Pengaruh Film Bagi Para Pemuda



Oleh : Dina Evalina

Pemuda merupakan aset berharga yang dimiliki oleh sebuah bangsa. Majunya suatu bangsa salah satunya ditopang oleh para pemuda yang memiliki kecerdasaan, kreatifitas, kepedulian dan ketaqwaan yang tinggi.

Namun, begitu miris kondisi generasi muda saat ini. Pergaulan bebas, tawuran, narkoba, hilangnya akhlak dan perilaku yang baik terhadap orangtua maupun guru di sekolah. Terlebih pemuda pemudi Muslim tang justru saat ini malu menunjukkan identitas keislamanya dalam kehidupan sehari-hari. 

Ditambah dengan tontonan yang kurang mendidik bagi para pemuda selalu ditayangkan di berbagai media. Sebelumnya para pemuda disuguhkan dengan film dilan 1990, dilan 1991 dan dua garis biru. Saat ini dunia perfilman kembali menyuguhkan tontonan yang bergenre remaja disertai dengan nuansa islamnya. Tetapi, justru semakin menjauhkan para remaja muslim dari ajaran-ajaran Islam. 

Film The Santri menuai komentar dari beberapa Tokoh Islam di negeri ini. Seperti dilansir dalam cnnindonesia.com, Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Hanif Alathas menyatakan sika untuk menolak penayangan film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng. Hanif sendiri merupakan Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI). Kemudian Juru Bicata FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Hanif memang menolak penayangan film The Santri.  "Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya," ucap Hanif. 

Di lain pihak, Sekretaris Umum DPP FPI Munawarman jga mengirim poster penolakan yanh douratakan Luthi Bashori Luthfi mdrupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang,Jawa Timur. Dia menyampaikan imbauan iyu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah. "karena fulm ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, camur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja,"  tutur Luthfi.

Film yang dibintangi oleh Wirda Mansyur dan Gus Azmi ini menayangkan berbagai adegan yanh sejatinya melanggar Syariat Islam seperti Masuk dalam gereja dengan membawa tumpeng,  ada adegan berkhalwat, ikhtilat kemudian menjadikan Amerika Serikat sebagai negara tujuan bagi santri yanh terbaik untuk beranhkat dan bekerja disana padahal kita ketahui bahwa Amerikan Serikat adalah negara yang memusuhi Islam.

Berbagai perfilman yang ditayangkan oleh media memiliki pengaruh yang besar terhadap pemikiran dan perilaku para pemuda. Para pemuda yang masih dalam proses mencari jati diri, mudah terpengaruh teman sebayanya maupun lingkunganya akan berakibat buruk jika tidak mendapatkan pendidikan dan bimbingan yang baik dari masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Hanya saja, masyarakat dan lingkungan yang baik akan sulit diwujudkan dalam sistem yang diterapkan di negeri ini. 

Sistem rusak yang lahir dari pola pikir memisahkan aturan-aturan kehidupan dari peran Tuhan melahirkan kebijakan buah pikir akal manusia yang lemah. Sistem sekulerisme ini telah terbukti mengakibatkan berbagai kehancuran di negara-negara penganutnya. Sistem ini tidak menjadikan kesejahteraan dan kebaikan masyarakat sebagai tujuanya namun kepentingan para kapitalis lah menjadi hal yang utama. 

Sistem ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak peduli akan nasib generasi muda di masa depan. Nilai materi menjadi sesuatu yang dipertahankan walaupun aqidah, perilaku, serta pemikiran anak bangsa harus dikorbankan. Sehingga untuk dapat terbebas dari sistem yang terbukti merusak generasi muda ini harus ada upaya besar untuk mencampakkan sistem ini kemudian mengambil dan menerapkan sistem yang terbukti mampu menorehkan peradaban emas di dunia. 

Sistem yang berasal dari Sang Maha Sempurna yakni Sistem Islam yang telah terbukti berhasil menaungi 2/3 dunia dengan Rahmat Islam selama 13 abad lebih. Berhasil memberikan pengaturan, fasilitas, kurikulum pendidikan yang hebat serta mampu mengontrol tontonan yang disuguhkan berbagai media dalam kekhilafahan agar sesuai dengan visi misi Islam. Maka hal yang wajar dari sistem ini lahir para pemuda sekaliber Muhammad Al-Fatih yang memiliki kecerdasan, kepedulian, cita-cita dan ketaqwaan yang tinggi yang akhirnya berhasil menjebol benteng Konstantinopel.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak