Oleh: Hanah Nuraenah (Aktivis Muslimah Peduli Bangsa, Yogyakarta)
Sebuah trauma memang tak mudah dilupakan. Sejarah mengingatkan kembali di Tahun 2000 "wamena berdarah" akibat dendam konflik horisontal diantara etnis(suku). Dengan banyaknya etnis pendatang kecemburuan sosialpun bisa menjadi salah satu masalahnya. Pada masa itu Pendatang dan pribumi terjadi pembantaian besar-besaran setelah era reformasi. Padahal setelah tahun 2000 mereka hidup berdampingan, namun ternyata di tahun ini kembali mengulang sejarah, kerusuhan yang terjadi kemarin lalu mengakibatkan banyak korban, sebagian meninggal dan sebagian luka-luka, baik korban penduduk papua asli maupun pendatang.
Seharusnya masyarakat penduduk baiknya tidak menjadikan suku atau ras sebagai alasan kerusuhan, jika itu benar. Islam mengajarkan tak pandang bulu terhadap sesama manusia. Setiap muslim bersaudara dengan muslim yang lain dan non muslimpun sama saudara tapi bukan saudara seiman atau seaqidah. Namun hubungan baik diantara manusia harus tetap terjaga bukan malah saling membenci sampai terjadi pada pembantaian dan bakar-bakar rumah. Berarti ini ada hal yang salah dipikiran masyarakat tersebut, sehingga terjadi perbuatan anarkis.
Apalagi eksodus guru, masyarakat wajib melindungi dan menjamin hidupnya, karena jika mereka tak ada atau makin sedikit bahkan tak mau kembali untuk mengajar dan mendidik bagaimana?
Jika pengajar disana berkurang dan bahkan tidak ada, generasi milenial ini, akan hancur moral dan etika di kehidupan bermasyarakat.
Bila memang perlu para guru dieksodus sementara, karena keadaan yang terjadi masih hangat-hangatnya sehingga warga mencari tempat perlindungan untuk aman, pemerintah dan masyarakat setempat harus kerjasama dengan baik. Masyarakat yang menjadi tempat pengungsian berkewajiban membantu. Pemerintah khususnya pun sebagai pelindung masyarakat harus punya komitmen untuk menyelesaikan akar masalah kerusahan konflik wamena. "Apakah dibalik kasus tersebut ada adu domba antar etnis dan lain-lain?"pemerintaah harus segera cari inti masssaalahnya . Pemerintah harus sigap dan terjun langsung ketempat kejadian, selesaikan kasus sampai ke akar-akarnya agar kejadian ini tidak terulang untuk kesekian kali. Kasus kerusahan wamena harusnya menjadi aib bagi negara kita. Kerusuhan yang terjadi sudah menorehkan kembali sejarah besar bagi Indonesia. Pemerintah jangan hanya fokus pada satu atau dua masalah, mengurusi ekonomi dan pembangunan saja. Wamena butuh diperhatikan dan dilindungi. Hak mereka untuk hidup sejahtra, butuh tanggungjawab pemerintah.
