Oleh: Sumiati (Praktisi Pendidikan dan Member AMK )
Baru-baru ini Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy menuding bahwa kelompok yang menginginkan khilafah dan mengubah Pancasila saat ini berkumpul semuadi kubu paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.
Diantara kelompok tersebut, sebut Romahurmuziy, adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah menjadi organisasi yang dilarang di Indonesia.
“Bagi HTI tidak ada pilihan lain kecuali mendukung Paslon 02. Sebab jika Jokowi terpilih lagi HTI sudah pasti tidak bisa lagi berkembang di Indonesia karena memang sudah dilarang,” kata Romahurmuziy saat bertemu dengan pengurus PCNU Sukabumi, Jawa Barat Selasa (5/3) malam, sebagaimana keterangan tertulis yang dikirim ke media.
Pria yang akrab disapa Rommy ini mengatakan, Presiden Jokowi membubarkan HTI setelah berkonsultasi dengan ormas-ormas besar Islam dan pimpinan partai politik Islam.
“HTI yang ingin mendirikan khilafah dianggap tidak mengakui Pancasila dan NKRI,” ujarnya.
Menurut Rommy, jika Prabowo menang, HTI berharap bisa mengembangkan paham khilafah ini termasuk paham intoleran lainnya.
Rommy menambahkan, selama ini sejumlah kelompok Islam garis keras, termasuk HTI, membangun narasi bahwa Prabowo merupakan pembela Islam. Namun, narasi itu terbukti bertolak belakang dengan fakta yang ada.
“Mereka akhirnya tidak peduli pada keislaman Prabowo karena merasa hanya dengan Prabowo menanglah HTI bisa kembali muncul dan tidak dilarang seperti di pemerintahan Pak Jokowi,” kata Rommy.
Fitnah keji terus menerus digulirkan oleh orang-orang yang tidak senang Islam bangkit kembali. Berbagai cara mereka lakukan agar ormas Islam yang berpegang teguh pada thariqah Rasulullah saw dijauhi umat dan dibenci umat. Tak lelah mereka lakukan ini walaupun berakhir dengan kegagalan. Hanya saja mereka salah mengira, mereka kira umat semakin lemah dan takut, padahal tidak demikian, semangat umat semakin membara, dan umat semakin tahu siapa yang sesungguhnya sesat dan tidak layak diikuti. Mereka tidak sadar jika umat semakin kenal dengan kebusukan mereka, fitnah kejinya dan lain-lain yang semuanya membuat umat semakin tidak percaya.
Bagaimana Islam menghadapi masalah yang dihadapi? Sebagai umat terbaik, tidak akan pernah tertipu dengan sistem kufur, tidak akan pernah melirik sedikitpun walaupun terus diiming-imingi kemenangan semu, umat semakin cerdas dan fokus pada perjuangan Rasulullah saw dalam menegakkan Islam. Jika memang Rasulullah saw ijinkan bergabung dalam sistem kufur tentu Rasulullah saw tidak akan memberi contoh yang unik dan mendasar dalam sebuah kebangkitan. Ketika Rasulullah saw berdawah di Mekah, beliau ditawari oleh para pembesar Quraisy kedudukan no 1, harta melimpah ruah, istri tercantik di Mekah, namun semua itu beliau tolak, karena ketika ketiganya diterima tentu saja tidak akan bisa menegakkan hukum Islam yang sesuai dengan al Quran.
Hingga Rasulullah saw yang muliapun bersumpah "Walaupun bulan ditangan kananku matahari ditangan kiriku dan menghancurkan semuanya, aku akan tetap berdawah sebagaimana yang Allaah SWT perintahkan. Masya Allaah. Bagi umat Islam hanya fikrah dan thariqah Rasulullah saw yang diikuti, saatnya khilafah kembali memimpin dunia.
Wallaahu a'lam bishawab.