Demokrasi Biang Korupsi


Oleh: Umi Fia 

(Alumni Ponpes Raudhotul Ulum Sbr wringin)

Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristianto memastikan kader yang terlibat korupsi dipecat. Hal tersebut menanggapi kadernya, Bupati Kota Waringin Timur, Supian Hadi yg terlibat kasus korupsi izin usaha pertambangan.

Kasus korupsi yang di lakukan oleh Bupati Kota Waringin Timur Supian Hadi di kecam banyak pihak. Bukan tanpa sebab, kader PDI Perjuangan itu di duga telah merugikan Negara dengan angka yang fantastis dari praktik haramnya tersebut, yakni Rp 5,8 triliun.

Tindak korupsi yang dilakukan kader PDIP ini pun langsung menuai komentar dari Politikus Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahean. Menurutnya, tindak pidana korupsi yang di lakukan oleh Supian Hadi bisa di kategorikan sebagai mega korupsi.

Sekaligus, kasus ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di nilai sangat koruptif. "Rp 5,8 triliun ini sangat fantastis, ini menjadi gambaran nyata betapa kekuasaan sekarang sangat korup". Kata Ferdinand kepada Jawa Pos.com.jum'at (8/2).

Di lain pihak Andres Rosiade anggota badan komonikasi Partai Gerindra mengatakan, bahwa," Bicara soal penetapan Bupati Kota Waringin Timur oleh KPK, ini menunjukkan memang bahwa partai koalisi pendukung Jokowi memang punya masalah dengan korupsi, kata dia kepada Wartawan Rabu (6/2).

Inilah bukti bahwa Demokrasi biang korupsi. Banyaknya kasus korupsi yang di lakukan kader parpol pengusung Demokrasi justru menunjukkan hakikat Demokrasi sebagai biang korupsi. Jika Demokrasi suci tentu tak hanya mengobral janji , boro-boro menepati janji, yang ada ujung-ujungnya korupsi.

Menilai dari kondisi ini seharusnya umat sadar tentang kebobrokan Demokrasi, dan muncul keinginan untuk mencampakkannya. Karena Demokrasi adalah sistem yang rusak dan merusa dari segala lini.

Saatnya umat ini mengganti sistem yang di terapkan saat ini, yaitu ganti dengan sistem Islam dengan penerapan hukum-hukum Islam secara keseluruhan. Karena hanya Islam satu-satunya yang mampu mensolusi setiap prolematika umat saat ini, termasuk kasus korupsi. 

Sistem politik Islam mempunyai mekanisme canggih untuk meminimalisir celah korupsi dan umat wajib menegakkannya.

wallahu a'lam bi as-sawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak