Sa'ad bin Abi Waqqash, Lelaki Penduduk Surga


Oleh : Lilik Yani


Sa'ad bin Abi Waqqash bin Wuhaib bin Abdi Manaf

Hidup di tengah-tengah Bani Zahrah

Ia adalah paman Rasulullah saw


Keislamannya termasuk cepat

Ia mengenal baik pribadi Rasulullah saw

Kejujuran dan sifat amanah beliau

Ia sering bertemu Rasulullah saw sebelum menjadi Nabi


Sa'ad bin Abi Waqqash

Pemuda pemberani dan suka berperang

Ia sangat jago memanah dan selalu berlatih sendiri


Sa'ad bin Abi Waqqash 

Pemuda yang sangat patuh kepada ibunya

Karena sangat sayangnya kepada sang ibunda

Seolah-olah cintanya hanya untuk sang ibu

Yang telah memeliharanya sejak kecil hingga dewasa

Penuh kelembutan dan berbagai pengorbanan


Ibu Sa'ad bernama Hamnah binti Sufyan bin Abu Umayyah

Wanita hartawan keturunan bangsawan Quraisy

Wajahnya cantik dan anggun

Wanita cerdik dan pandangan jauh ke depan

Sayangnya, Hamnah sangat setia

Kepada agama nenek moyangnya

Menjadi penyembah berhala


Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq mendatangi Sa'ad

Membawa berita dari langit

Tentang diutusnya Muhammad saw

Sebagai Rasul Allah 

Ketika saat menanyakan,

"Siapakah orang-orang yang telah beriman kepada Muhammad saw?


Abu Bakar menjawab, 

Diriku sendiri

Ali bin Abi Thalib

Zaid bin Haritsah


Seruan ini mengetuk kalbu Sa'ad

Lalu ia menemui Rasulullah saw

Mengucapkan dua kalimat syahadat

Sa'ad memeluk agama Allah 

Pada saat usianya baru menginjak 17 tahun

Termasuk deretan lelaki pertama 

Memeluk agama Islam


Setelah memeluk Islam

Ibunya sangat marah dengan keislaman Sa'ad

"Wahai Sa'ad, apakah engkau rela meninggalkan agamamu 

Dan agama bapakmu

Untuk mengikuti agama barumu itu?"

Demikian ancaman sang ibunda


Sa'ad menjawab, "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agamaku!"


Hamnah tahu Sa'ad sangat mencintainya

Maka ia mogok makan

Jika melihat ibunya dalam keadaan lemah dan sakit

Ia mengira Sa'ad akan luluh hatinya

Dan mau meninggalkan agamanya


Namun Sa'ad lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya

"Wahai Ibunda, demi Allah. 

Seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu

Aku tidak akan pernah mau 

Meninggalkan agamaku selamanya!"


Akhirnya sang ibu yakin

Anaknya tidak mungkin kembali

Seperti sedia kala

Maka ia dirundung kesedihan

Dan kebencian


Hingga Allah mengisahkan peristiwa Sa'ad

Di dalam ayat Al Qur'an,

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku

Sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu

Maka janganlah kamu mengikuti keduanya

Dan pergaulillah keduanya di dunia dengan baik."

(TQS Luqman : 15)


Suatu hari ketika Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabat

Tiba-tiba beliau menatap ke langit

Seolah mendengar bisikan malaikat.

Kemudian Rasul bersabda,

"Sekarang akan ada di hadapan kalian seorang laki-laki penduduk surga."


Mendengar sabda Rasulullah saw

Para sahabat menengok ke kanan dan ke kiri

Pada setiap arah

Untuk melihat siapakah gerangan lelaki berbahagia

Yang menjadi penduduk surga

Tak berselang lama

Datanglah laki-laki yang ditunggu-tunggu itu

Ialah Sa'ad bin Abi Waqqash


Pemuda yang sangat berbakti kepada orang tua

Pemuda pemberani dalam peperangan

Membela agama Allah


Dua hal penting yang diingat orang

Tentang kepahlawanan Sa'ad bin Abi Waqqash,

1. Sa'ad adalah orang pertama yang melepaskan anak panah dalam membela agama Allah

Dan orang yang mula-mula terkena anak panah

Ia hampir selalu menyertai Rasulullah saw dalam setiap pertempuran


2. Sa'ad adalah satu-satunya orang yang dijamin oleh Rasulullah saw, dengan jaminan kedua orang tua beliau.

Dalam perang Uhud, Rasulullah saw bersabda,

"Panahlah, wahai Sa'ad! 

Ayah dan ibuku menjadi jaminan bagimu."


Sa'ad bin Abi Waqqash

Doanya senantiasa dikabulkan Allah

Rasulullah saw pernah bersabda,

"Yaa Allah, kabulkanlah Sa'ad

Jika ia berdoa kepadaMu."


Subhanallah, kisah yang luar biasa

Sa'ad bi Abi Waqqash

Pemuda yang sangat berbakti kapada orang tuanya

Hingga Allah meridloi-nya


Walau demikian

Ketika orang tua menyuruh kesyirikan

Anak tidak boleh taat

Ketaatan kepada orang tua hanyalah untuk kebaikan

Dan tidak bertentangan dengan hukum syara

Tapi anak tetap harus membina hubungan baik dengan orang tua

Dalam hal keduniaan


Bagaimana dengan kita?

Seberapa ketaatan dan bakti kita terhadap orang tua?

Orang tua yang membangunkan kita untuk sholat

Orang tua yang mengingatkan kita untuk tilawah al Qur'an

Orang tua yang mengajak kita menimba ilmu di majelis taklim

Subhanallah

Jika memiliki orang tua demikian

Bersyukurlah

Orang tua yang selalu mengarahkan ke jalan Allah

Maka, jangan sia-siakan kesempatan

Kita wajib taat dan berbakti kepada mereka

Semoga mengantarkan Ridlo Allah kepada kita

Menjadi generasi penerus perjuangan

Lanjutkan dakwah sampaikan kebenaran

Agar ajaran Islam disiarkan ke seluruh umat

Dan diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan

Hingga Islam kembali memimpin peradaban dunia

In syaa Allah




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak