Hidup Dan Perubahan



By : Rada Oktaviani

Sebagai manusia yang menjalani kehidupan tentunya tidak lepas dari berbagai macam masalah. Masalah memang tidak bisa diprediksi, terkadang datang dalam berbagai macam bentuk yang senantiasa membuat hidup kita semakin sulit secara fisik maupun mental. Kita menyadari bahwa didalam kehidupan waktu senantiasa berputar yang memberikakan manusia kehidupan yang kadang mereka anggap itu kehidupan yang menyenangkan baginya , terkadang malah kehidupan yang buruk yang senantiasa mereka sesali. Kehidupan menyenangkan identik dengan kekuasaan, prestasi, popularitas, kekayaan bentuk fisik yang ideal, sedangkan kehidupan yang buruk manusia melihatnya dari kemiskinan, kebodohan. Manusia yang memiliki kehidupan yang dianggap manusia lain merupakan kehidupan yang layak namun belum tentang kehidupan itu dirasakan oleh pelaku kehidupan, maupun sebaliknya kehidupan yang buruk bagi pandangan yang lain namun belum tentu itu dirasakan oleh pelaku kehidupan.

Maka hidup bukan lah tentang apa yang orang lain pikirkan terhadapmu, tetapi tentang apa yang kamu lakukan untuk hidup. Ketika kita menelisik lebih jauh dalam perjalanan hidup bahwa keinginan diri eksternal kita adalah satu-satunya yang kita ketahui, sementara kita tidak mengetahui kebutuhan diri yang sejati, kita tahu kita menginginkan makanan yang lezat, pakaian yang baik, kehidupan yang nyaman dan segala untuk kepuasan ego kita.

Hidup adalah perjalanan yang manusia tuntut dari kehidupan adalah kesempurnaan. Fitrah manusia tidak bisa menerima kalau akhir perjalanan hidupnya sama seperti hewan, mati dan selesai. Makna hidup inilah yang menjadi kata kunci eksistensi manusia, yang membedakan manusia dengan makhkuk lainnya. Hidup dalam kapitalis sekuler tidak membedakan manusia dengan hewan, yang menuntut manusia hanya pemenuhan individu saja, hidup tanpa aturan yang siap menerkam dan mencabik-cabik, ibarat hidup dalam rimba. Semrawut tak tentu arah dan menghantarkan pada kebinasaan.

Maka disadari hidup harus memiliki nilai yang dijadikan standar dalam memilih dan memilah hal-hal positif dan negative dalam kehidupan. Nilai keimanan dan keyakinan kepada yang Agung merupakan hal yang paling mendasar dalam kehidupan, ketergantungan kepada yang kuat merupakan fitroh bagi manusia, untuk mengatur manusia diperlukan ketentuan yang pasti untuk mengatur manusia, bukan aturan yang yang sesuai keinginan golongan saja. Manusia harus menentukan jalan yang jelas dalam kehidupan, yang layak dan mengikat diantara manusia, saatnya manusia berpindah dari kehidupan yang memanusiakan manusia, yaitu aturan Allah, dimana manusia mulia didalamnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak