Oleh. Toipah
(Pelajar, Aktivis Smart With Islam)
"Sesungguhnya mereka adalah pemuda pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka." (Qs.Al-Kahf : 13).
Melihat berita di layar kaca hari ini. Fenomena kehidupan remaja masa kini, membuat kita mengelus dada. Berita kriminal, aksi kejahatan, persoalan cinta yang lebay dan konten viral yang unfaedah, menghiasi berita tentang remaja masa kini. Alih-alih mendengar berita remaja dengan segudang prestasi, malah berita miris yang didapati.
Remaja, kepadanya tongkat kepemimpinan bangsa dan negara ini akan diserahkan. Namun, sungguh amat disayangkan bila mereka justru tak mencerminkan dan layak sebagai pemimpin. Bahkan sikap dan perilaku remaja hari ini, jauh dengan nilai-nilai Islam.
Sistem sekularisme, di mana agama dipisahkan dari kehidupan, berakibat rusaknya generasi. Tak terkecuali remaja kita hari ini. Banyak kasus miris menimpa remaja saat ini. Misal, ratusan remaja di Kota Bekasi mengidap seks bebas akibat pergaulan bebas. (sindonews.com, 25/6/2019). Seks bebas seolah dianggap sebagai pergaulan masa kini. Norma agama tak lagi dipakai.
Ancaman liberalisasi remaja pun kian santer. Film "Dua Garis Biru" yang kini viral menuai pro dan kontra. Disinyalir mengandung konten kampanye seks bebas dan anti terhadap pernikahan dini. Sungguh arus liberalisasi semakin deras dilakukan sebagai upaya merusak generasi Islam.
Maka, Segeralah bangkit wahai remaja Islam masa kini! Kembalilah kepada pangkuan Islam yang mulia. Berpeganglah teguh pada ajaran Allah Ta'ala dan Rasulullah. Berpikir dan bersikaplah sesuai petunjuk Allah Ta'ala dan teladan Nabi-Nya. Tak menjadi pembebek yang salah. Sebaliknya tegas, tidak takut membela kebenaran dan memberantas kebatilan. Itulah remaja Islam yang didambakan umat. Remaja yang dengan semangat mudanya mampu membawa kita kepada kehidupan yang dilindungi oleh syariat-Nya. Pemuda yang dengan jiwa membaranya mampu memberantas segala macam dampak negatif di era modernisasi ini. Para pemuda yang menjadi generasi umat terbaik abad ini.
Andai pun kita pernah melakukan kesalahan dan tidak memanfaatkan masa remaja kita dengan baik. Jangan pernah berputus asa untuk belajar menjadi lebih baik. Harapan itu masih ada selama kita terus berusaha memperbaiki diri. Selama ada kemauan di hati ini untuk berubah. Serta selagi kita mau mengikuti petunjuk Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Remaja Islam yang unggul dengan segala potensi, semangat, dan keuletannya dalam berbagai aspek kehidupan akan berada di depan mata. Jangan pernah malu, ragu apalagi gengsi menjadi bagian dari remaja yang menegakan syariat-Nya.
"Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tapi seorang pemuda dapat mengubah dunia."
Tags
Motivasi
