Oleh : Masra La Usu
Baru-baru ini, tepatnya pada hari Selasa 20 Agustus 2019, di Yogyakarta terjadi aksi demonstrasi yang diikuti ratusan mahasiswa Papua dan daerah lain yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat. Aksi demontrasi ini awalnya dipicu oleh ungkapan rasis di Surabaya. (tirto.id). Apa yang sbenarnya menjadi pemicu hingga rasisme ini masih saja terjadi di negeri yang bermayoritas Islam atau bahkan berminoritas muslim?
Kasus rasis seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang baru terjadi. Tetapi kasus ini bahkan sudah ada sejak zaman para nabi. Di masa itu, orang-orang yang berkulit hitam selalu dijadikan budak dan selalu diperlakukan secara tidak adil. Dan sampai detik ini, bisa kita lihat sendiri bahwa masih ada orang-orang berkulit hitam yang selalu mengalami hal seperti demikian. Mengapa mereka mengalami hal seperti itu?
Rasisme menurut wikipedia adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memilki hak untuk mengatur ras yang lainnya. Rasisme adalah keyakinan atas keunggulan satu ras atas ras lain, yang sering menghasilkan diskriminasi dan prasangka terhadap orang berdasarkan ras atau etnis mereka.
Kita selalu melihat tindakan rasis itu terjadi hanya karena ada perbedaan ras. Memang benar, namun jika kita menelaahnya dengan baik, maka sesungguhnya yang menjadi faktor penyebab timbulnya rasisme adalah karena sistem yang diterapkan oleh negara. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa sistem yang berkuasa sekarang adalah sistem kapitalisme yang tegak atas dasar sekularisme (pemisahaan agama dari kehidupan). Maka wajar saja jika dalam sistem ini kita menemukan hal-hal seperti ini. Sebab, di dalamnya terdapat kebebasan-kebebasan seperti kebebasan berekspresi, menyampaikan pendapat, hak milik dan lain sebagainya. Tak hanya itu, sistem kapitalis-sekularisme bahkan telah mensekat-sekatkan umat berdasarkan ikatan kesukuan atau ikatan nasionalisme. Sehingga dapat menimbulkan timbulnya rasa cinta golongan, suku, dan lain-lain.Inilah kenapa sampai sekarang masih ada tindakan rasisme.
Sistem yang berasaskan sekularisme ini tidak mampu menyelesaikan berbagai macam problematika yang ada. Bahkan sistem ini juga malah mendatangkan berbagai macam problematika. Oleh karena itu sistem kapitalis-sekularisme adalah sistem yang gagal dalam membangkitkan umat.
Sistem Islam kaffah dengan konsep Islam Universal Persaudaraan menolak perbedaan semua ras manusia. Dalam Islam semua orang pada asalnya sama kedudukannya dan memiliki hak-hak dasar kemanusiaan yang sama serta tidak boleh dibedakan, satu diistimewakan dan satu lagi dihinakan hanya karena alasan perbedaan suku, ras, dan bangsa semata. Lihat-lah bagaimana Bilal bin Rabah, seorang sahabat yang mulia, sebelum masuk Islam, beliau adalah mantan budak, tetapi setelah masuk Islam, kedudukan beliau tinggi di antara para sahabat. Ini merupakan salah satu bukti bahwa di dalam Islam tidak terdapat yang namanya rasisme. kalaupun ada yang melakukan tindakan rasis di dalam sistem islam kaffah, maka akan ada sanksi yang setimpal diberikan kepada pelakunya. Dan sanksi tersebut akan memberikann efek jerah kepada orang-orang yang melakukan tidakan rasis ini.
