Oleh : Lilik Yani
Jika ide, gagasan, pemikiran sudah penuh dalam kepalamu, akan pusing jika tidak dikeluarkan.
Jika aneka rasa sudah penuh di dalam dadamu, akan terasa sesak jika tidak dituangkan.
Kalian bisa menuangkan semua rasa dan pemikiran itu lewat curhatan secara lesan kepada orang-orang yang kalian percaya, atau kalian tuangkan dalam bentuk tulisan.
Jika mau menumpahkan semua ide dan rasa itu lewat tulisan, maka tulislah semua yang kalian pikirkan dan semua yang kalian rasakan, dengan lepas tanpa ada ketakutan atau kekhawatiran. Tulislah semua rasa itu hingga lega dan tidak ada beban.
Ungkapkan semua idemu, gagasanmu, pemikiranmu, dan semua yang kalian rasakan tanpa ada rasa takut akan disalahkan karena tata bahasa tidak sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Tulislah semua rasa tanpa berfikir “Apakah tulisanku bagus atau tidak”. Karena kalau kebanyakan berfikir, maka tidak kunjung menjadi tulisan, dan justru semakin “mbulet” di kepala.
Tuliskan saja apa yang kalian pikirkan, agar ide, gagasan, pemikiranmu tidak hanya menjadi konsumsi diri. Tulislah, tanpa berfikir “Apakah ada yang mau membaca tulisanku atau tidak ya? Jangan-jangan tidak ada yang mau melirik tulisanku”. Sudah, tuliskan saja! Paling tidak sudah menjadi terapi diri.
Karena dengan menuangkan ide dan pemikiran yang penuh di kepala menjadi sebuah tulisan, paling tidak sudah berkurang pusingnya. Dengan menumpahkan semua rasa yang menyesakkan dada, setelah dituangkan dalam bentuk tulisan, maka dada menjadi lapang.
Masalah orang mau membaca atau tidak. Orang mau merespon atau tidak. Biarlah waktu yang bicara. Yang penting, yang kita sampaikan adalah ide atau pemikiran yang baik dan benar sesuai syariat Islam. Yang kita tuangkan adalah rasa kepedulian terhadap apapun kejadian di dunia ini, mungkin empati, rasa kasih sayang, kepedulian, rasa syukur, dan semua rasa yang bermuara kepada Ridlo Illahi.
Tulislah semua rasa dengan penuh cinta karena Allah. Kita landasi setiap aktivitas yang kita lakukan adalah berharap mendapat kasih sayang Allah. Kita menuliskan semua pemikiran yang bernuansa Islam, dengan landasan syariat Islam. Kita menuangkan berbagai rasa dengan niat menebar benih-benih kebaikan.
Tuangkan semua pemikiran dengan bahasamu sendiri tanpa harus mengadopsi cara orang lain dalam menyusun kata. Tuangkan semua rasa yang ada di hatimu dengan jujur tanpa harus berpura-pura demi membahagiakan orang lain.
Kita harus ingat bahwa semua kata yang kita tuliskan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt di akherat kelak. Semua untaian kalimat juga akan menjadi saksi. Bahwa kita pernah menyampaikan kebenaran dengan jujur. Kita pernah menuangkan semua rasa sebagai ajakan kepada saudara-saudara muslim yang lain agar selalu berada di jalan Allah.
Walau mungkin tata bahasa kita masih belum tertata dengan baik. Walau tehnik penulisan kita masih jauh dari aturan penulisan yang benar. Tenang sajalah! Karena ini bukan menulis untuk ajang “Lomba Menulis Berhadiah“. Tetapi kita menulis ini untuk menyampaikan keindahan Islam, sebagai bentuk cinta kepada saudara-saudara kita yang lain, juga sebagai bentuk muhasabah ini untuk terus berproses menuju kebaikan yang diridloi Allah.
Jadi disini tidak ada juri yang menilai atau menyalahkan tulisan kita. Juri sesungguhnya Allah swt. Selama yang kita sampaikan dalam tulisan tidak menyimpang syariat Islam dan ada etika terhadap sesama, tidak untuk menjatuhkan siapapun, maka tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Untuk itulah saudaraku, jangan menyerah ya untuk menolong agama Allah.
Jika lesan tak sanggup mengungkap kebenaran secara spontan, maka dengan menulis akan bisa menjadi sarana yang patut untuk diperhitungkan. Jika hari ini belum ada yang mau melirik tulisan kita, siapa tahu suatu saat Allah yang menggerakkan orang lain untuk mengintip ide, pemikiran atau semua rasa yang pernah kita tuangkan. Yang penting, kita sudah berupaya untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran.
Dengan berjalannya waktu, kita berproses untuk memperbaiki kualitas tulisan kita. Semoga akan menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan Allah. Hingga indahnya Islam akan segera dirasakan semua umat, dengan Ridlo dan pertolongan Allah. Aamiin.
#TulislahSemuaRasa
#MenulisUntukMenebarBenihKebaikan