Pahlawan Milenial


Oleh: Yanyan Supiyanti A.Md

(Member Akademi Menulis Kreatif)


Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Tema ini yang sering dipakai dalam peringatan hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November setiap tahunnya.


Dilansir Tribunnews.com pada tanggal 08/11/2018, Ketua Umum Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar Pemuda Mahasiswa Islam, Bursah Zarnubi menyatakan bahwa hari pahlawan harus terus digelorakan terutama oleh generasi milenial, mereka sangat dibutuhkan untuk bangsa ini.


Kata pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran.


Para pahlawan rela mengorbankan hidupnya demi menjaga bangsa Indonesia. Tanpa jasa mereka, kita tidak bisa menjadi bangsa Indonesia seperti sekarang. Kemerdekaan Indonesia bukanlah "hadiah" dari bangsa lain, melainkan hasil dari perjuangan dan pengorbanan jiwa dan raga para syuhada mujahid pejuang. Seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol, Sultan Hasanuddin, Pattimura, dan lain-lainnya yang dengan gigih merebut dan memperjuangkan kemerdekaan dari para penjajah.


Di masa Rasulullah, ada Mush'ab bin Umair di perang Uhud, Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah di perang Mu'tah, dan masih banyak lagi para syuhada yang mati syahid perang di jalan Allah (jihad fii sabilillah).


Mati syahid merupakan cita-cita tertinggi umat Muslim. Mereka yang mati syahid hakikatnya bukanlah mati tetapi mereka hidup di sisi Allah Ta'ala dan senantiasa mendapat rahmat dan rezeki dari Allah Ta'ala. Sebagaiman firman Allah Ta'ala:


"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki" (TQS. Ali 'Imran : 169).


Hari pahlawan hendaknya jangan hanya mengedepankan unsur seremoni belaka, tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan, tanpa mengambil tauladan dari nilai-nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan rakyat negeri ini dari penjajahan bangsa asing, penuh dengan pengorbanan darah, harta, air mata bahkan nyawa. Mereka tak rela harga diri sebagai bangsa diinjak-injak harkat dan martabatnya, sehingga tidak ada jalan lain kecuali berjuang tidak boleh dikhianati.


Saatnya generasi milenial melanjutkan perjuangan para pahlawan untuk merebut dan memperjuangkan kemerdekaan hakiki dari belenggu penjajahan kapitalisme dan liberalisme yang saat ini sedang mencengkeram dunia. 


Pahlawan milenial contohlah kisah perjuangan dan karakter para pahlawan terdahulu yang akan menjadi tauladan dan sumber inspirasi bagimu!


Wallahu a'lam bishshawab.[]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak