Usamah bin Zaid, Panglima Kesayangan Rasulullah saw


Oleh : Lilik Yani


Ketika Rasulullah saw sedang bersedih

Karena tindakan kaum kafir Quraisy menyakiti hati

Dakwah Rasulullah mereka halangi 

Sahabat-sahabat beliau diintimidasi

Hingga beliau dan sahabat harus bersabar diri


Dalam keadaan beliau susah

Tiba-tiba seberkas cahaya memancar 

Memberikan hiburan yang menggembirakan

Seorang pembawa berita mengabarkan,

"Ummu Aiman melahirkan seorang bayi laki-laki"

Wajah beliau berbinar karena sangat gembira


Siapakah bayi istimewa itu?

Kelahirannya dapat mengobati hati Rasulullah saw yang sedang berduka

Hati beliau berubah jadi gembira

Bayi istimewa itu adalah

Usamah bib Zaid bin Haritsah


//Orang-tua Usamah//


Para sahabat tak merasa heran

Jika Rasulullah saw bersuka cita

Atas kelahiran bayi Usamah

Orang-tua Usamah sangat dekat kedudukannya

Di sisi Rasulullah saw


Ibu Usamah adalah wanita Habsyi yang diberkati

Dikenal dengan panggilan Ummu Aiman

Mantan sahaya ibunda Rasulullah saw, Aminah binti Wahab

Ummu Aiman mengasuh Rasulullah waktu kecil

Selagi ibundanya masih hidup

Ia pula yang merawat setelah ibunda meninggal

Dalam kehidupan Rasulullah saw

Tak mengenal ibu mulia selain Ummu Aiman


Rasulullah saw menyayangi Ummu Aiman sebagaimana

Sayangnya seorang anak kepada ibunya

"Ummu Aiman adalah ibuku satu-satunya, setelah ibunda Aminah wafat

Ummu Aiman satu-satunya keluargaku yang masih ada."


Adapun ayahnya adalah orang kesayangan Rasulullah saw

Zaid bin Haritsah

Rasulullah saw mengangkat Zaid sebagai anak angkat sebelum masuk Islam

Zaid bin Haritsah menjadi sahabat beliau

Tempat mempercayakan berbagai rahasia

Zaid bin Haritsah sangat dimuliakan dalam Islam


//Kegembiraan Kaum Muslimin terhadap Usamah//


Setiap sesuatu yang disukai Rasulullah saw

Kaum muslimin akan menyukai juga

Mereka turut gembira atas kelahiran Usamah bin Zaid

Melebihi kegembiraan mereka pada bayi-bayi lain

Jika Rasulullah saw gembira

Maka sahabat dan kaum muslimin turut gembira

Bayi istimewa Usamah diberi panggilan 

"Al-Hibb wa Ibnil Hibb" 

Kesayangan anak kesayangan


Usamah sebaya dengan cucu Rasulullah, Hasan bin Fatimah az-Zahra

Hasan berkulit putih tampan bagaikan bunga mengagumkan

Mirip dengan kakeknya, Rasulullah saw

Sedangkan Usamah kulitnya hitam

Hidungnya pesek

Mirip ibunya wanita Habsyi


Kasih sayang Rasulullah kepada keduanya tiada berbeda

Beliau sering mengambil Usamah

Ditaruh di paha satu

Kemudian mengambil Hasan 

Diletakkan di paha satunya

Kemudian dua anak itu dirangkul bersama-sama ke dadanya

Seraya Rasulullah berkata, 

"Wahai Allah, saya menyayangi kedua anak ini 

Maka sayangilah pula mereka berdua."


Rasulullah saw tetap menyayangi Usamah ketika remaja

Sifat dan pekerti mulia tampak pada dirinya

Hingga pantas menjadi kesayangan Rasulullah saw

Cerdik, pintar dan bijaksana

Rendah hati, wara' dan bertaqwa

Senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela


//Usamah dalam Perang Uhud//


Ketika terjadi Perang Uhud

Usamah bin Zaid datang ke hadapan Rasulullah saw

Bersama rombongan teman-teman sebaya

Putra-putra para sahabat Rasulullah

Mereka ingin ikut jihad fii sabilillah


Sebagian diterima Rasulullah

Sebagian ditolak karena usianya sangat muda

Usamah termasuk kelompok anak-anak yang tidak diterima

Usamah pulang sambil menangis

Ia sedih tidak bisa bergabung dengan kaum muslimin

Berperang di bawah bendera Rasulullah saw


//Usamah dalam Perang Khandaq//


Ketika persiapan akan ada Perang Khandaq

Usamah kembali datang bersama rombongan teman-teman remaja

Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah saw

Biar tampak lebih tinggi

Agar Rasulullah memperkenankan

 turut berjihad


Rasulullah melihat begitu besar niat Usamah

Ia sangat bersemangat untuk diperbolehkan ikut berjihad

Maka Rasulullah pun mengijinkannya

Usamah pergi berperang

Menyandang senjata pedang

Jihad fii sabilillah

Ketika itu ia berusia lima belas tahun


//Usamah dalam Perang Mut'ah//


Ketika terjadi Perang Mut'ah

Usamah turut berperang di bawah komando ayahnya

Zaid bin Haritsah

Saat itu Usamah berusia 18 tahun


Usamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri

Ayahnya syahid di medan perang sebagai syuhada

Usamah tidak takut dan tidak mundur

Ia terus gigih bertempur 

Di bawah komando Ja'far bin Abi Thalib

Hingga Ja'far syahid di depan matanya pula


Usamah lanjutkan perjuangan

Ia menyerbu di bawah komando Abdullah bin Rawahah

Hingga Abdullah pun gugur sebagai syuhada

Menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid


Kemudian komando dipegang oleh Khalid bin Walid

Usamah bertempur di bawah komando Khalid

Jumlah tentara tinggal sedikit

Strategi Khalid mengatur barisan

Hingga kaum muslimin bisa melepaskan diri 

Dari cengkeraman tentara Rumawi


//Usamah Diangkat Jadi Panglima Perang//


Pada tahun sebelas hijrah

Rasulullah saw menurunkan perintah

Siapkan bala tentara untuk memerangi pasukan Rumawi

Dalam pasukan ada Abu Bakar Shidiq

Umar bin Khattab

Sa'ad bin Abi Waqqas

Abu Ubaidah bin Jarrah

Dan para sahabat usia tua lainnya


Rasulullah saw mengangkat Usamah bin Zaid

Remaja tangguh menjadi panglima seluruh pasukan

Saat itu usia Usamah belum genap 20 tahun


Setelah itu, Rasulullah turun dari mimbar menuju rumahnya

Kaum muslimin berdatangan hendak berangkat perang 

Bersama pasukan Usamah

Mereka menemui Rasulullah dalam keadaan sakit

Di antara mereka ada Ummu Aiman


Usamah berkata,

"Tatkala sakit beliau bertambah parah, saya datang menghadap beliau diikuti orang banyak. Setelah saya masuk, saya dapati beliau sedang diam tidak berkata-kata karena kerasnya sakit beliau. Tiba-tiba beliau mengangkat tangan dan meletakkannya ke tubuh saya. Saya tahu beliau memanggilku."


Ketika Usamah mencium wajah Rasulullah saw

Beliau tidak mengatakan apa-apa 

Selain mengangkat kedua belah tangannya

Ke arah langit serta mengusap kepala Usamah, mendoakannya


//Kemenangan Usamah//


Usamah dan pasukannya terus bergerak dengan cepat meninggalkan Madinah

Setelah melewati beberapa daerah

Hingga sampai di pertempuran


Pasukan Usamah bergerak cepat

Melancarkan serangan sebelum musuh bersiap diri

Seperti yang direncanakan

Pasukan Usamah berhasil mengalahkan lawannya

Hanya dalam 40 hari

Kemudian mereka kembali ke Madinah

Dengan sejumlah harta rampasan perang

Jauh lebih banyak dari perkiraan

Dan membawa kemenangan gemilang 

Hingga banyak orang mengatakan,

"Belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan perang dengan selamat dan utuh

Dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid."


Subhanallah, Kisah Usamah bin Zaid yang menakjubkan

Rasa cintanya membela Rasulullah dan ajaran Islam

Walau usia masih sangat muda

Semangatnya untuk berjihad

Sungguh luar biasa

Bisa terjadi karena dorongan iman di dadanya


Bagaimana dengan kita?

Lagi-lagi harus tertohok malu 

Melihat generasi sekarang yang alpha

Ada perintah Allah yang terabaikan

Sibuk kejar kebahagiaan dunia

Yang sifatnya sementara


Padahal ada akherat yang lama

Tempat dimintai pertanggungjawaban

Atas segala perbuatan yang dilakukan

Termasuk, "Mengapa tidak ikut berjuang?

Menyampaikan kebenaran ajaran Islam

Agar kembali diterapkan 

Dalam segala lini kehidupan."


So jangan menunda lagi

Singkirkan berbagai alasan yang menghadang

Yuk bangkit berjuang!

Sebagaimana Usamah bin Zaid dan para sahabatnya

Mumpung masih ada kesempatan

Agar Islam kembali berjaya

Kembali memimpin dunia

Dan kita termasuk mujahid yang memperjuangkannya.

In syaa Allah



Surabaya, 16 Oktober 2018








Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak