Khalid bin Walid, Panglima Militer Terbaik


Oleh : Lilik Yani


Khalid bin Walid, jendral Arab di awal penaklukan 

Terkenal kemampuan militernya dalam memimpin pasukan

Sejak Rasulullah saw

Hingga dua Khulafaur Rasyidin

Abh Bakar ash Shidiq dan Umar bin Khattab

Tak terkalahkan hingga lebih seratus pertempuran

Melawan Imperium Rumawi Timur dan Imperium Persia

Dihormati sebagai salah satu panglima militer terbaik sepanjang masa


******


Khalid bin Walid, lahir 592 M di Mekkah

Terlahir sebagai anggota BanI Makhzum

Memiliki pengaruh dan peran besar di bidang militer

Awal Islam tumbuh di Mekkah

Khalid termasuk golongan mayoritas yang memusuhi Rasulullah dan pengikutnya

Ketika umat Islam hijrah ke Madinah

Khalid terlibat dalam Pertempuran Uhud dan Pertempuran Khandaq.


Tahun 628 H Perjanjian Hudaibiyah disepakati

Perjanjian gencatan senjata antara Mekkah dan Madinah

Saat perjanjian itu Khalid masuk Islam


//Perang Mu'tah//


Khalid tergabung dalam Pertempuan Mu'tah

Menjadi prajurit biasa bersama 3000 pasukan Madinah 

Hadapi ratusan ribu pasukan Rumawi Timur

Pertempuran berlangsung tujuh hari

Khalid ditunjuk sebagai panglima perang

Karena tewasnya tiga panglima

Zayd bin Haritsah

Ja'far bin Abi Thalib

Abdullah bin Rawahah

Berkat perannya, pasukan Madinah bertahan 7 hari lamanya


Khalid mengubah strategi

Posisi pasukan sayap kanan ke sayap kiri 

Posisi pasukan sayap kiri ke sayap kanan

Lalu Khalid membariskan pasukan dalam barisan amat panjang

Untuk memberi kesan jumlah pasukan lebih banyak

Khalid juga perintahkan pasukan untuk membuat debu dan pasir beterbangan

Lebih dari seharusnya


Strategi berjalan cukup sukses 

Menimbulkan perasaan was-was dalam hati pasukan Romawi

Mengira pasukan Madinah menerima bantuan dari luar

Efek ini muncul

Karena mereka berhadapan dengan wajah baru setiap harinya

Khalid menyuruh pasukan mundur sedikit demi sedikit

Pasukan Romawi mengira hal itu adalah jebakan

Hari ke tujuh perang berakhir

Kedua belah pihak mundur 

Khalid mematahkan sembilan pedang 

Bukti intensifnya pertempuran antara kedua belah pihak

Karena kepemimpinannya dalam pertempuran ini

Khalid mendapat julukan Saifullah "Pedang Allah."


//Perang Persia//


Di masa Khalifah Abu Bakar

Khalid diutus memimpin 18.000 dalam Perang Islam-Persia

Diawali Khalid dengan pengiriman surat kepada Hormuz, 

Gubernur Persia untuk Mesopotamia

Isi suratnya sangat terkenal,

"Masuklah dalam Islam dan kalian akan selamat.

Atau bayarlah jizyah

Kamu serta rakyatmu akan kami lindungi

Jika tidak, kamu akan menjadi bersalah atas konsekuensinya

Karena saya akan datang kepada kalian

Bersama orang-orang yang mencintai kematian

Sebagaimana kalian mencintai kehidupan."


Pertempuran tetap harus dilakukan

Persia tidak mau takluk begitu saja

Empat pertempuran pertama dimenangkan pasukan Kekhalifahan Islam

Pertempuran Rantai

Pertempuran Sungai

Pertempuran Walaja

Pertempuran Ullais


Khalid manfaatkan kelemahan pasukan Persia yang lambat

Karena beratnya persenjataan

Dan baju perang mereka

Dalam Pertempuran Rantai

Khalid 'mengerjai' pasukan Harmuz

Menjadikan mereka bolak-balik antara Kota Uballa dan Kota Kazima

Pasukan Persia kelelahan 

Dan Khalid memenangkan pertempuran pertama melawab Harmuz

Satu bulan kemudian

Hirah ibukota Mesopotamia

Dikuasai oleh Kekhalifahan Islam


Setelah usai tugas pertamanya

Dalam penaklukan Persia

Khalid diutus memimpin pasukan Khalifah di front  Barat

Perang Islam dan Romawi Timur


Ketika Umar bin Khattab menggantikan Abu Bakar sebagai Khalifah

Umar mengeluarkan keputusan mengejutkan

Menurunkan jabatan Khalid bin Walid

Sebagai panglima tertinggi dalam penaklukan Syams

Khalid tak ada reaksi negatif dari dirinya

Khalid tetap bertempur membela kemulian Islam


//Saya Tidak Berperang untuk Umar//


Khalid bin Walid tetap setia pada pemimpin dan agamanya

Khalid menerima keputusan pemberhentiannya


Khalid berkata,

"Demi Allah, jika kamu menunjuk anak kecil untuk memimpinku,

Aku akan menataatinya.

Bagaimana mungkin aku tidak menaatimu

Ketika derajat ke-Islamanmu

Jauh lebih daripada aku

Dan kamu telah dijuluki sebagai 

'yang dipercaya oleh Nabi?'

Aku tidak pernah mencapai status itu

Aku umumkan di sini 

Dan sekarang bahwa aku telah mendedikasikan diriku

Menuju jalan Allah yang Maha Tinggi


Khalid mengatakan hal itu

Kepada Abu Ubaydah setelah dibebastugaskan dari jabatannya

Oleh Umar bin Khattab

Tanpa diberitahukan alasannya.


Sungguh lapang hati Khalid bin Walid

Panglima perang militer yang tak terkalahkan

Berhati mulia jauh dari keangkuhan

Memiliki tujuan murni karena Allah


Diterima dengan penuh keridloan

Keputusan Khalifah Umar yang menurunkan jabatannya 

Bahkan memberhentikannya dari pasukan

Sungguh sangat mungkin baginya memberontak pada Khalifah

Karena pasukan sangat mencintai jendralnya

Khalid hanya berkata,

"Saya tidak berperang untuk Umar"


Kalaupun ada kekesalan di hatinya

Bukan kesal karena pemberhentian jabatan

Tapi kekesalan karena tidak lagi bisa berperang

Untuk membela agamanya

Dan mencapai cita-citanya

Untuk mati di medan perang


Khalifah Umar memecat Khalid dari kedudukannya

Sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang Islam

Sama sekali bukan karena dengki 

Beliau terlalu baik untuk dihubungkan dengan kedengkian

Umar memecat Khalid 

Semata-mata karena masyarakat 

Mulai lebih percaya kepada Khalid 

Daripada percaya kepada Allah swt


Subhanallah, jika semua aktivitas disandarkan pada keimanan

Semua akan terasa indah

Walau kadang tampak ada keganjilan

Jika sudah dijelaskan

Akan ada pemahaman

Dan yang pasti, jika semua aktivitas diniatkan ibadah

Semua akan menjadi berkah

Bukan untuk kepentingan pribadi semata

Tapi lebih untuk membela agama

Dan menjalankan semua karena Allah


Sungguh, kisah Khalid bin Walid bisa jadi teladan

Berjuang pimpin ratusan pertempuran

Selalu menang demi membela agamanya

Bagaimana dengan kita?

Sudahkan mengutamakan kepentingan agama

Di atas kepentingan pribadi?

Jika sudah, seberapa besar pengorbanan yang kita berikan?

Mari kita jadikan diri dan generasi muda sekitar

Untuk berada dalam barisan perjuangan

Menghadapi perang pemikiran

Dengan musuh yang tak bisa dilawan dengan pedang

Siapkan argumen yang kuat dan berlandaskan mabda

Hadapi segala tantangan dengan sandaran terkuat

Allah pasti akan beri kemenangan

Jika kita sudah dirasa layak untuk diberikan.

In syaa Allah



Surabaya, 15 Oktober 2018













Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak