Cinta Bukan Jadi Kambing Hitam

Oleh: Ummu Aisyah


Jatuh cinta berjuta indahnya

Dipandang dibelai amboi rasanya

Jatuh cinta berjuta nikmatnya

Menangis tertawa karena jatuh cinta

Oh asyiknya (Titiek Puspa)


Sob! Pernahkan jatuh cinta? Sebagaimana bait lagu di atas, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Rindu, senang, sayang, marah, cemburu, pokok nya nano - nano. Setiap sejoli yang memadu kasih, pasti cinta menjadi alasannya.

Sadarlah jika banyak pemuda yang mengkambing hitamkan cinta? Kasihan sob, kalau cinta bisa ngomong bisa jadi dia keberatan sering dijadikan alasan.

Sebenarnya cinta adalah naluri. Setiap insan pasti memiliki. Cinta itu berhubungan dengan rasa. Sebuah rasa yang berujung asmara. Bicara soal cinta tidak ada habisnya. Membuat setiap orang bahagia ketika merasakannya. Tidak seorang pun yang ingin cintanya berbuah bencana.

Ketika remaja mulai menjalin asmara, kadang tanpa logika. Mereka memburu kesenangan semata. Demi kepuasan fatamorgana dunia. Mereka rela mengorbankan semuanya. Saat cinta mulai kandas. Logika menjadi bias. Keinginan memiliki membutakan hati.

Bermula dari suka sama suka. Kedua muda mudi saling bercinta. Tanpa pikir panjang adegan tersebut diabadikan. Ada banyak alasan, mulai dari iseng - iseng, hingga unsur kesengajaan. Ketika cintanya tertolak maka dendam menjadi membara. Terbesitlah keinginan untuk menyebarkan aksinya. Sebagaimana yang terjadi di Madiun. Dua siswa SMA dan SMK telah melakukan perekam perbuatan asusila. Hingga ketika rasa cemburu yang menderu memuncak, si laki - laki menyebarkan videonya (surya.co.id/24/1).

Kejadian ini juga terjadi di Mojokerto. Siswi SMA dan seorang pemuda, juga melakukan aksi yang sama. Saat lamarannya ditolak, video pun diunggahnya. (surya.co.id/6/2) Serupa tapi tak sama, kembali sepasang muda mudi tertangkap kamera. Di alun - alun kota Bojonegoro, mereka melampiaskan aksinya (10/2). Aktivitas itu terekam CCTV di alun - alun, hingga akhirnya viral di media sosial. (detik.com/13/2)

Ketika cinta tak lagi pakai logika. Hanya nafsu yang berbicara. Dunia seakan hanya milik berdua. Dan setan pun menjadi perantara.

“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Begitulah setan, mereka akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menggoda anak Adam. Segala peristiwa free sex yang telah terjadi, seharusnya menjadi pelajaran. Bahwa semua bermula dari interaksi laki-laki dan perempuan yang tidak karuan. Seringnya campur baur (ikhtilat) menambah kesempatan untuk berdua - duaan (berkhalwat). Banyak orang tua yang tidak khawatir ketika anak perempuannya pulang malam. Kurangnya kontrol dan pendidikan dari keluarga membuat remaja salah jalan. Ditambah lagi cueknya masyarakat terhadap pergaulan muda menambah titik kelam dunia remaja. Anggapan orang "tidak punya pacar berarti tidak laku" membuat para jomblower makin keblinger. Apalagi ketika februari tiba. Rasa cinta dipupuk bagai tanaman agar bisa berbunga. Di minimarket, cafetaria, hingga tempat hiburan malam menjadi tujuan perayaan cinta. V-day dinobatkan sebagai hari kasing sayang.

Budaya liberal telah meracuni kaula muda. Prinsip "hak kebebasan bertingkah  laku" menjadi idola. Hedonisme dan budaya barat lainnya menjadi rujukannya. Fun, food, dan fashion diburu kaula muda. "Gak gaul, kalau gak nongkrong", menjadi tren dunia muda. Inilah cetakan dari pemahaman sekuler. Dimana agama sebatas nama. Tak ada beda satu dengan lainnya.

Islam turun memperbaiki semuanya. Hidup meraih ridho Allah sebagai tujuannya. Ketakwaan individu menjadi modal utama. Dibantu dengan dukungan  orang tua yang memiliki pemahaman agama akan menghalangi anak dari berbagai gangguan fatamorgana dunia. Kontrol masyarakat dengan menjaga lingkungan dari aktivitas asusila. Ditambah negara menerapkan aturan pergaulan Islam akan menambah penjagaan serta menghilangkan pergaulan bebas.

Sehingga kita tidak akan pernah menjumpai dua sejoli yang mojok karena terbuai. Masihkah kita diam dengan semua kerusakan yang ada? Apakah ada solusi lain selain Islam?



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak