Alhamdulillah, Ahad, 14 Oktober 2018 Aliansi Muslimah Peduli Ummah bekerjasama dengan Masjid Saleemah Sayeed Omar menggelar acara Majlis Taklim bulanan dengan tema "Tantangan Keluarga di Era Milenial. Bertempat di Masjid Saleemah Sayeed Omar Dusun Cikangkung Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang.
Kurang lebih 70 an peserta membanjiri ruangan dengan semangat yang menggelora. Acara dimulai pukul 09.00 WIB, sebelum penyampaian materi oleh narasumber, acara diisi dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Ustadzah Milah. Acara selanjutnya yakni pembacaan Shalawat Asgyli yang dipimpin oleh Ustadzah Amel dan kawan-kawan.
Tampil sebagai narasumber, yakni Ustadzah Siti Rahmah (Penulis dan Motivator). Teh Siti, sapaan hangatnya, beliau menyampaikan bahwa setiap datang di suatu acara pernikahan tentu saja kita mengharapkan pasangan tersebut menjadi keluarga yang sakinah, keluarga yang sakinah tentu saja keluarga yang bisa menghadirkan ketentraman, kenyamanan dan ketenangan sesuai dengan Surat Ar Ruum : 21.
Hidup bersama sang pasangan dan membina sebuah hubungan keluarga merupakan perjalanan yang sangat panjang. Tentu saja perjalanan yang panjang ini, tidak bisa kita lewati sendiri saja, kita membutuhkan sahabat untuk melewatinya bersama. Jika kita sendirian saja, yang terjadi hanyalah kelelahan semata. Sahabat yang kita pilih haruslah membantu kita untuk mencapai tujuan yang kita harapkan, yakni mendapatkan ridha Allah SWT.
Dalam membina hubungan berumahtangga, tentu saja banyak kerikil yang kita jumpai, jangan sampai kita hanya melihat dan mengingat kesalahan yang diperbuat oleh pasangan, tanpa mengingat dan melihat kebaikan yang sudah diberikan oleh pasangan. Senantiasalah berintrospeksi diri dan mencari orang yang bisa menasehati supaya bisa memperbaiki diri dan saling memahami. Ketika kita sudah memahami pasangan, maka akan terjadi kenyamanan di dalam sebuah keluarga dan sakinahpun akan tercipta, akan menghadirkan akan-anak yang taat kepada orang tua dan bisa berprestasi di dalam bidang yang ia tekuni.
Tantangan yang dihadapi keluarga muslim pada hari ini sangatlah banyak diantaranya tersebarlah virus-virus berbahaya yang tersebar di masyarakat. Virus yang pertama yakni ledakan penduduk, banyaknya angka kelahiran, masalah demografi dan masalah banyak anak. Slogan yang ada di masyarakat bukanlah "bayak anak banyak rejeki", tapi "banyak anak banyak masalah". Padahal di dalam Islam sudah dijelaskan bahwasannya setiap anak membawa rejeki dan tujuan keluarga muslim adalah melestarikan keturunan.
Virus selanjutnya yakni pemahaman tidak mau memiliki anak. Ummat Islam di Indonesia sekarang hanya mencapai 70% saja, padahal di tahun 90an jumlah kaum muslim mencapai 90%. Penurunan jumlah kaum muslim ini disebabkan oleh beberapa permasalahan, diantaranya ada yang murtad dari Islam, ada yang tidak memiliki anak dan ada yang tidak mau memiliki anak. Banyak perempuan yang beranggapan bahwa ketika memiliki anak fisik akan berubah, harus stand by memberikan ASI dan mengurus anak, sehingga waktu istirahat dan tidur pun menjadi berkurang. Padahal Allah menginstruksikan kepada kaum laki-laki untuk mencari wanita yang subur dan banyak anak.
Permasalahan selanjutnya yakni banyaknya muncul kaum LGBT, yang tentu saja secara tidak langsung merusak kelangsungan keturunan umat manusia. Selain itu permasalahan perceraian pun dihadapi oleh beberapa keluarga. Jangan sampai ayah dan ibu berpisah, karena anak akan menjadi korban dari perpisahan tersebut.
Virus yang selanjutnya yakni isu kesetaraan gender atau kesetaraan kedudukan. Perlu dipahami bahwasannya perempuan itu adalah tulang rusuk dan laki-laki adalah tulang punggung, jangan sampai terbalik. Sudah sewajarnya laki-laki menjadi tulang punggung keluarga dan perempuan menjadi ummu warabbatul bayyt (seorang ibu dan penngatur rumah tangga).
Virus yang terakhir, keluarga milenial lebih mengedepankan mencari materi dari pada mencari ridha Ilahi, pantas saja tidak ada ketentraman di dalam hati yang ada hanyalah rasa ketidak puasanan ingin selalu mengejar-ngejar materi. senantiasalah memahamkan bahwa yang terpenting adalah mendapatkan ridha Allah, ketika sudah mendapatkan ridha Allah, maka ketentraman pun akan kita dapatkan. Secara alamaiah laki-laki dan perempuan memang berbeda, supaya saling melengkapi dan ridha Allah pun bisa kita miliki.
Setelah pemaparan materi yang begitu memukau dari narasumber, acara beranjak pada sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Terakhir acara ditutup dengan do'a yang dibacakan oleh Ustadzah Solasih.
Para peserta Majlis Taklim bulanan kembali ke tempat persinggahan masing-masing dengan membawa bekal semangat untuk menjadi keluarga sakinah yang mendapatkan ridha Allah SWT. Di dalam sebuah keluarga perlulah saling memahami dan saling pengertian sehingga menjadi keluarga yang mendapatkan ketenangan, ketentraman dan kenyamanan.
Wa'allahu a'lam bi showab.
Kontributor : Vio Ani Suwarni