Oleh: Jasmyne Sabiya
Beberapa waktu lalu masyarakat yang melintasi jalan nasional perbatasan Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat. Sempat dikejutkan oleh aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Warga Dusun Gelanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.
Aksi warga ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perusahaan PLTU dan perusahaan PT Mifa Bersaudara. Dimana pencemaran lingkungan oleh batu bara milik kedua perusahan tersebut dinilai sudah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga setempat.
"Kami tidak memungkinkan lagi tinggal di kawasan Dusun Gelanggang Meurak, sebab setiap hari kami menghirup debu batu bara bahkan sudah mengganggu kesehatan," kata Irma, salah seorang peserta aksi kepada Serambinews.com, Senin (20/8/2018).
Dengan membawa sejumlah karton bertuliskan kalimat-kalimat sebagai bentuk protes. Warga juga memasang poster, lengkap dengan beberapa spanduk di pinggir jalan, yang terlihat bertuliskan "korban debu batu bara PT Mifa Bersaudara".
Tak menjanjikan kesejahteraan
Meski tak bisa dipungkiri bahwa adanya perusahaan industri akan mampu mendukung kebangkitan ekonomi. Juga secara tidak langsung dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.
Namun permasalahan yang dihadapi warga harus ditangani dengan serius. Ironisnya, alih-alih untuk membayar ganti rugi rumah dan tanah mereka agar mereka bisa menempati tempat lebih layak. Warga setempat juga mengaku tidak pernah menerima bantuan dalam bentuk apa pun untuk kesejahteraan warga yang ada di sekitar PLTU sejak perusahaan itu berdiri di Suak Puntong. (Sumber: tribunnews.com 20/8/2018).
Sejak keberadaan perusahaan industri yang berinvestasi dengan China ini. Banyak masyarakat yang mengeluh. Pasalnya, kehadiran industri ditengah warga Gampong Suak Puntong telah membawa perubahan pada lingkungan. Ini dapat dilihat dari kondisi sosial yang mereka alami disekitar industri.
Mulai dari suara yang bising, lingkungan disekitarnya terasa panas, hingga kepulan asap yang keluar dari cerobong PLTU dan debu batu bara milik PT Mifa Bersaudara terus beterbangan, sehingga udara disekitar tercemar polusi yang juga mengganggu pengguna jalan.
Ditambah lagi pembuangan limbah batu bara yang dikeluarkan oleh PLTU saat beroperasi sangat bau dan menyebabkan lingkungan masyarakat tidak sehat. Sehingga menimbulkan warga terserang banyak penyakit, salah satunya ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) adalah Infeksi yang mengganggu proses pernafasan. Jelas ini sangat berbahaya bagi kesehatan terlebih pada anak-anak.
Sungguh memprihatikan, selain keberadaan industri tak mempengaruhi perekonomian disekitar meningkat. Kini kondisi warga yang diapit oleh dua perusahaan tersebut kian memburuk. Kendati terus berharap suara mereka dapat didengar oleh pemimpin perusahaan bahkan pemimpin negri ini agar mendapatkan keadilan dan memberikan solusi tuntas untuk kesejahteraan hidup mereka.
Namun, keadilan dalam Sistem Kapitalis yang diterapkan saat ini sangatlah mahal. Bahkan masih jauh dari pengharapan. Pasalnya, solusi yang harus diberikan penguasa dengan melihat kondisi hidup umat, mendengarkan setiap jeritan keluhan mereka, merasakan keresahan mereka, semua hanya khayalan semata.
Dalam Sistem Kapitalis, rakyat hanya menjadi tulang punggung penguasa, dimana aturan Sistem terus memalak rakyat dengan kenaikan bahan pangan, BBM, pajak, listrik dan kenaikan lainnya dengan zholim. Disisi lain, SDA yang seharusnya dikelola oleh pemerintah untuk kepentingan dan maslahat umat hanya menjadi permainan yang diperjual belikan demi kepentingan mereka.
Dengan senjata utama mereka, yakni hanya penguasa dan para pemilik modal yang berhak bersuara dan berkuasa. Mereka saling menguntungkan hingga bermain dalam proyek demi kepentingan asing penjajah. Walhasil, keadilan tergadaikan, rakyat menjadi tumbal dan jauh dari kesejahteraan.
Islam menjanjikan kesejahteraan
Wahai kaum muslimin,,
Mari kembali kepada fitrah kita. Hanya Islam yang mampu memberikan solusi tuntas untuk setiap problematika yang di hadapi umat saat ini. Dalam Islam pemimpin memiliki kedudukan yang tinggi, dengan kekuasaan ia wajib bertanggung jawab atas umat dengan menjadi junnah (pelindung) bagi umat.
Pemimpin wajib memberikan perhatian khusus pada umatnya. Menegakkan keadilan dengan memenuhi setiap hak-hak mereka. Mengurusi urusan dan kepentingan-kepentingan mereka, hingga terwujudnya kemaslahatan dan kesejahteraan di tengah- tengah umat. Masyaallah. Semua hanya akan terwujud dalam Islam Kaffah dalam bingkai naungan Khilafah Islamiyyah.