Kabut Asap Kian Pekat, Pemerintah AU AH




      Udara kian terasa pengap, karena asap yang kian pekat melanda Riau dan sekitarnya. Udara segar yang siap dihirup tak lagi menghiasi suasana pagi disana.  Hari-hari dipenuhi dengan asap, wajah tertutup masker rapat, jalanan kian lengang karena sebagian besar penduduk banyak mengurangi aktivitas diluar rumah karena asap yang menyesakkan nafas dan cukup mengganggu jarak pandang terutama bagi yang  berkendara.  Hal ini sangat mengganggu berjalannya aktivitas masyarakat sehari-hari dalam segala aspek, salah satunya aspek ekonomi, bisa jadi mngakibatkan menurunnya proses produksi, distribusi bahkan konsumsi, ini adalah masalah sehingga harus sesegera mungkin diselesaikan. Dan siapakah yang bisa menyelesaikan permasalahan ini? Akankah individu-individu rakyat mampu menuntaskan masalah tersebut? Tentu tidak, karena satu-satunya pihak yang mampu menyelesaikan adalah negara, karena negara memiliki kekuasaan untuk bertindak dan memiliki aturan yang bisa memaksa masyarakat untuk menerapkan aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah. 
      
Sebagai seorang muslim tentu standard perbuatan kita adalah halal haram, dan haruslah kita pahami bahwa Islam mengatur segala aspek dalam kehidupan termasuk dalam hal pemerintahan, dan penguasa bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi pada rakyatnya. 

" Al imamu roo'in wa huwa mas'uluun 'an roo'iyatihi" (Imam/ kholifah adalah  pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.
Sehingga terkait masalah asap yang melanda Riau dan sekitarnya, seharusnya pemerintah bersikap cepat dan  tegas dalam penanganannya, apalagi kondisi tersebut sudah dalam taraf membahayakan rakyat, jangan sampai ada korban yang jatuh, tidak seperti sekarang ini, pemerintah seperti tidak mau tahu atas derita yang menimpa rakyatnya, sibuk memikirkan hal lain yang bukan seharusnya dipikirkan. Pemerintah harus segera meneliti, menganalisa penyebab dari karhutla disana dan segera ditempuh solusinya, sehingga kehidupan masyarakat Riau dan sekitarnya bisa kembali normal dan bahagia. 
Wallahu a'lam bishshowab.

Penulis: Nindya Sutami/ Tulungagung

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak