihat yang kita ingatkan, ataupun dari perlakuan negatif mereka terhadap kita.itu adalah hal biasa, yang terpenting kita sebagai sesama muslim harus saling mengingatkan dalam kebaikan. Karena pada akhirnya segala perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Q.S. Ali 'Imran : 104)
كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ
"Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya." ( QS. Al-mudatsir : 38)
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا
“Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda atau tidak menghormati yang lebih tua.” (HR. at-Tirmidzi)
Maka sudah saatnya kita sebagai aktivis remaja Muslim menyelamatkan para generasi muda dari krisisnya moral akibat dari rusaknya sistem kapitalis ini. Sistem yang menjadikan para remaja jauh dari Islam.
Maka dari itu marilah kita perbaiki pemikiran kita yang telah terpengaruh oleh pemahaman Barat agar kita bisa bangkit dan membangkitkan kembali semangat juangnya para remaja Muslim. Karena bangkitnya seseorang tergantung dari pemikirannya, maka kita harus memahami Islam secara kafah untuk menuntaskan segala permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Khususnya para remaja.
Dengan demikian harus juga adanya sistem yang akan menerapkan Islam secara kafah , karena Islam itu bukan hanya untuk dipelajari saja, tapi juga butuh untuk diterapkan.
Wallahu a'lam bishawab

MasyaAllah,, semoga kita terlindung dari menjadi pembully maupun orang yang terbully
BalasHapus