Urgensi Khilafah untuk Kebangkitan Negeri

Oleh Ammylia Rostikasari, S.S. (Aktivis Akademi Menulis Kreatif)

Menyoal persekusi yang kini menyambangi Ustaz Abdul Somad setelah beliau memaparkan mengenai kepemimpinan Islam atau Khilafah Islamiyah. Label anti Pancasila pun disematkan kepada beliau. Tentu saja hal itu dilakukan oleh pihak yang sebenarnya tidak memahami Islam secara komprehensif. Bahwasanya Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk wilayah kepemimpinan umat yang begitu urgen untuk dijadikan pembahasan.

Sementara itu, Din menilai bahwa ceramah UAS selama ini tidak menyalahi akidah Islam. Maka seharusnya tidak diperdebatkan oleh publik.

"Saya sudah mengikuti apa yang disampaikan Ustaz Abdul Somad. Beliau menjelaskan khilafah dari Alquran. Beliau ahli hadits. Beliau menjelaskan dari pandangan Islam. Jadi, saya pikir, umat Islam perlu bersyukur," pungkasnya (Jawapos/3/11/2018).

Islam Allah turunkan sebagai agama sekaligus pandangan hidup yang paripurna. Adanya mengatur  hubungan manusia dengan Allah subhanahu wata’ala. Islam juga mengharmoniskan hubungan manusia dengan sesamanya juga dengan dirinya sendiri.

Pembahasaan kepemimpinan umat atau khilafah Islamiyah tentu saja merupakan bagian dari ajaran Islam, bukan pemahaman dari sebuah ormas tertentu yang belakangan santer diopinikan. Sebagai seorang Muslim, baiknya kita mendalami ajaran Islam itu sendiri supaya tidak mudah terprovokasi apalagi sampai berperan aktif dalam partisipasi persekusi ulama yang menyampaikan ajaran Islam kaffah.

Menilik segala problem yang turut hadir di negeri tercinta, sudah selayaknya kita sebagai bangsa Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam menyadari pangkal dari permasalahan ini. Setelah merumuskan sebab musabab permasalahan, tentulah harus segera ditentukan solusi mengakarnya.

Indonesia kian hari kian karut marut, bagaimana bisa melepaskan dari jeratan tersebut agar dapat meraih kebangkitan. 

Pertama, negeri mesti berlepas diri dari ideologi kapitalisme liberal yang dicekoki Barat. Secara de facto Indonesia telah menjadi relasi kapitalisme global sehingga negeri ini jauh dari independensi kebijakan. Penyesatan opini yang berasal dari Islam pun begitu kental dirasakan. Hal demikian karena hakikatnya kapitalisme liberal tak sudi memberikan ruang agar opini Islam termasuk paham Khilafah Islamiyah untuk mewarnai negeri ini.

Kedua, negeri ini segera bertaubat dan kembali kepada kehendak Sang Penguasa Jagat Raya. Kapitalisme tengah pongah. Namun, saat ini paham ini pun  sedang diambang tumbang. Islam sebagai ideologi sahih ialah satu-satunya solusi untuk mengganti posisi kapitalis dalam upaya membangkitkan negeri ini.

Islam sebagai landasan ideologi negara akan memastikan seluruh hukum yang berlaku di Indonesia. Adanya bersumber dari Syariat Islam saja. Dalam bidang politik, Islam mewajibkan negara untuk mengelola urusan umat, bukaan semata pemilik modal seperti halnya kapitalisme. Sehingga kesejahteraan dapat dinikmati secara merata oleh semua masyarakat tanpa meruncingkan kesenjangan sosial.

Kebijakan utama syariah Islam dalam bidang ekonomi adalah mewajibkan negara dalam menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat. Negara memotivasi  setiap orang untuk bertanggung jawab dalam hal nafkah sehingga rela bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas.

Jika upaya maksimal yang telah dilakukan individu ini belum mencukupi, maka keluarga terdekat berkewajiban mengalirkan bantuan. Kalau belum teratasi juga, negaralah yang mesti turun tangan memberikan solusi.

Negara juga berkewajiban menyediakan pelayanan pendidikan juga kesehatan secara mudah, bahkan tidak berbayar. Semua dapat dilakukan karena pendapatan negara didapat bukan dari memungut pajak.

Kekayaan alam yang berlimpah adalah milik rakyat. Adanya sebagai modal untuk disalurkan memenuhi kesejahteraan. Kekayaan alam yang Allah berikan dikelola mandiri oleh negara, tentu dilarang untuk diprivatisasi.

Kebijakan sesuai syariahlah yang akan menyingkirkan para penjajah yang tak henti merongrong negeri ini. Berdasarkan syariah Islam sudah pasti negeri ini akan diliputi keberkahan. Kepemimpinan Islam adalah sebuah keniscayaan untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah. Karena sebaik-baik aturan adalah hukum Allah yang Maha Sempurna untuk setiap hamba-Nya. Sebaik-baik kepemimpinan pun adalah konsep yang Allah turunkan lewat ajaran Islam. 

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah:50)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak