Remaja Banua Dalam Cengkeraman Kapitalisme

Oleh Ummu Antiq's (Anggota Akademi Menulis Kreatif) 

Memiliki keturunan yang sholeh dan sholeha tentu harapan semua orang tua. Namun beberapa hari ini kita  dikejutkan dengan berita-berita lokal yang mencengangkan tentang maraknya pergaulan bebas via medsos remaja-remaja Banua.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polres Hulu Sungai Tengah melalui Bhabinkamtibmas Benawa Tengah bekerjasama dengan anggota TNI, dari Koramil Batubenawa, berhasil membongkar jaringan kenakalan anak-anak. Sekelompok anak membentuk perkumpulan anak di bawah umur usia SMP melalui fasilitas Whatsapp (WA).

Group WA tersebut diberi nama Pasukan Siap Mati (PSM). Informasi yang diperoleh, mereka direkrut dan dipimpin oleh seorang ketua, dengan keanggotaan mencapai sekitar 150 orang. Mereka terdiri anak-anak pelajar SMP, dengan kegiatan sering berkumpul bergerombol, siang atau malam.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalimantan Selatan menggelar penyuluhan ke Madrasah Muhammadiyah Al Furqon Banjarmas. Dalam acara tersebut, Istri mantan Gubernur Kalsel H Gusti Farid Hasan Aman  mengatakan, dari data YKI Kalsel saat ini di Indonesia 100 persen anak-anak sekolah sudah nonton film porno, 67 persen anak perempuan di Indonesia sudah tidak perawan karena seks bebas.

Miris, sedih dan risau melihat potret kehidupan anak-anak Banua. Apa yang bisa kita harapkan dari remaja  seperti ini. Mereka sibukkan dengan pergaulan bebas yang akan menghantarkan pada seks bebas. Ini merupakan buah dari diterapkannya Kapitalisme di negeri ini. Kemajuan teknoloigi telah menyeret remaja-remaja ke jurang kehancuran. Akibatnya kebebasan bertingkah laku menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan masyarakat. Terlebih remaja yang kondisinya labil serta lemahnya aqidah Islam yang dimilikinya. Padahal di tangan mereka inilah nasip bangsa akan dipertaruhkan. Tentu kita tidak rela melihat remaja-remaja dengan kualitas seperti ini melanjutkan estafet kehidupan!

Selamatkan Remaja Muslim Banua

Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Dalam Islam, masa remaja berarti mulainya masa akil baligh. Keadaan fisik, kognitif (pemikiran) dan psikososial (emosi dan kepribadian) remaja berbeda dengan keadaan pada tahap perkembangan lain. Karena sudah baligh, mereka menanggung kewajiban untuk beribadah.

Fenomena Remaja Muslim sekarang telah sangat mengkhawatirkan. Jangankan turut memikirkan nasib muslim lainnya, memikirkan nasib dirinya sendiri saja  tidak sanggup. Jangankan menjadi "agent of change", mengubah kondisi hidupnya sendiri saja tidak mampu.

Tentu ini tidak bisa kita abaikan begitu saja. Kita harus melakukan usaha untuk menyelesaikan masalah ini. Ada tiga faktor utama yang menjadi fokus perhatian kita. 

Pertama,  dimulai dari keluarga. Mengusahakan lahirnya remaja-remaja yang anti pergaulan bebas dan seks bebas yakni remaja dengan pemikiran Islam dan berkepribadian Islam. Yang padanya terikat keimanan, pemikiran dan perasaan yang islami hingga mampu menjadikan media digital untuk menambah tsaqofah dan pemahaman Islam, memiliki standar kehidupan, yaitu halal dan haram.

Kedua, lingkungan masyarakat. Dalam kehidupan sosial, masyarakat adalah dinding yang turut menjaga individu-individu di dalamnya agar tidak terjebak dalam jurang kemaksiatan. Bekerja sama, bahu-membahu menciptakan lingkungan  yang aman dan nyaman untuk perkembangan anak-anak.  Adanya pengawasan masyarakat dalam bentuk aktifitas amar ma'ruf nahi munkar haruslah ditegakkan.

Re, Negara sebagai sebuah institusi formal yang mempunyai kekuasaan, haruslah menindak tegas semua pelanggaran tindak asusila  yang terjadi ditengah masyarakat baik di dunia maya maupun di dunia nyata dengan sanksi yang setimpal. Menutup situs-situs porno dan memperbanyak situs yang berisi penanaman aqidah. Negara bertanggung jawab melahirkan generasi Islami sebagai bagian dari tugas negara yang menjalankan sistem pendidikan serta sistem lainnya yang saling berkaitan.

Negara Bertanggung-jawab Menyelamatkan Remaja

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menyadari pentingnya melahirkan generasi cemerlang berkualitas pemimpin. Generasi yang tidak hanya unggul dalam sains dan teknologi, melainkan juga memiliki kepribadian yang khas (istimewa). Yakni, kepribadian yang terpancar dari kesatuan pola pikir dan pola sikap yang benar yang senantiasa melahirkan prilaku soleh dan takwa. 

Generasi seperti ini yang bisa diharapkan menjadi penerus bangsa, yang akan membawa bangsanya menjadi bangsa besar, kuat dan terdepan. Generasi seperti ini bila menjadi pemimpin tidak akan menggadaikan negerinya, tidak akan membiarkan sumber daya alam diperas dan di jajah oleh penjajah asing demi memperkaya dirinya dan keluarganya. Generasi seperti ini akan rela berkorban untuk melindungi negerinya dari cengkeraman penjajahan dalam bentuk apapun.

Untuk  mewujudkan itu semua maka tidak bisa berharap pada sistem kapitalis yang telah menjadikan remaja hanya  sebagai sampah-sampah di masyarakat. Satu-satunya yang dapat diandalkan adalah sistem pemerintahan Islam yang didasarkan kepada ideologi Islam, karena bersumber dari wahyu Allah SWT, Sang Pencipta manusia dan alam semesta.

Wallahu'alam bishawab






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak