Oleh : Lilik Yani
Satu lagi ulama agung dipanggil Sang Pencipta
Ketika beliau sedang jalankan ibadah mulia
Menunaikan haji rukun Islam ke lima
Di tanah haram Makkah Mukaramah
Allah memanggil ketika jiwa tunduk serendah-rendahnya
Jiwa dipenuhi berjuta cinta pada Rabb-Nya
Sungguh betapa indahnya
Dipanggil saat memenuhi panggilan-Nya
Allah memilihkan tanah mulia tempat merebahkan jasadnya
Diiringi doa jutaan muslim sedunia
Ikhlas mengangkat tangan memohonkan ampunan
Agar tak setitik pun noda menghambat jalannya
Allah memanggil untuk menghadap-Nya
Saat beliau sudah berada di rumah-Nya
Berangkat dengan jiwa dipenuhi cinta
Persembahan terbaik untuk Rabb-Nya
Ketika panggilan telah tiba
Tak seorang pun bisa menundanya
Walau sekedar berpamitan pada istri tercinta
Atau memberi wasiat untuk putranya
Setiap saat harus siap sedia
Menyediakan jiwa dengan segenap cinta
Hadirkan Allah di setiap helaan nafasnya
Hanya Allah penguasa seluruh jiwa raga
Yach, untuk mbah Moen tercinta
Hamba pilihan Allah tuk menghadap di tanah mulia
Disiapkan tanah haram tuk membingkai jasadnya
Dekat dengan Rasulullah dan para sahabatnya
Ya Allah, kami ikhlaskan jiwa mulia
Kembali ke haribaan bersama niat sepenuh jiwa
Ingin tunduk menggenapi ketaatannya
Niat tulus suci karena Allah semata
Ya Allah, ampuni dosa dan khilafnya
Mohon terimalah amal ibadahnya
Ijinkan bisa menghuni jannahMu yang utama
Bersama Rasulullah dan keluarganya
Selamat jalan mbah Moen tercinta
Selamat menemui Rabb yang engkau rindukan
Selamat memetik amal sholeh yang engkau tanam
Selamat menikmati indahnya jannah karunia Sang Pencipta
Surabaya, 07 Agustus 2019
#HabitsMenulis30Hari
#SelamatJalanMbahMoen
