Oleh: Khoiru Umah
(Pemerhati Sosial)
HIV/AIDS memapar tiga anak dari Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Mereka merupakan penduduk yang didatangkan dari daerah luar untuk menjalani perawatan di RS HKBP Nainggolan. Kemudian Pemkab Samosir mendaftarkan satu anak di PAUD dan dua lainya SDN setempat.
Akan tetapi baru satu hari bersekolah, banyak terjadi protes dan kekhawatiran dari orang tua murid, karena penyakit yang diderita ketiga anak tersebut. Dari data yang terpublikasi di Sumut angka prevelensi HIV/AIDS mencapai 28,97 per 100.000 penduduk yang artinya setiap 100.000 penduduk di Sumut terdapat 29 orang mengidap HIV/AIDS (Tribun-Media).
Usaha pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi pasien yang menderita HIV/AIDS sampai sekarang belum juga kelihatan hasilnya, karena faktanya pasien yang menderita HIV/AIDS terus bertambah. Berdasarkan data pencegahan dan pengendalian penyakit menteri kesehatan RI, hingga Maret 2017 HIV mencapai 242.699 jiwa dan AIDS mencapai 87.453 jiwa.
Fakta lain penyebab suburnya HIV/AIDS yaitu dengan maraknya seks bebas dan LGBT, karena perbuatan maksiat tersebut dilakukan dengan bergonta-ganti pasangan, pacaran menjadi gaya hidup, dan tidak ada lagi adab pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Maka hal ini semakin mempercepat penularannya.
Adapun sanksi hukumnya belum jelas hingga hari ini. Sehingga seks bebas dan LGBT masih banyak ditemukan pada komunitas anak-anak sekolah. Dari fakta tersebut bisa digambarkan bahwa pelaku dan penderita HIV/AIDS diusia produktif 15-29 tahun.
Apabila pemerintah belum mempunyai aturan yang komprehensif terhadap kasus ini lalu bagaimana nasib generasi ? dalam Islam sudah jelas aturan kewajiban dan larangan hubungan laki-laki dan perempuan.
Dalam Al-Qur’an larangan berzina disebutkan pada surat Al-Isra ayat 32 yaitu “Dan janganlah kamu mendekati zina; itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” dan Al-Furqon ayat 68 yaitu “Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, dan berang siapa melakukan demekian itu,niscaya dia mendapat hukuman yang berat”.
Kemudian juga kaum Sodom atau sekarang LGBT Allah sangat melaknatnya . Maka sudah seharusnya kita manusia kembali kepada aturan Allah yang maha mengatur kehidupan ini. Wallahu a'lam bisshawab.