Urgensi Islam dalam Kehidupan



Oleh Suhermin Agus, M.Pd. *



Akhir-akhir ini ghirah (semangat) umat Islam semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya mualaf baik dari kalangan bawah sampai atas. Umat Islam pun makin bersemangat untuk mengamalkan dan ikut mengupayakan penerapan syariatNya. 


Keadaan yang mengembirakan ini, tiba-tiba ternodai oleh sepercik gagasan agar pelajaran agama di sekolah dihapuskan. Alasannya, jika agama diajarkan di sekolah, sedangkan  agama yang dianut para siswa beragam,  secara tidak sadar sekolah telah menciptakan perpecahan dan perbedaan. Hal tersebut menjadikan agama sebagai identitas yang bermuara ke arah radikalisme. Pada saat yang sama,  “radikalisme” yang sengaja digaung-gaungkan  dinilai akan mengancam kehancuran negeri ini. Tentu saja yang dimaksud radikalisme disini adalah radikalisme menurut mereka.


Adanya gagasan tersebut tentu saja mendatangkan banyak kontroversi. Bagaimana mungkin pendidikan agama akan dihapuskan di sekolah? Pelajaran agama yang hanya 3 jam di sekolah, nyatanya tidak banyak terserap oleh siswa.  Hal ini bisa dilihat dari hasil output siswa–siswanya.  Kenakalan remaja masih di mana-mana, pergaulan bebas, geng-geng motor, perkelahian, perilaku anak-anak sekarang yang kurang baik, masih menyertai berita-berita para remaja output pendidikan di negeri ini. Seharusnya, pelajaran agama di sekolah perlu ditambah bukan dikurangi. Menghapus pendidikan agama di sekolah tidak akan menambah lebih baik, justru akan menambah dan memperparah keadaan.


Inti gagasan ini sebenarnya bukanlah pendapat yang baru dimunculkan. Artinya dulu juga pernah ada. Intinya memang ada pihak yang punya gagasan tersebut. Harapannya, agama itu tidak menyatu dalam kehidupan. Mereka ingin agama adalah urusan pribadi yang tidak diikutkan dalam kehidupan umum. Substansi gagasan semacam ini adalah pemisahan agama dari kehidupan yang tidak lain adalah upaya untuk menularkan ideologi kapitalisme.


Gagasan atau seruan ini dalam Islam akan tertolak. Allah SWT sendiri sudah menyeru dalam Suroh Al Baqarah: 208. Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (total), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian ".  

Sebagai  negeri yang berpenduduk mayoritas muslim, hendaknya QS Al-baqoroh 208 tersebut menjadi bahan introspeksi untuk menyikapi opini penghapusan agama dalam kurikulum sekolah.



Wallahu a'lam bish-shawwab


.* (Praktisi Pendidikan di Tulungagung)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak