Kesetaraan Gender, Yang Bikin Blunder




Oleh: Puji Astuti, S.Pd.I



Dilansir dari kemlu.go.id(29/06/2019) Presiden Joko Widodo mengangkat wacana terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan saat berbicara pada sesi III KTT G20 Osaka dengan tema Addressing Inequalities  Realizing Inclusive and Sustainable World. Terkait dengan wacana pemberdayaan perempuan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa peran perempuan didalam ekonomi, politik dan kehidupan bermasyarakat masih jauh dari potensi yang ada.


Menurutnya, di era yang dipicu digitalisasi dan globalisasi, wanita bisa lebih unggul daripada pria. Hal itu dikarenakan perempuan lebih rajin, lebih tekun, lebih detail, lebih sabar dan lebih teamwork daripada laki-laki. Karena e-commerce dan teknologi membutuhkan karakter seperti itu, sehingga meningkatkan partisipasi perempuan dalam bisnis, ekonomi dan politik otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional di era digital.


Wacana yang digulirkan Presiden Jokowi sejalan dengan ide kesetaraan gender yang diusung negara -negara Barat. Dilansir dari unwomen.org, sebuah organisasi perempuan melaporkan bahwa kondisi kaum perempuan hari ini sangat membutuhkan perlindungan terhadap kesetaraan gender.


Ada 4 hal yang menjadi konsentrasi organisasi perempuan internasional ini dalam pengamatannya, yaitu: pertama, usia perkawinan yang meningkat dan tingkat kelahiran yang menurun. Kedua: perempuan yang hidup dalam keluar besar dengan persentase 27%, ketiga: sebagian besar keluarga orangtua tinggal 8%, keluarga dipimpin oleh perempuan yang kemudian melakukan kerja berbayar,  membesarkan anak dan tidak dibayar dalam melakukan pekerjaan Rumah Tangga . Keempat: keluarga dengan jenis kelamin yang sama semakin terlihat diberbagai wilayah.


Namun UN Women beranggapan bahwa saat ini pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi berkurang dikarenakan perempuan fokus menjadi ibu dan diskriminasi terhadap aturan keluarga yang tidak tertulis bahwa laki-laki yang berhak mengambil keputusan dalam rumah tangga. Bagi mereka inilah yang mengakibatkan para perempuan mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga, karena tidak mempunyai hak atas dirinya sendiri terkait dengan organ reproduksi mereka. Sehingga UN Women memberikan solusi yakni memaksa keluarga muslim untuk menerapkan kesetaraan gender sebagaimana yang Barat inginkan terhadap keluarga muslim.


Kesetaraan gender adalah ide rusak yang berasal dari sistem kapitalisme demokrasi yang memiliki asas sekularisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Di negeri mereka sendiri yang mencetuskankan ide kesetaraan gender ini, tidak mampu menyelesaikan permasalahan perempuan. Namun, mereka memaksakan ide ini  kepada keluarga muslim dengan berbagai cara.


Kesetaraan gender bukanlah solusi atas permasalahan kaum perempuan dimana pun perempuan berada. Ide ini berasal dari manusia yang memiliki akal lemah dan terbatas serta tidak memahami apa yang baik/buruk bagi dirinya. Ide ini mendorong kaum perempuan keluar dari fitrahnya sebagai seorang ibu. Ide kesetaraan gender menimbulkan kerusakan di masyarakat.


Islam memandang bahwa ibu yang memiliki fungsi sebagai Ummu wa robbatul bayt. Sebagai ibu dan pengatur rumah tangga yang darinya lahir generasi peradaban kuat dan mulia. Islam menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama. Yang membedakannya adalah karna ketakwaannya, bukan karena materi/uang yang dihasilkannya. 


Allah memerintahkan laki-laki perempuan bekerjasama untuk meraih tujuan hakiki untuk apa Allah menciptakan manusia, yaitu untuk beribadah kepadaNya(QS Adz Dzariyat :56). Allah menciptakan perempuan dengan sifat keibuan yang mendominasi bertujuan untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi generasi terbaik, generasi peradaban dan untuk itu pahala yang Allah berikan tidak sebanding dengan upah uang manusia berikan. Saat perempuan mendidik anak-anak mereka mengurusi rumah tangga, Allah juga menciptakan laki-laki dengan kelebihan fisik sehingga bisa memaksimalkan diri dalam menafkahi keluarga. 


Dengan demikian kesetaraan gender bukan solusi bagi permasalahan perempuan hari ini. Hendaknya kita kembali kepada pengaturan Sang Pencipta, Allah SWT melalui sistem Islam yang di terapkan dalam kehidupan, insha Allah.

Wallahu alam bisshowab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak