Pendidikan Diera Rl 4.0


Oleh : Umi Fia

(Alumni Ponpes Raudhotul Ulum Sbr Wringin Jember).

Pendidikan RI 4.0 bisa di katakan sebagai masa depan pendidikan - dan siap untuk mengubah bagaimana konsumsi informasi berubah secara dramatis, pendidikan 4.0 dapat di lengkapi fenomema penetrasi digital di kehidupan sehari-hari.

Dengan bantuan pendidikan 4.0, siswa akan di persiapkan untuk menghadapi tantangan digital secara langsung. Inti dari fenomena ini adalah kreativitas yang tentu saja akan memungkinkan siswa untuk membuka jalan keluar bagi mereka dari berbagai tantangan perkembangan.

Pendidikan 4.0 (education 4.0) adalah istilah umum yang di gunakan oleh para ahli teori pendidikan untuk menggambarkan berbagai cara untuk mengintegrasikan tegnologi cyber baik secara fisik maupun tidak ke dalam pembelajaran. 

RI 4.0 adalah lompatan dari pendidikan 3.0 (education 3.0) yang menurut Jeff Borden, Education 3.0 mencakup pertemuan ilmu saraf, psikologi kognitif, dan tegnologi pendidikan, menggunakan tegnologi digital dan mobile berbasis web, termasuk aplikasi, perangkat keras dan perangkat lunak, dan hal lain dengan e di depannya. 

Pendidikan 4.0 jauh di atas hal tersebut dan dalam beberapa hal pendidikan 4.0 adalah femomena yang merespon kebutuhan munculnya revolusi industri ke empat ( 4 IR) di mana manusia dan mesin di selaraskan untuk mendapat solusi, memecahkan masalah dan tentu saja menemukan kemungkinan edisi baru.

Pedidikan 4.0 berkembang pada premis dasar, ruang kelas online telah memfasilitasi pembelajaran dengan lebih banyak cara dari pada yang pernah di bayangkan.

Dalam di terapkannya pendidikan RI 4.0 pemerintah telah menetapkan beberapa langkah prioritas nasional untuk mengimplementasikan peta jalan making indonesia industri 4.0. Salah satu langkah yang di ambil oleh pemerintah yaitu seperti pemerintah yang akan membangun infrastruktur nasional. 

Dalam hal ini, akan ada pembangunan internet berkecepatan tinggi dan kerjasama di bidang tegnologi digital, seperti cloud, data center, security management, dan infrastruktur broad band. Selain itu pemerintah juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan meningkatkan kualitas sekolah kejuruan.

Banyak orang berbicara revolusi industri 4.0 tapi sedikit sekali yang berpikir dampaknya. Salah satu dampak diterapkannya pendidikan RI 4.0  yaitu mereka yang saat ini baru masuk kuliah akuntansi, begitu lulus akan menghadapi lapangan kerja berkurang. 

Pekerjaan yang menggunakan fisik akan hilang atau sudah tidak di butuhkan karena sudah banyak perushaan yang menggunakan jasa akuntan online. Seperti Turbotax To H&R Block yang mengatur pajak secara online.

Inilah wajah dunia pendidikan saat ini ketika di atur dengan sistem pendidikan pesanan barat yaitu sistem kapitalis sekuler. Bukannya menjadikan anak didik yang patut di banggakan akan tetapi semakin terseret ke jurang keterpurukan dan kesengsaraan. Yang mana generasi saat ini di arahkan sebagai pekerja pabrik, bukan sebagai ahli di bidang tertentu.

Berbeda dengan sistem pendidikan dalam islam. Islam membangun peradaban yang mulia dan memuliakan. Baik dari segi tujuan pendidikan, kurikulum hingga tata kelolanya. Diantara paradigma yang melandasi semua ini adalah pandangan islam tentang ilmu dan fungsi negara. Ilmu bukan komoditas dan faktor produksi, akan tetapi jiwa kehidupan. 

Terbukti sistem pendidikan islam sukses sebagai pencetak output pendidikan dengan sangat kuat, melahirkan para ilmuan, pakar dan ahli dengan penemuan - penemuan jenius bernilai tinggi melampaui masanya. 

Tidak hanya itu, akses pendidikan setiap individupun terjamin hingga ke pelosok-pelosok negeri. Hasilnya sungguh mengagumkan, pendidikan berkualitas terbaik menjadi realitas yang dapat jadi kebanggaan dunia.

Jadi jalan satu-satunya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermartabat adalah kembali pada penerapan sistem islam dengan menerapkan hukum-hukum islam secara keseluruhan.

wallahu a'lam bi as-sawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak