Islam Solusi Jangan Antipati

Oleh : Nafisah Mumtazah

    Fakta mencengangkan terjadi. Ditengah keprihatinan kita terhadap saudara - saudara yang terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sulteng, kini telah terendus sindikat perdagangan anak mengincar wajah - wajah mungil korban gempa ( Batamnews 4/10 ).Ibarat mengail di air keruh, ada saja pihak - pihak yang hilang rasa kemanusiaannya untuk mencari keuntungan di sana.


Para sidikat perdagangan anak ini memasuki daerah bencana dengan modus menyamar sebagai relawan yang membawa bantuan, mereka merayu para orang tua denga iming - iming bahwa mereka akan membawa anak - anak korban ke wilayah yang lebih aman, dan akan memenuhi segala kebutuhannya. Para sindikat mampu membius para orang tua yang sedang dalam kondisi terpuruk di lansir dari Hidayatullah com (26/9/2016).


Jika kita cermati kejadian di atas, maka kita akan dapat menyimpulkan bahwa tidak di terapkannya Islam sebagai aturan bernegara adalah sebab utamanya. Kurangnya perhatian negara kepada para korban menjadikan mereka mudah dirayu dan dimanfaatkan oleh orang - orang yang tak bertanggung jawab.Ditambah ketidak - jelasan hukuman bagi para pelaku kejahatan, mebuat para pelaku sindikat perdagangan anak terus berkeliaran dan memakan korban.


Asas manfaat yang menjadi dasar berperilaku, menambah keruh keadaan. Jiwa manusia yang seharusnya cinta persatuan, kebersamaan, dan persaudaraan berubah jadi egois dan bengis. Demi menyalurkan ambisi untuk mencari harta berlimpah, cara - cara keji di tempuh juga.


Dalam kitab Ath-thobaqotul kubro karya Ibnu Sa'ad mengisahkan upaya Khalifah Umar bin Khattab pada saat daerah kekuasaanya di landa paceklik. Begitu kholifah mendengar laporan dari seorang gubernur di Hijaz, beliau segera membagi - bagikan makanan dan uang dari Baitul Mal hingga saldo Baitul Mal kosong. Beliau juga berazam untuk tidak makan lemak dan susu di musim paceklik.


Kholifah juga mengefakuasi korban dengan mengungsikan mereka di tempat lain yang aman. Dengan segala potensi yang dimiliki negara, maka memungkinkan penanganan korban bencana akan cepat teratasi. Dan segala kemungkinan terburuk seperti penculikan dan perdagangan anak dapat di jatuhi sanksi yang menjerakan, fakta kewibawaan peradilan Islam tak diragukan.


Ditambah kultur Umat Islam yang diibaratkan satu tubuh, maka rasa empati, kasih sayang, saling memelihara, menguatkan, dan mendukung, menambah ikatan sosial semakin kokoh dan kuat. Rahasia dibalik itu semua adalah, adanya persamaan aqidah, pemikiran, perasaan, dan aturan. 13 abad bukanlah waktu yang singkat.

Dengan penjagaan seorang kholifah, jadilah mereka masyarakat yang khas dan unik. Tak mudah lekang oleh waktu dan tak mudah pula tergerus oleh zaman.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak